Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
BERHENTI SEKARANG!!


__ADS_3

"Ya. Aku sudah menikah empat bulan yang lalu." jawab Karina.


Alziko tersenyum canggung.


"Wow, selamat. Kakak kira, kamu masih sendiri,"


"Alziko," Alziko menjulurkan tangannya pada Kiara sambil memperkenalkan dirinya.


"Kiara." jawab Kiara menyambut uluran tangan Alziko.


"Kakak tidak memperkenalkan diri pun, aku sudah tau," lanjut Kiara.


Fin yang melihat Kiara bertingkah layaknya seorang ABG, lantas memutar bola matanya jengah.


"Wah, apa ini sebuah pujian?" tanya Alziko ramah.


"Faktanya memang begitu, Kak. Kita satu alumni, dan Kakak ketua osis di sekolah aku dulu. Siapa juga yang tidak mengenal seorang Alziko sang kapten basket!" lanjut Kiara membuat Karina melongo karena kaget. Karina kaget karena Kiara mengenal Alziko.


"Wah Kiara... ternyata kamu sudah kenal, ya. "


"Begitulah," jawab Kiara.


"Queen, kamu sudah lebih baik?" tanya Kiara saat melihat Queen turun dari lantai atas.


Karina langsung memusatkan perhatiannya ke arah Queen datang. Dia turun di bantu sang asisten rumah tangga yang berjalan di samping Queen sambil memegangi tangannya.


Queen mengangguk sebagai jawaban pertanyaan dari Kiara.


"Kak Ziko!" sapa Queen saat melihat sosok Alziko tengah berdiri di samping Karina.


Alziko tersenyum sambil berjalan menghampiri Queen dan menyampaikan belasungkawanya. Dia juga meminta maaf atas nama orang tuanya yang tidak bisa hadir dan hanya diwakili olehnya.


Kakek Bram berjalan menghampiri Queen.

__ADS_1


"Queen, bisakah kita memakamkan Ibu kamu sekarang? Waktu sudah semakin sore." izin Bram pada Queen selaku anak dari Nada.


"Bagaimana baiknya saja, Kek. Aku menyerahkan segalanya pada Kakek," jawab Queen.


"Baiklah kalau memang kamu mempercayai, Kakek. Ayo bersiap. Kita berangkat sekarang." ucapnya meminta semua orang untuk bersiap-siap.


##########


Saat ini semua orang sudah berada di pemakaman tempat jasad Nada akan dikebumikan.


Karina murung. Hatinya sakit, di tambah dengan tubuhnya yang tidak karuan. Pemandangan di hadapan Karina pun sungguh membuat dadanya sesak.


Sejak dari kediaman Nada, sang suami terus mendampingi Queen. Mulai dari memapahnya, hingga berada dalam mobil yang sama.


Fin sama sekali tidak menyapa ataupun menanyakan kabar Karina. Padahal, kondisi Karina sendiri tengah kepayahan dengan perut yang terus bergejolak dan kepala yang sakit hingga membuat penglihatan Karina sedikit kabur.


Namun, Karina tetaplah Karina. Dia selalu berusaha kuat, seperti apapun kondisinya. Masa lalu lah yang mengajarkan Karina untuk selalu berdiri di atas kakinya sendiri.


Queen lemas, sehingga Fin harus selalu menahannya. Kebersamaan mereka berdua, tak luput dari pemberitaan para awak media yang hadir dan terus ikut sampai pemakaman.


Pemakaman selesai. Semua orang mulai pergi satu persatu. Fin berjalan di depan sambil memegangi pinggang Queen di ikuti oleh Kiara di sampingnya.


Kakek Bram sendiri berjalan bersama Alziko di belakang Karina. Mereka terus memperhatikan Karina yang tengah berjalan di hadapan mereka. Alziko tidak mengetahui siapa yang menjadi suami Karina. Dia hanya berani bertanya pada dirinya sendiri.


"Yank!" panggil Renal menghentikan langkah Eca.


"Bisa ikut sebentar?" tanya Renal kembali.


Eca menatap Karina untuk meminta izin. Karina mengangguk sambil tersenyum, mengijinkan Eca untuk pergi menemui suaminya.


"Pergilah! Jangan khawatirkan, Kakak!" ucap Karina.


Eca pergi mengikuti Renal. Sementara Karina berjalan seorang diri. Pandangan Karina semakin kabur, dengan keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya. Jalannya pun sempoyongan membuat Kakek Bram dan Alziko yang berjalan di belakang Karina segera mendekat

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Alziko khawatir. Bram terdiam, menyaksikan Alziko yang peka dengan kondisi Karina. Dia bahkan melihat ketulusan dalam mata Alziko untuk Karina.


"Tidak apa..."


"Grizelle!" pekik Alziko panik.


"Karina!" Kakek Bram pun tak kalah paniknya saat melihat Karina pingsan.


Ya, Karina pingsan saat tengah berjalan menuju tempat mobil terparkir. Alziko langsung membawa tubuh ramping Karina untuk dia gendong.


Wartawan yang masih ada di sana langsung mengambil beberapa foto saat Alziko tengah menggendong Karina dengan wajah dinginnya yang panik.


Kiara dan Fin yang mendengar teriakan di belakang mereka lantas menengok untuk melihat apa yang terjadi.


"Kak Karina!" pekik Kiara saat Karina yang tengah digendong oleh Alziko melewati mereka.


Fin mematung. Tangannya terlepas dari pinggang Queen.


"Mommy..." lirih Fin mengkhawatirkan kondisi istrinya.


"Abang, Kak Karina!" pekik Kiara sambil mengguncang tubuh Fin.


"Berani-beraninya dia menyentuh istri dari seorang Fin Grahatama!" ucap Fin murka. Tangannya terkepal dengan wajahnya yang memerah.


Queen yang berdiri disamping Fin saja takut melihat kemarahan di wajah Fin.


"Jadi dia pacar sang pebasket itu? Wah, mereka terlibat cocok saat bersama!" ucap seorang wartawan yang tengah berjalan melewati Fin.


"Benar-benar beruntung bisa bersanding dengan seorang Alziko sang Tuan muda yang terkenal dengan kecerdasan dan talentanya yang luar biasa," ucap wartawan yang lain.


Fin yang mendengar segala bentuk pujian yang dilayangkan pada rivalnya itu semakin marah dan geram.


Kiara bahkan mengerenyitkan dahinya takut, melihat wajah Kakaknya. Dia berjalan cepat untuk memperingatkan Alziko, karena Kiara sudah sangat mengetahui bagaimana temperamen sang Kakak. Namun, percuma. Fin sudah berteriak sebelum Kiara sampai di hadapan Alziko.

__ADS_1


"ALZIKO!! BERHENTI SEKARANG!!" teriak Fin penuh amarah.


__ADS_2