Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Apa membuat kejutan, salah satu hobby baru Fin?


__ADS_3

Karina dan Fin saat ini tengah berada di dalam jet pribadi Grahatama Group yang akan membawa mereka pada perjalanan ke negara selanjutnya. Mereka setidaknya akan menghabiskan belasan jam di dalam pesawat itu.


Karina hanya memakai pakaian santainya saat di dalam pesawat. Sebuah rok mini berbahan jeans, dengan kaos putih berlogo brand mewah dunia. Rambutnya dia gerai, dengan bando kain sebagai pelengkap dan pemanis penampilannya.


Sebenarnya bukan bando asli juga yang Karina pakai! Karina memakai sebuah syal yang dia lipat kecil agar terlihat menyerupai bando. Dan penampilannya berhasil mencuri perhatian sang Arjuna yang dari awal take off, terus memperhatikannya.


Bukan hanya Karina yang tampil dengan santai sore ini. Fin pun tidak kalah santainya dengan sang istri. Fin memakai Hoodie hitam dengan logo off di depan dadanya.


Fin padukan Hoodie hitamnya dengan celana sport abu yang panjangnya hanya sebatas paha, serta sepatu sport putih yang sama persis dengan yang di pakai istrinya saat ini. Mereka mencoba tampil dengan barang couple layaknya seorang anak baru gede yang baru pertama kali jatuh cinta.


Wow, lihatlah bagaimana penampilan sang Grahatama sore ini! Kalian tentu tau kan stylenya Kim Taehyung saat hanya memakai Hoodie dan celana pendeknya? Kurang lebih, seperti itu juga saat Fin yang memakainya.


Walaupun pakaian yang Fin kenakan terkesan asal-asalan, namun saat Fin yang menggunakannya, semua yang melekat pada tubuhnya akan terlihat berkelas. Selanjutnya apa yang dia gunakan akan menjadi trend dikemudian hari.


Seperti biasa, Fin tengah duduk dengan buku di tangannya dan Karina yang berada di pangkuannya. Karina duduk dengan posisi menyamping. Kakinya dia selonjorkan pada sofa panjang yang tengah di duduki sang suami.


Semakin lama mengenal suaminya, Karina semakin nyaman dengan segala bentuk perhatian yang suaminya berikan. Bagaimana tidak nyaman selain perhatian, Fin juga cenderung memanjakan nya.


"Jangan terlalu nyaman, Karina! Apa yang akan terjadi jika keadaannya berbalik? Kamu sendiri yang akan kesusahan! Bukannya kamu sudah terbiasa mengandalkan dirimu sendiri?" monolog Karina dalam hati.


"Kenapa? Hem?" tanya suaminya seakan bisa membaca kegundahan yang istrinya rasakan.


Fin daratkan sebuah kecupan di pipi Karina. Fin tutup buku yang sedang di bacanya, kemudian dia simpan buku dan kacamata di atas meja samping sofa yang tengah dia duduki.


Karina menoleh ke samping dan menatap mata hijau sang suami. Mata zamrud favoritnya! Karina lingkarkan kedua tangannya pada leher Fin sambil membalas memberi kecupan pada pipi kanan dan kiri dari suaminya.


Karina tersenyum. Kemudian dia simpan kedua tangannya, pada pipi Fin sambil menariknya untuk mendekat.


"Cup..." Sebuah kecupan mendarat kembali pada bibir Fin.


"Mommy kenapa?" tanya Fin bingung.


"Tumben manja kaya gini?" tanyanya kembali. Karina tergelak mendengar pertanyaan suaminya. Tapi, jika dipikir-pikir memang ada benarnya juga. Entah kenapa dia sedang ingin bermanja pada sang suami.


"Kenapa? Mommy aneh kalau manja?" tanya Karina balik sambil mengerucutkan bibirnya.


Sekarang giliran Fin yang tergelak. Pramugari yang tidak sengaja melihat tawa sang Tuan tersedot masuk dalam pesonanya hingga tanpa sadar dia mematung di samping ruangan yang tengah Fin dan Karina tempati. Karina yang menyadari kehadiran sang pramugari langsung turun dari pangkuan Fin dan duduk di sebelahnya.


Fin menyadari perubahan posisi Karina yang tiba-tiba, kemudian mengalihkan perhatiannya pada pintu masuk ruangan yang terbuka. Fin kembali memasang wajah dinginnya.


"Kenapa?" tanya Fin ketus pada sang pramugari, Karina mengusap lengan suaminya lembut sambil melayangkan protes pada nada bicara sang suami yang tidak bersahabat.


Sang pramugari kelabakan saat ditanya secara tiba-tiba dengan nada yang ketus seperti itu.


"Ma... maaf, Tu... Tuan!" gagapnya sambil menundukan wajahnya ketakutan.


"Tidak apa-apa!" ucap Karina ramah berusaha menetralkan ketegangan sang pramugari.


"Ada apa, Mba?" tanya Karina kembali dengan lembut. Berbanding terbalik saat sang suami yang bertanya.

__ADS_1


"Barangkali Ibu sama Bapak menginginkan sesuatu?" tanya sang pramugari sopan.


"Mmmh..." Karina berpikir tentang apa yang dia inginkan. Tangannya dia simpan di atas dagu dengan mata yang berkerut menatap langit-langit pesawat.


"Stroberi smoothies saja, bisa?" Menyebutkan buah favoritnya.


"Baik, Bu!" jawab sang pramugari.


"Bapak?" tanyanya pelan sambil menatap Karina.


"Teh manis saja! Gulanya empat sendok" jawabnya kembali sambil mengangkat tangan membentuk angka empat. Sang pramugari pamit membuatkan pesanan sang Tuan dan Nyonya. Saat ini Fin tengah menatap istrinya dengan seribu tanya di benaknya. Kening Fin berkerut.


Karina bangkit lalu duduk kembali di atas pangkuan sang suami. Karina arahkan jari-jari tangannya ke atas dahi sang suami yang berkerut, kemudian dia urut kerutan-kerutan tersebut secara halus.


"Jangan keseringan mengerutkan dahi, Daddy!" ucapnya dengan tangan yang terus bergerak di atas dahi sang suami. Fin menyandarkan kepalanya diatas kepala sofa dengan kedua tangan yang dia simpan di atasnya. Dia memejamkan mata menikmati setiap sentuhan istrinya.


"Mommy tidak lupa kan kalau Daddy tidak suka gula?" tanyanya masih dengan posisinya.


"Tentu tidak!" jawabnya singkat.


"Terus, maksud empat sendok gula itu apa Mommy...?" tanyanya sambil menarik hidung Karina.


"Aaa..." pekik Karina.


"Ampun!" ucapnya sambil mengusap hidungnya yang sakit.


"Siapa tau setelah minum teh manis wajahnya Daddy nggak pahit kaya tadi!" cicit Karina pelan.


"Hem?" tanya Karina bingung.


"Kata siapa? It's my favoriter drink!" lanjutnya lagi.


"Loh, kenapa saat Daddy kasih tempo hari, Mommy tolak?" tanya Fin heran.


"Hem? Kapan?" tanya Karina bingung. Karina rebahkan tubuhnya dengan kepala yang dia baringkan di atas paha sang suami.


"Saat transit di Amsterdam!" jawab Fin dengan tangannya yang mengelus kepala Karina.


"Itu dari Daddy?" pekik Karina kaget.


"Tapi pegawai restoran di sana bilang itu dari pria yang ada di pojok ruang tunggu Bandara dan itu bukan, Daddy!" jelas Karina.


"Daddy di kursi paling pojok, Mommy!" jawabnya gemas.


"Andai saja Mommy tau itu dari Daddy pasti sudah habis Mommy seruput itu smoothies!" kelakarnya.


Fin hanya tersenyum kecil menanggapi kelakar istrinya sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Daddy, Mommy boleh tanya?" izin Karina sambil menatap netra suaminya.

__ADS_1


"Apa?" tanyanya lembut, dengan tangan yang terus mengusap kepala Karina.


"Perempuan yang bertemu saat kita akan naik kapal, siapa?" tanya Karina ragu. Fin mengerutkan keningnya berpikir sejenak.


"Oh, dia Queen!" jawabnya singkat.


Karina memutar bola matanya jengah.


"Ckk..." decaknya.


"Satu Indonesia juga tau kali Dad kalau dia Queen Azzura Arrabella!" ucap Karina kesal.


"Terus apa?" tanya Fin tidak mengerti.


"Huuh..." Karina menghembuskan nafasnya kasar. Ternyata sang suami memang tidak peka terkait hal seperti ini. Mau Karina tunggu sampai kiamat pun, Fin tidak akan menjelaskan apa hubungan antara dia dan si model kalau Karina tidak menanyakannya. Oke, Karina tau sifat lain tentang suaminya! pikir Karina dalam hati.


"Gini, Daddy!" Karina mencoba menanyakan secara perlahan.


"Dia siapanya Daddy? Sepertinya kalian akrab?" tanya Karina lembut, agar kesannya dia tidak cemburu.


"Cemburu? Memang aku cemburu? Jangan bilang kalau kepo tentang kehidupan lain sang suami, bagian dari sifat cemburu seorang istri!" Batin Karina


"Oh! Dia tetangga Daddy saat kecil!" jelas Fin.


"Oh..." jawab Karina tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Karina segera menyembunyikan senyum yang tersungging dari bibirnya dengan memiringkan badannya. Jangan sampai Fin tau kalau jawaban yang Fin berikan membuat Karina bahagia Batin Karina.


"Berapa belas jam lagi untuk sampai di Indonesia?" tanya Karina pada suaminya.


"Berapa hari lagi kali, Mom!" jawab Fin dengan mata yang tetap fokus pada buku yang tengah di bacanya. Buku dan Fin adalah dua hal yang tidak bisa hidup berjauhan.


"Bukannya Prancis-Indonesia hanya membutuhkan waktu tujuh belas jam?" tanya Karina bingung.


"Siapa yang bilang kita akan ke Indonesia?" tanya Fin pada sang istri.


"Hem?" bingung Karina.


Fin alihkan perhatian nya pada sang istri.


"Siapa yang bilang kita mau pulang?" tanya Fin kembali.


Karina bangkit dan duduk di samping Fin. Dia pandangi wajah suaminya.


"Kalau bukan pulang ke Indonesia," jedanya.


"Lantas kita akan kemana?" lanjutnya masih dengan kebingungan yang besar.


"Melbourne. Kita akan pergi ke Melbourne, Australia!" jawab Fin mengelus dagu sang istri.


"Hah?" pekik Karina.

__ADS_1


Apa membuat kejutan, salah satu hobby baru Fin?


__ADS_2