Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Kesal!


__ADS_3

Karina dan Fin saat ini tengah berada di dalam kamar pribadi Fin yang ada di lantai dua rumah utama keluarga Grahatama.


Kamar bernuansa hitam dan abu itu masih dalam keadaan rapi dan terawat meski sudah sangat lama tidak Fin tempati.


Saat Fin pamit pulang, Kiara menahannya dan meminta Fin untuk menginap di sana. Selain permintaan dari Adiknya, sang anak pun merengek tidak mau pulang. Pada akhirnya Fin mengalah dan memilih untuk menginap malam ini.


Devin sendiri tidur di kamar Kiara bersama Raiden dan Ara. Kiara sengaja mengajak Ara dan Devin tidur di atas kasur yang sama, sebelum besok memisahkan mereka untuk satu bulan ke depan.


Di dalam kamarnya seperti biasa Fin tengah mengutak atik notebook miliknya. Fin selalau mengecek ulang pekerjaannya sebelum tidur.


Saat ini, Karina tengah mengganti pakaiannya di ruang ganti kamar Fin. Di dalam ruangan yang luas itu, Karina menurunkan dress yang tadi di pakainya sambil berdiri di depan cermin yang menampilkan seluruh bagian tubuhnya.


Sekat antara ruang ganti dan tempat tidur yang tengah di tempati Fin hanya terhalang pintu kaca transparan.


Catra dapat melihat setiap aktivitas Karina di dalam ruangan itu. Karina memilih salah satu pakaian Fin yang akan di gunakannya untuk tidur. Pilihan Karina jatuh pada kemeja hitam yang panjangnya sebatas paha saat Karina yang memakainya.

__ADS_1


Karina keluar dari ruangan walk in closet kemudian bergabung bersama suaminya, Fin secara diam-diam memperhatikan mimik wajah istrinya.


'Apa yang Queen ucapkan tidak berpengaruh sama sekali untuk, Mommy?' batin Fin saat melihat wajah Karina yang biasa saja walaupun sebelumnya Queen mempertanyakan cincin yang tak kunjung Fin sematkan pada jari Karina.


Fin menarik nafasnya kesal. Ya, Fin saat ini tengah kesal. Entah kenapa melihat Karina yang tidak terpengaruh dengan pertanyaan Queen membuat Fin kesal.


Fin jadi mempertanyakan statusnya di dalam kehidupan Karina. Apa Karina menganggapnya tidak penting? Pikir Fin kembali.


"Daddy, kenapa?" tanya Karina bingung saat Fin menatapnya dengan tajam.


Fin yang awalnya kesal menjadi luluh apalagi setelah melihat wajah istrinya yang kebingungan.


"Maaf, Daddy hanya sedikit kesal." ucapnya meminta maaf sambil mengusap kepala Karina serta mengecup sekilas bibir lembut favoritnya.


"Daddy kesal sama, Mommy?" tanya Karina sambil mengerutkan keningnya. Karina mencoba berpikir keras mengingat tindakan Karina yang mana yang membuat suaminya kesal. Namun sekeras apapun Karina mengingat, dia tidak menemukan jawabannya.

__ADS_1


"Entahlah! Daddy kadang kesal dengan hal-hal sepele! Daddy terlalu sensitif akhir-akhir ini. Mungkin karena seminggu belakangan ini, Daddy bekerja tanpa bantuan, Renal" jawab Fin menjelaskan.


Fin mengembalikan fokusnya pada pekerjaan yang ada di hadapannya.


Karina memilih mengangguk tanpa bertanya kembali. Karina takut membuat Fin kesal untuk kedua kalinya, walaupun masih banyak kebingungan di benak Karina.


Karina bangkit dari atas tempat tidur, kemudian berjalan menuju pintu keluar kamarnya. Saat Karina akan membuka pintu, Fin menghentikannya.


"Mommy mau kemana?" tanya Fin sambil menatap ke arah istrinya.


"Ambil minum, Dad!" jawab Karina.


Fin menutup notebook miliknya dan membuka kacamata bacanya kemudian menyimpannya di atas nakes samping tempat tidurnya.


Fin beranjak dan menghampiri istrinya.

__ADS_1


"Biar Daddy yang turun!" ucapnya sambil membuka pintu untuk keluar. Karina menurut. Dia kembali naik ke atas tempat tidurnya.


__ADS_2