Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Izin!


__ADS_3

Renal berlari di antara kerumunan orang-orang yang memadati Bandara pagi ini. Matanya meneliti seluruh ruangan yang terjangkau oleh penglihatan nya.


Setiap perempuan yang mempunyai perawakan serta model rambut seperti Eca, Renal hentikan terlebih dahulu untuk dia pastikan kalau orang tersebut adalah orang yang Renal cari. Namun nihil, tidak ada Eca di antara perempuan-perempuan tersebut.


Setelah mendengar kabar Eca akan menikah begitu tiba di Italia dengan refleks Renal berlari keluar dari kediaman Fin dan melajukan mobilnya menuju Bandara.


Setelah sampai bandara pun Renal dengan tidak sadarnya terus mencari-cari sosok Eca yang bahkan kalau bertemu pun dia bingung akan memberi jawaban apa jika Eca mempertanyakan kedatangan nya.


Renal berjalan mendekati Public Information Service. Dia bertanya tentang jadwal penerbangan ke Italia yang ternyata sudah lepas landas sepuluh menit yang lalu.


"Ckk, kamu telat, Nal!" desis Renal sambil berjalan gontai dan keluar dari Bandara kemudian masuk kedalam mobilnya.


#########


Di tempat lain, Karina dan Fin masih berada di dalam mobil nya. Setelah suaminya melarang Karina memakai lipstik merah, Karina menggantinya dengan menggunakan lipstik berwarna nude.


"Dad, jangan berhenti di depan kantor!" pinta Karina pada suaminya.


"Ckk," decak Fin.


"Daddy marah?" tanya Karina pada suaminya.

__ADS_1


"Nggak, Mommy!" singkatnya.


"Terus kenapa jawabnya begitu?"


"Terus Daddy harus jawab apa, Mom?"


"Apa... gitu! Jangan hanya berdecak seperti tadi!" kesal Karina.


"Iya, sayang!" jawab Fin dengan mata yang tetap fokus pada jalanan.


Kedua sudut bibir Karina terangkat ke atas dengan pipi yang merona saat mendengar sang suami memanggilnya dengan sebutan sayang.


Tanpa Karina tau, Fin sudah melihat pipi merah dan senyum simpul dari bibir istrinya. Fin hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil mengelus belakang kepala sang istri.


Fin meminggirkan mobilnya saat mobil yang di kemudikannya sudah sampai di tempat Karina akan turun. Karina mengulurkan tangannya untuk pamit dan mencium punggung tangan suaminya


Namun tiba-tiba telepon genggam milik suaminya berdering menampilkan nama Renal yang terpang-pang pada layar handphone nya. Karina menurunkan kembali tangannya dan menunggu suaminya menjawab panggilan terlebih dahulu.


"Hmm?" jawab Fin singkat.


"Sekarang?" tanyanya pada Renal.

__ADS_1


"Emang cowok kaya kamu bisa insaf?! Ch!! aku nggak percaya!" Fin berdecih mendengar alasan Renal.


"Oke, aku kasih cuti empat hari!" jawabnya singkat kemudian mematikan panggilan nya.


Fin menghembuskan nafasnya. Dia sudah dapat membayangkan bagaimana pekerjaan nya tanpa ada Renal yang membantunya.


"Kenapa, Dad?" tanya Karina.


"Renal izin untuk pergi ke Italia!" jawab Fin.


"Serius? Kak Renal nyusul Eca kesana?" tanya Karina penasaran.


"Ya, sepertinya dia benar-benar serius dengan perasaannya!"


"Semoga saja." harap Karina.


Karina mengulurkan kembali tangannya yang kali ini di sambut oleh Fin. Karina mencium punggung tangan Fin dan di balas hal yang sama oleh nya.


Fin mengakhiri kebersamaan nya dengan Karina sebagai pasangan suami istri dengan kecupan di kening Karina. Karena kalau sudah memasuki area perusahaan status mereka berbeda. Karina sebagai bawahan dan Fin sebagai bos nya.


Dengan hati-hati, Karina keluar dari dalam mobil. Dia merapikan penampilannya dengan menepuk rok dan mengatur rambutnya. Karina berjalan dengan tergesa. Lokasi Karina turun cukup jauh dari kantor, karena Karina yang memintanya pada Fin.

__ADS_1


__ADS_2