
"Kak Renal kapan pulang?" tanya Karina yang baru bertemu kembali dengan Renal.
"Tadi pagi!" jawab Renal sambil mendudukkan tubuhnya di sebelah Queen.
"Kalau nggak di minta hadir sama si anak manja itu, niatnya sih libur dua hari lagi." jawab Renal yang mendapatkan delikan tajam dari Fin.
"Oke, libur seterusnya saja!" sahut Fin acuh.
"Wah, boy! Bapak kamu nggak bisa di ajak bercanda!" ucapnya sambil tertawa sumbang.
Kiara, Karina dan Raiden hanya tertawa pelan menanggapi perdebatan Fin dan Renal. Sementara Queen masih diam karena terlanjur kesal pada Renal.
Para maid yang bekerja di rumah Kiara mulai menyajikan menu makan malam di atas meja makan yang sudah di kelilingi tamu yang Kiara undang untuk datang.
"Kiara, besok berangkat jam berapa?" tanya Fin pada adiknya.
"Kamu sudah hubungi pilot yang akan mengantar besok kan?" tanyanya lagi.
"Kak Raiden yang urus Bang! Memang sejak kapan aku ngurusin hal begituan?" jawab Kiara yang malah membalikan kembali pertanyaan nya.
Fin mengangguk paham. Kalau Raiden yang mengurus sepertinya Fin tidak perlu bertanya kembali. Raiden tipe orang yang selalu mempersiapkan segala hal nya dengan matang.
Mereka semua mulai fokus pada makannya masing-masing. Devin yang duduk di sebelah kiri Fin mulai fokus pada piring yang tersaji di atas kursi makan milik nya.
__ADS_1
Fin tengah fokus membuka cangkang-cangkang udang. Setelah cangkang udang terbuka isinya Fin taruh di atas piring Karina dan Devin secara bergantian.
Fin tau Karina menyukai udang, namun dia paling malas membuka cangkangnya.
"Terima kasih!" tulus Karina.
Fin tersenyum.
"Habiskan!" ucapnya.
Karina mengangguk kemudian mulai menghabiskan makan malam nya.
Semua yang Fin lakukan tidak lepas dari pengamatan mata Queen yang diam-diam memperhatikan mereka. Selera makan Queen tiba-tiba hilang saat pemandangan yang di anggapnya menjijikan tersaji secara langsung di depan matanya.
Mereka semua kini tengah berada di ruang tengah. Mereka berkumpul di atas permadani dan menikmati camilan serta pencuci mulut yang sudah tersaji di tengah-tengah mereka.
Fin menekuk kedua kaki dan membukanya secara lebar. Karina duduk di depan Fin tepat di tengah-tengah nya dengan kedua tangan Fin melilit pada leher Karina.
Karina menyuapkan camilan ke dalam mulut suami nya dengan fokus yang tetap memperhatikan obrolan yang tengah tersaji di hadapannya.
"Kak Renal, apa Eca jadi menikah?" tanya Karina penasaran.
"Jadi, dia nikah tiga hari yang lalu." jawab Renal.
__ADS_1
"Hem?" bingung Fin.
"Terus Kak Renal ngapain ke sana kalau Eca masih tetap menikah?" sahut Karina memotong kebingungan suaminya.
Kiara dan Raiden hanya menyimak karena tidak terlalu paham arah pembicaraan Fin, Karina dan Renal.
Sementara Queen hanya mengutak atik handphone milik nya dan masa bodo dengan apa yang orang-orang bicarakan. Dia sudah terlanjur kesal.
"Dia menikah dengan cowok yang Tuan Alexander jodohkan?" tanya Karina belum puas.
"Ini!" tunjuk Renal pada dirinya sendiri.
"Ini? Apa?" bingung Karina.
"Ini, suami nya" ucap Renal yang berhasil mendapatkan lemparan bantal dari semua orang.
"Unbelievable! Mana ada seorang Renal bisa tahan hanya dengan satu wanita saja!" sahut Queen yang sama tidak percaya nya kalau Renal sudah menikah. Kiara mengangguk setuju.
"Nih!" Renal menunjukan tangannya yang tersemat sebuah cincin yang melingkar pada jari tengahnya.
"Beneran?" tanya Kiara tidak percaya.
"Tanya saja langsung sama Tuan Alexander!" ucap Renal.
__ADS_1
"Kak Renal saja yang nikah nya dadakan masih sempat membeli cincin kenapa kalian yang nikah nya sudah berbulan-bulan masih belum memakai cincin?" tanya Queen yang membuat suasana seketika berubah menjadi hening.