
Fin mengerutkan keningnya mendengar kata tapi yang Karina lontarkan.
"Saya ingin pernikahannya dilakukan di kantor catatan sipil tanpa pesta resepsi" lanjut Karina.
Fin memelankan laju kendaraan nya kemudian berhenti di pinggir jalan yang jauh dari keramaian. Fin arahkan wajahnya menghadap Karina dengan kedua tangan bertumpu pada setir mobil.
"Kenapa?" tanya Fin bingung, Karina menelan salivanya dengan susah payah saat wajah tampan Fin sangat dekat dengannya, mata hijau Fin menatap penuh intimidasi.
Karina tidak gentar dia melanjutkan kembali syarat yang akan diajukan nya pada Fin tanpa menjawab pertanyaan pertama yang ditanyakan.
"Sebentar Pak, saya belum selesai," sergah Karina sambil memundurkan badannya, Fin mengangguk setuju sambil tangannya mempersilahkan Karina melanjutkan persyaratannya.
"Setelah menikah saya masih diizinkan bekerja di perusahaan Bapak dan melanjutkan magang saya" Karina mengajukan syarat kedua.
Fin semakin mengerutkan dahinya, tidak habis pikir dengan jalan pikiran Karina yang sudah menjadi seorang istri dari Fin Grahatama pemilik perusahaan terbesar di Indonesia, Karina masih mau bekerja sebagai anak magang di perusahaan milik suaminya tersebut, benar-benar perempuan langka pikir Fin.
"Oke tidak masalah" jawab Fin sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil dengan kedua tangan dia lipat di dada dan mata terpejam.
"Persyaratan ketiga..." ucap Karina menjeda.
"Setelah menikah kita tidur terpisah sampai saya benar-benar siap" desis Karina pelan namun masih dapat di dengar oleh Fin.
Fin langsung mendudukan tubuhnya dengan matanya menatap Karina tajam.
"Permintaan macam apa itu? poin ketiga saya tolak!" tegas Fin pada Karina kemudian melanjutkan kembali kendaraan nya.
__ADS_1
Karina memberenggut kesal, dia tekuk wajahnya di sepanjang jalan menuju rumah sakit.
Setelah berkendara cukup lama akhirnya mereka berdua sampai di rumah sakit Medistra, benar saja Karina dan Fin sudah disambut beberapa perawat dan seorang Dokter yang diyakini Karina sebagai Dokter spesialis ortopedi sesuai permintaan Fin tadi di telepon, Karina di gendong kembali oleh Fin saat turun dari dalam mobil.
Seorang perawat pria tengah berdiri dengan kursi roda di tangannya dia menyapa Karina dan Fin ramah, namun Fin melewatinya begitu saja dan memilih menggendong Karina untuk sampai di ruang rawat inap nya, lagi-lagi Karina dibuat tersimpu oleh keposesifan Fin.
Karina pikir walaupun yang Fin lakukan hanya sebuah topeng untuk merebut hati Karina, dia tidak akan mempermasalahkan nya, saat ini Karina tengah menikmati diperlakukan istimewa oleh seorang pria.
Fin membawa Karina masuk ke dalam ruangan bernuansa putih dengan furniture didominasi motif kayu minimalis, ruangan tersebut tidak kalah eksklusifnya dengan ruangan rawat inapnya Kiara.
Fin letakkan tubuh Karina di atas tempat tidur untuk selanjutnya Dokter spesialis ortopedi akan memeriksa kaki Karina dari awal pemeriksaan sampai selesai Fin tidak beranjak sejengkal pun dari samping Karina.
Dia menggenggam tangan Karina yang sesekali tangan tersebut meremas saat Dokter sedang melakukan tindakan pengobatan, suster yang ada di dalam ruangan tersebut mencuri pandang ke arah Fin yang begitu perhatian pada Karina mereka iri dengan perlakuan manis Fin, namun sayang perlakuan istimewa tersebut hanya berlaku untuk Karina kepada perempuan lain Fin cenderung acuh dan tidak peduli.
"Untuk tiga hari kedepan kamu tinggal di sini dulu ada suster yang akan merawat kamu" jelas Fin pada Karina saat para suster dan Dokter telah pergi meninggalkan ruangan tempat Karina dirawat.
Fin melangkahkan kakinya mendekati kaca besar yang menampilkan pemandangan ibukota dari ketinggian, Fin memasukkan sebelah tangannya pada saku celana miliknya.
"Kamu tidak perlu khawatir biar saya yang menjaga de...de" ucap Fin terbata mencoba mengingat nama anaknya.
"Devin" ucap Karina.
"Ya saya akan menjaga Devin sementara waktu dan mulai dari sekarang nama belakang Devin menjadi Grahatama" jelas Fin membuat Karina terharu.
Karina mencoba menutupi perasaan harusnya dengan tertawa namun dengan tawa yang ditahan, Fin membalikkan tubuh tegapnya menghadap Karina dengan alis yang berkerut.
__ADS_1
"Kamu ragu saya bisa menjaga anak kecil?" tanyanya pada Karina.
"Khem... hem..." dehem Karina menormalkan kembali ekspresi wajahnya setelah melihat wajah garang Fin.
"Bukan begitu Pak saya hanya takut Bapak kerepotan kalau harus menjaga Devin yang sedang dalam masa-masa aktifnya" jelas Karina agar bosnya tidak tersinggung.
Fin tidak menjawab pernyataan Karina dia mendekat ke arah Karina.
"Istirahat, saya harus kembali ke kantor" pamitnya pada Karina, Karina hanya mengangguk kemudian merebahkan tubuhnya saat Fin menghilang di balik pintu.
##########
Saat ini Fin tengah berjalan memasuki perusahaan miliknya, orang-orang di kantor mendadak heboh saat Fin datang dengan menggendong seorang anak laki-laki tampan yang mereka yakini sebagai anak dari bosnya saat melihat kemiripan di bagian mata dan bibirnya.
Kacamata hitam bertengger di hidung Fin, kemeja hitam digulung sebatas sikut dengan 3 kancing teratas yang terbuka memperlihatkan dada bidang Fin, tangan sebelah kanan menggendong Devin sementara tangan sebelah kiri menenteng tas yang berisi pakaian Devin, sangat layak dinobatkan sebagai hot Daddy.
Karyawan wanita di kantor tersebut mendadak patah hati saat mengetahui kalau bos mereka telah memiliki seorang anak yang sangat tampan, mereka yakin kalau Ibu dari anak tersebut pun tidak kalah cantiknya.
Setelah pulang dari rumah sakit Fin berinisiatif menjemput Devin untuk dia bawa pulang, setelah meyakinkan tetangga Karina yang menjaga Devin kalau Fin benar-benar Ayahnya, akhirnya Fin bisa membawa Devin untuk ikut bersamanya.
Fin membawa Devin ke kantornya karena Renal tiba-tiba menelepon Fin untuk bertemu karena ada hal penting yang perlu Renal sampaikan secara langsung pada Fin.
Fin mengacuhkan para karyawan yang secara terang-terangan sedang membicarakannya kebanyakan dari mereka memuji ketampanan anaknya juga membicarakan kemiripan beberapa bagian wajah Fin yang ada pada anaknya.
Fin menyunggingkan senyum bangganya telah memiliki anak seperti Devin, sebelum akhirnya masuk ke dalam lift eksekutif khusus untuknya, masih di lokasi yang sama dengan Fin, seseorang tengah memperhatikan Fin yang tengah menggendong anak kecil, dia tersenyum ke arah Fin kemudian berkata.
__ADS_1
"Ayo kita pulang, kita kembali lagi nanti saat waktunya tepat, cari tahu semua tentang anak itu" perintahnya pada seseorang yang bersama dengannya.