Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Jangan buat Mommy kecewa!


__ADS_3

"Tante, titip Queen!" pintanya sambil menggenggam tangan Fin.


Fin bergeming, belum menjawab pertanyaan dari Nada. Fin tersenyum sambil mengelus tangan wanita yang di panggilnya Tante tersebut secara lembut. Saat Fin akan menjawab permintaan dari Nada, tiba-tiba seseorang datang.


"Daddy!" panggil seseorang dari balik pintu masuk ruangan Nada. Saat ini Karina tengah masuk ke dalam ruangan tersebut.


Nada menatap bingung pada wanita yang berdiri di depan pintu masuk ruangan nya.


"Mommy sudah bangun?" tanya Fin lembut sambil berjalan menyambut kedatangan istri nya.


Fin lilitkan tangan nya melingkar pada pinggang ramping istrinya. Dia membawa Karina kehadapan Nada.


Nada masih dengan wajah bingung nya.


"Tante ini Karina, istri ku!" Fin memperkenalkan Karina pada Nada.


Karina dengan sopan menunduk sambil membawa tangan wanita paruh baya itu untuk dia kecup sebagai salam perkenalan.


"Salam kenal Tante, saya Karina!" ucap Karina lembut.


Nada tersenyum hangat melihat Fin bersanding dengan wanita sopan seperti Karina.


"Saya Nada." ucap nya memperkenalkan dirinya.


"Fin, Tante tidak tau kalau kamu sudah menikah!" serunya sambil mengelus punggung tangan Karina yang belum di lepaskannya.


"Kami menikah dua bulan yang lalu. Tidak ada pesta ataupun perayaan, kami hanya menikah di kantor catatan sipil!" jelas Fin pada Nada.


"Karina tidak mau publik mengetahui identitas nya," lanjut Fin menjelaskan detail nya.


"Ya, kadang di kenal orang membuat privasi kita terganggu," Nada membenarkan keputusan Karina untuk menyembunyikan identitas nya.


Karina mengangguk haru. Dia bahagia ada orang yang mengerti dan paham dengan keputusan yang di ambilnya.


"Tante, selain menjadi seorang suami, aku juga sekarang sudah menjadi seorang Ayah!" lanjut nya menjelaskan status nya.


"Tante ikut bahagia sayang. Mommy dan Papi kamu disana pasti merasakan kebahagiaan yang sama, seperti yang Tante rasakan saat ini." ucap Nada dengan senyum hangat nya.


Fin mengangguk menyetujui perkataan Tante nya tersebut. Sang Mommy pasti sangat bangga memiliki menantu secantik, sebaik dan sepengertian Karina.


Fin yakin, kalau sang Mommy masih hidup dia akan dengan sangat bangga nya memperkenalkan menantu nya tersebut kepada teman-teman sosialita nya. Dan Papi nya, akan sangat memanjakan Devin di sepanjang waktu nya.


Membanggakan cucu pintar dan tampan nya itu, kepada setiap kolega nya. Fin yakin itu. Fin tersenyum di sela-sela khayalan nya akan kehadiran kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Tante di sini sendiri?" tanya Karina karena tidak melihat adanya orang lain selain mereka berdua.


"Begitulah kalau hidup sebatang kara. Tante hanya mempunyai seorang Putri yang selalu sibuk dengan pekerjaan nya." terang Nada dengan mulut yang mengerucut menceritakan hidup nya.


"Tidak masalah Tante! Saya pun dulunya hanya hidup dengan Tante dan anak saya," lirih Karina.


"Saya bersyukur, Tuhan mempertemukan saya dengan pria ini yang sekarang menjadi suami saya!" syukur Karina sambil menatap mata hijau suami nya.


Fin membawa tubuh sang istri masuk ke dalam pelukan nya dan mencium puncak kepala nya.


'Daddy yang bersyukur karena telah di pertemukan kembali dengan Mommy! Daddy tidak akan menyia-nyiakan kebaikan, Tuhan.' batin Fin penuh syukur.


"Jika melihat kemesraan kalian saat ini, Tante jadi teringat mendiang suami Tante." lirih nya di akhiri dengan senyuman kegetiran.


Karina duduk di sebelah ranjang Nada. Dia bawa tubuh rapuh wanita paruh baya itu ke dalam pelukannya.


"Tante tidak sendiri, ada kami disini!" ucap Karina menguatkan Nada.


Karina menatap troli makanan yang masih penuh dan sepertinya belum terjamah sedikit pun. Karina bangkit dari duduk nya kemudian dia bawa nampan berisi menu sarapan itu ke dalam pangkuan nya.


Karina duduk kembali di atas tempat tidur, tempat Nada terbaring. Dia sendok makanan yang ada di hadapannya kemudian memberikan nya pada Nada.


"Aaa!" perintah Karina meminta Nada membuka mulut nya.


"Ssshhh..." desis Karina sambil matanya melotot lucu tidak ingin mendengar alasan dari Nada.


"Ckk," decak Nada pura-pura marah kemudian menyambut sendok yang di sodorkan oleh Karina.


Karina tergelak. Dia menyuapi Nada dengan telaten dan sabar sampai makanan yang di pegang nya tandas tak bersisa.


"Terima kasih, cantik. Tante senang bisa bertemu dengan kalian hari ini!" syukur Nada.


"Ya, kalau ada waktu, aku main kesini lagi!" janji nya.


"Tante, sepertinya sudah saat nya kami kembali." ucap Fin minta undur diri pada Tantenya.


"Wah sayang sekali. Padahal Tante senang bisa bertemu dengan kalian,"


"Nanti aku nengokin Tante lagi. Kita bisa masak bareng kalau Tante sudah sembuh. Oke, Tan!" janji Karina pada Nada.


Nada merekahkan senyum nya. Dia mengantar kepergian Fin dan Karina dengan sebuah senyuman hangat seorang Ibu.


Karina dan Fin keluar dari ruangan Nada dan akan kembali ke dalam kamar Bi Vina untuk mengajak nya pulang.

__ADS_1


"Abang!" panggil Queen. Dia baru datang dan akan masuk ke dalam kamar Ibunya.


"Kamu jangan ninggalin Tante sendirian, kasihan dia kesepian" Fin memperingatkan Queen.


"Aku di telpon manager untuk membahas beberapa hal." terang nya.


"Abang mau kemana?" tanya Queen manja.


Karina mendelik tidak suka, Karina bahkan dapat melihat dengan jelas apa yang di lakukan Queen merupakan upaya untuk memikat suami nya.


Wanita ular! Rubah betina licik!


'Sepertinya kamu belum melihat sisi lain dari seorang Nyonya Grahatama yang terkenal lemah lembut ini!' umpatnya dalam hati. Sudut bibir nya terangkat membentuk seringai licik.


'Aku belajar bertahun-tahun cara menangani pelakor murahan seperti kamu! Terima kasih Eliz! Tanpa dinsadari kamu sudah mengajarkan pelajaran berharga tentang menangani spesies yang sejenis dengan, kamu!' soraknya dalam hati.


"Abang duluan, ya!" pamit Fin pada Queen.


Karina mengaitkan lengan nya pada lengan Fin, bersiap melangkah pergi menuju kamar Bibi nya.


"Abang," lirih Queen pelan.


"Apa lagi, Tuhannn!!!" desis Karina pelan namun masih dapat di dengar oleh Fin. Fin tersenyum lucu mendengar gerutuan istrinya. Fin cubit hidung mungil istrinya itu.


"Mommy... Mommy!" ucap Fin.


Fin menatap kembali Queen yang ada di belakangnya.


"Kenapa, Queen?" Tanya Fin.


"Apa Abang bisa temenin aku buat jagain, Mama?" lirih Queen meminta dengan wajah yang menyedihkan.


"Aku hanya sendiri. Aku tidak punya siapa-siapa lagi," lanjut nya dengan wajah tertunduk sedih.


Alis Karina mengerut, matanya melebar dengan rahang yang mengeras.


'What?' batin Karina.


Karina menatap suaminya menunggu jawaban apa yang akan suaminya berikan. Apakah Fin akan menuruti permintaan Queen dan melupakan janji nya pada Devin?


Kedua tangan Karina mengepal.


'Please, Daddy! jangan buat Mommy kecewa!' batin Karina mengucapkan harapan nya.

__ADS_1


__ADS_2