Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Usaha Queen!


__ADS_3

'Wah, lihatlah penampilannya! Seperti akan menghadiri award!' batin Karina saat melihat penampilan Queen yang memakai bodycon dress yang memperlihatkan lekuk tubuh serta bagian dada yang tercetak jelas.


'Oh, Baby! Mata suci kamu ternoda gara-gara penampilan Tante kamu yang tidak bisa menyesuaikan tempat. Dia kira ini di luar Negeri apa?' batin Karina bermonolog sendiri.


Queen berdiri kemudian berjalan menghampiri Fin. Fin sendiri posisinya masih berdiri dengan tangan yang memeluk bahu Karina. Karina memanfaatkan kesempatan itu untuk memanas-manasi Queen dengan melilitkan tangannya secara posesif pada pinggang Fin.


Queen maju untuk memeluk tubuh Fin, namun Karina menghalanginya dengan langsung maju dan memeluk tubuh Queen sambil cipika cipiki dan memberikan senyum ramah yang di palsukan nya.


'Kurang ajar! batin Queen memaki.


Queen mencoba kembali, namun saat ini bukan Karina yang menghalanginya. Melainkan Devin yang berdiri di hadapan Fin dan meminta Fin untuk menggendongnya.


Queen gagal kembali. Devin menatap Queen dengan tajam. Wajah dingin Devin sama persis seperti Fin saat berhadapan dengan rival bisnisnya. Wajah yang mengintimidasi pihak lawan.

__ADS_1


Devin sepertinya memiliki kepekaan yang tinggi terhadap seseorang. Dia merasa kalau keberadaan Queen adalah ancaman sehingga Devin bersikap tidak ramah padanya.


Fin menurunkan segala sifat dan sikapnya pada Devin, sang anak. Hal terpenting bagi seorang pewaris Grahatama Group adalah memiliki kepekaan pada sebuah ancaman. Dan Devin memiliki itu.


'Nggak anaknya, nggak Ibunya sama-sama menyebalkan!' gerutu Queen dalam hati.


Queen berjalan dengan kaki yang sedikit dia hentakan pada lantai.


Queen berjalan menuju kursi meja makan. Dia memilih kursi yang bersebelahan dengan kursi yang akan Fin duduki. Saat akan duduk tiba-tiba tubuh Queen tersenggol Karina.


'What? Kakak? kamu kira aku setua apa? Hanya dua tahun! Perbedaan kita hanya dua tahun! Padahal kamu yang terlihat lebih tua dari pada aku, secara kamu janda beranak satu!' batin Queen memaki kesal.


"Kakak mau duduk disini?" tanya Karina ramah. Tidak ada yang curiga dari orang-orang yang hadir di ruangan tersebut. Karena mereka menganggap sikap Queen dan Karina normal-normal saja. Padahal kenyataannya, mereka tengah bersaing untuk tujuan yang sama. Yaitu Fin Grahatama.

__ADS_1


Karina terlalu mudah membaca gelagat dari Queen. Bertahun-tahun Karina berhubungan dengan yang namanya pelakor. Dia sudah hafal watak dari wanita-wanita seperti itu.


Cukup Ibunya saja yang kecolongan dan pada akhirnya menyerah serta memilih untuk mengakhiri hidupnya.


Segala kepahitan di masa lalu yang membentuk Karina menjadi pribadinya saat ini. Kuat, tangguh dan tidak goyah dengan bertubi-tubi cobaan yang datang secara bersamaan dari berbagai arah.


"Queen, apa kamu mau jadi nyamuk di antara mereka?" tanya Renal yang tiba-tiba datang dari arah belakang dan membawa tubuh Queen untuk dia dudukan pada kursi kosong di sebrang kursi Fin.


"Kak Renal!" pekik Karina. Ada sedikit bahagia di hati Karina saat Renal datang dan menyeret Queen menjauh dari suaminya.


"Tidak lihat apa, Si Fin lagi sebucin apa? Tangannya saja dari tadi nggak lepas dari tangan istrinya!" jelas Renal pada Queen dan membuat hati Queen panas menahan amarah.


"Kalau kamu duduk di sana bisa-bisa istrinya di suruh duduk di atas pangkuannya saking nggak mau jauhnya!" Renal tergelak sendiri membayangkannya.

__ADS_1


Fin tidak menanggapi ucapan Renal. Sementara Devin membuang wajahnya dan pura-pura tidak melihat uncle nya. Devin sibuk memasukkan potongan stroberi ke dalam mulut kecilnya.


__ADS_2