
Karina membalikan tubuhnya, menatap sang suami yang saat ini tengah membuka kancing kemejanya dengan matanya yang masih menatap Karina penuh minat. Setiap gerakan yang suaminya lakukan, terlihat seksi di mata Karina.
Bagian atas Fin, sudah terbuka seluruhnya menampakan pahatan indah dari tubuh bagian atas miliknya. Dada bidang dengan beberapa otot di bagian perut, hasil dari latihan yang setiap pagi Fin lakukan di lantai tiga rumahnya.
Fin melanjutkan aktivitasnya dengan membuka bagian bawahnya. Mulai dari sabuk, celana dan terakhir yang membungkus milik Fin yang sudah sangat sesak di dalam sana.
Setiap gerakat yang di lakukan Fin pun tidak lepas dari pengelihatan mata Karina. Begitu indah, begitu menggoda. Ingin rasanya tangan Karina mengusap otot-otot yang terpahat indah, yang ada di bagian perut suaminya. Oh, lihatlah! Otaknya sudah mulai tidak waras.
Karina mengerjapkan matanya lucu dengan bulu mata lebatnya yang saling beradu. Dia merutuki otak kotornya. Tapi, jangan salahkan otaknya, karena siapa pun tidak dapat menolak berfantasi jika di suguhi pemandangan indah seperti yang Karina lihat di depannya saat ini. Ya, semua wanita akan berpikiran sama dengannya. Ucap Karina dalam hati.
Fin menurunkan bagian penutup terakhir dari tubuhnya. Dia meraih tangan Karina, kemudian dia simpan di atas miliknya yang sudah menantang, Karina mengerjap kaget.
"Lihatlah Mommy, apa kamu tega membiarkannya?" Sambil membimbing Karina untuk mengusapnya. Sementara Fin terus menikmati sensasi lembut dari tangan istrinya.
Karina menelan salivanya dengan susah payah saat melihat benda besar di hadapannya. Apa itu akan cukup untuk miliknya? Karena tentu saja mulutnya lebih lebar dari pada liang sempit miliknya, pikir Karina.
Selalu perihal itu yang Karina takutkan saat akan memulainya. Sepertinya, jika Karina tidak melawan ketakutannya sendiri, dia tidak akan berhasil melewati malam ini.
Fin menghadapkan kembali tubuh istrinya untuk menatap pemandangan danau di depannya. Fin memandangi punggung polos istrinya dari jarak dua langkah di belakang Karina. Sungguh indah siluet yang ada di depannya. Pencahayaan ruangan yang remang, menambah kesan seksi pada tubuh polos dua insan yang akan memulai ritual malam panas mereka.
Fin mendekat, mendaratkan bibirnya pada leher dan tulang selangka milik istrinya, Karina mendesah. Suasananya benar-benar mendukung untuk Karina pasrah dan mempercayakan segalanya pada sang suami.
__ADS_1
Fokus Fin kini berpindah pada punggung mulus istrinya. Dia mengusap punggung itu dengan sangat lembut membuat Karina merintih menikmati sentuhan suaminya. Mata Karina terpejam dengan tubuh yang bergerak refleks mengikuti irama musik yang Fin putar.
Fin menyeringai, dia memeluk Karina dan menyandarkan kepalanya pada bahu polos istrinya. Fin hirup aroma tubuh istrinya yang selalu Fin rindukan.
Dia mengecup bahu polos itu dengan lembut. Tidak sampai disitu, kecupan Fin pun berlanjut turun menikmati gundukan yang sudah polos tanpa penghalang, setelah dia memutar tubuh istrinya terlebih dahulu agar menghadap padanya.
Fin melepaskan bibirnya dari dada Karina, namun tangannya masih aktif memijat di sana. Karina mengeluarkan desahannya dengan jumlah yang tak terhitung.
Fin kembali mengecup bibir, leher, melewati dua gundukan milik Karina dan berakhir di bagian perut istrinya. Dia hujani beberapa kecupan pada bekas luka operasi sesar yang terdapat di perut mulus Karina, seolah berterima kasih atas perjuangan Karina melahirkan anaknya.
Fin membawa tubuh polos istrinya untuk dia baringkan di atas tempat tidur. Fin pangut mesra bibir tipis istrinya yang sudah membengkak karena ulahnya. Jari tangan Fin, sudah menyentuh bagian luar milik istrinya.
"Kamu sudah sangat basah, Baby."
Setelah puas membelai lekuk tubuh seksi tangannya dia arahkan kembali ke lubang sempit milik sang istri. Ya, lubang itu masih sangat sempit. Fin menggoda dengan lihai di dalam sana membuat Karina mengerang sambil bergerak gelisah.
Dia turunkan kepalanya untuk mengecup milik Karina, kemudian dia gerakan lidahnya secara liar di sana. Karina frustasi dengan apa yang di lakukan suaminya. Dia mencengkram kepala Fin kuat dan menenggelamkan nya di sana.
"Daddy please." rintih Karina yang terdengar sangat seksi di telinga Fin.
"Aku suka saat kamu memohon seperti ini, Mommy!" jelas Fin dengan senyum liciknya.
__ADS_1
"Daddy masuk sekarang!" jelasnya lagi.
Fin mendorong sedikit miliknya dengan sangat lembut dan hati-hati. Karina mengerang dengan menutup mulutnya. Selanjutnya Fin mencoba kembali mendorong dengan sedikit lebih kencang dan membuat Karina berteriak semakin kencang.
Fin bisa merasakan miliknya di cengkram oleh milik Karina dengan sangat kuat.
"Aaaaarghh..." teriakan Karina penuh kesakitan, ketika milik Fin telah masuk sepenuhnya. Karina mencengkram bahu Fin dengan kuat, sehingga meninggalkan beberapa bekas cakaran disana.
Buliran bening keluar dari sudut mata Karina. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat dengan nafas yang terengah-engah. Karina memejamkan matanya, menahan ngilu di bagian bawah miliknya.
Fin mendaratkan kecupannya di dahi dan mata istrinya. Dia menghapus air mata Karina dengan jari tangannya.
"Maaf Mommy!" tulus Fin sambil mengecup kembali kening Karina.
Fin kembali melanjutkan aksinya, namun dengan gerakan yang sangat lembut. Dia mengayun, menghentak, menghujam milik Karina dengan penuh kenikmatan.
"Da... Daddy Mommy, sudahh" erang Karina tidak menyelesaikan kalimatnya.
Milik Karina mencengkram milik Fin dengan begitu kuat, sehingga Fin sudah tidak bisa menolak saat ledakan itu akan tiba. Fin dan Karina mengerang, disusul lahar hangat yang keluar bersamaan memenuhi milik dari Karina.
Fin terkulai lemas di atas tubuh Karina. Dia kemudian menciumi seluruh wajah Karina yang memerah.
__ADS_1
Aktifitas panas mereka belum berakhir. Fin mengulangnya sampai dini hari. Di kamar pribadi mereka, kini dipenuhi dengan erangan dan ******* kenikmatan dari Karina dan Fin.
Karina terheran-heran, kenapa miliknya masih sangat sakit saat di masuki milik Fin? Bukan kah ini bukan yang pertama bagi Karina? Namun Karina hanya menyimpan pertanyaannya sendiri. Dia masih belum mau terbuka perihal masa lalunya, termasuk pada Fin, suaminya.