Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Queen Azzura Arrabella...


__ADS_3

Karina tengah bersiap-siap di dalam kamarnya. Malam ini Karina akan menghadiri acara pesta pemberian nama untuk anak dari adik iparnya,


Setelah selesai mengurus Devin dan memakaikan nya kemeja yang sama dengan Daddy nya, sekarang giliran Karina untuk mempercantik dirinya sendiri.


Karina meminta Fin dan Devin berangkat terlebih dahulu ke tempat acara, karena Devin merengek ingin segera bertemu dengan Ara. Selain itu Fin juga merupakan keluarga inti Kiara satu-satunya yang ada di Indonesia, selain keluarga dari Raiden sang suami. Jadi akan lebih baiknya kalau dia sudah berada di tempat Kiara sebelum acara di mulai.


Karina membuka sebuah box cantik berwarna silver, yang sopir dari kediaman Kiara kirimkan tadi pagi.


Karina sendiri, menitipkan beberapa cake dan makanan ringan untuk camilan Kiara. Karina membuat sendiri camilan tersebut, yang pastinya sehat dan baik untuk Ibu menyusui.


Karina membuka isi box nya. Di dalam box, tersimpan cantik sebuah dress putih berbahan sutra, sebagai dress code acara malam ini. Karina memakai dress tersebut. Panjangnya, tidak lebih dari batas lutut, dengan sebuah tali di bagian bahu.


Terdapat juga bunga kecil warna pastel sebanyak delapan buah di setiap tali yang menempel di bahu Karina. Dress nya sendiri memiliki potongan slip dress yang dapat menonjolkan sisi feminim dari Karina.


Karina terlihat sangat cantik saat menggunakan dress tersebut, apalagi di padukan dengan Stiletto baby pink, sebagai pemanis tambahan dari penampilan nya.


Kedua rambut bagian pinggirnya sedikit di ikat ke belakang, dan rambut bagian belakang di biarkan tergerai indah. Di atas ikatan tersebut di pakaikan jepitan rambut bentuk bunga yang senada dengan Stiletto yang di kenakannya. Tidak lupa clutch cantik berwarna putih dari brand channel yang semakin menunjang penampilannya.


Selain menenteng clutch mahalnya, Karina pun menenteng goodie bag dengan brand mewah dunia sebagai hadiah untuk keponakan nya, saat keluar dari dalam kamarnya.


Isi dari hadiah yang Karina bawa sendiri, merupakan barang-barang keperluan bayi seperti biasanya. Selimut Hermes, dengan seri Avalon Baby Blanket, berwarna cream polet hitam dan Baby Gucci Logo Cotton Gift Set berwarna pink. Karina berjalan keluar dari dalam kamar, saat di rasa semuanya sudah siap. Di depan pintu kamarnya, sudah ada Eca sang pengawal pribadi yang tengah berdiri tegap. Saat melihat Karina ringkih dengan barang bawaan nya, dengan sigap Eca mengambil alih barang-barang tersebut kemudian berjalan di depan sang Nyonya.


Setelah kurang lebih tiga puluh lima menit di perjalanan, akhirnya Karina sampai di Mansion mewah milik keluarga Grahatama yang saat ini ditempati oleh, Kiara.


Karina keluar dari dalam mobil yang di kendarai Pak Deni, di ikuti oleh Eca di belakangnya sambil menenteng hadiah yang Karina bawa.

__ADS_1


Karina menghentikan langkah nya kemudian memalingkan wajahnya kebelakang.


"Kamu tidak perlu membuntuti saya saat di dalam nanti," ucap Karina.


"Cukup perhatikan dari jarak jauh saja, kemudian nikmati pestanya!" lanjut Karina lembut, sambil meraih goodie bag dari tangan Eca.


"Baik, Bu!" ucap Eca membungkukkan tubuhnya sambil menatap punggung sang majikan yang semakin menjauh dari penglihatan nya.


Kiara menggelar pesta dalam rangka menyambut kelahiran sang putri, sekaligus melakukan pemberian nama pada putri mereka. Tamu yang datang tidak lebih dari seratus orang. Hanya keluarga dekat serta sahabat dari Kiara dan suaminya.


Mansion mewah itu, di dekor oleh EO pilihan Kiara, yang tempo hari bertemu dengan Fin saat di hotel. Pesta malam ini, benar-benar mewah. Di bagian pintu masuknya saja, Karina sudah di sambut ribuan bunga mawar putih, pink, dan peach yang sudah di bentuk sedemikian rupa. Di bagian dalam ruangan, dari pintu masuk menuju backdrop beralaskan lantai kaca dengan bunga dan lampu di bagian dalamnya. Di sebelah kanan dan kiri Karina, berjejer bunga segar dengan berbagai macam warna dan bentuk. Selain itu, stand lamp berbentuk bunga besar pun menambah kesan manis pada dekoran tersebut.


Karina mendongak kan kepalanya menatap langit-langit rumah mewah yang Kiara tempati. Di sana, ada ribuan bunga putih panjang menggantung di sepanjang jalan menuju backdrop.


Rambut hitam sepunggung dengan poni di bagian depan, ditambah hidung mungil yang mancung, bibir tipis dan mata bulat berwarna coklat yang indah. Tubuh Karina yang proporsional, membuat gadis-gadis yang malam ini hadir iri dengan Karina. Dada padat berisi dengan bagian pinggul yang menggoda, merupakan impian semua wanita. Namun Karina tidak menyadari dengan kecantikan nya sendiri dan terkesan cuek dengan orang-orang sekitar yang memperhatikan nya. Termasuk sepasang mata zamrud yang tengah menatap dingin para lelaki yang memandangi Karina dengan mata keranjangnya.


Karina tersenyum hangat, saat melihat sang anak berdiri di samping Kiara dan Ara yang tengah berada di dalam baby box yang sudah di dekor sedemikian rupa. Di sana tidak tampak sang suami. Sepertinya Fin tengah menyapa tamu-tamu yang hadir, pikir Karina.


Karina berjalan dengan anggun menghampiri Kiara dan Devin, sang anak. Devin nampak sumringah dengan mata yang berbinar, saat melihat sang Mommy datang.


"Mommy, Adek tantik!" ucap Devin meraih tangan sang Mommy, kemudian mengusap lembut kepala Ara.


"Ya, dia sangat cantik Kakak kalau sudah besar, Adek nya di jagain, ya!" ucap Karina lembut sambil mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi Devin. Devin mengangguk dengan antusias dibarengi dengan senyuman tulus seorang anak kecil.


"Nggak nunggu besar juga, dia sudah dengan posesif nya jagain Adek nya!" sahut Kiara.

__ADS_1


"Persis Daddy nya!" lanjutnya.


Karina tersenyum menatap Devin kemudian menatap Kiara penuh haru, karena sudah menerima dia dan Anaknya dengan hangat.


"Maaf, di jalan macet!" ucap Karina menyesal, sambil dia raih tubuh Kiara untuk dia peluk.


"Tidak masalah, Kakak! Acaranya masih belum mulai!" ucap Kiara sambil mencium pipi kanan dan kiri dari Karina.


"No! Jangan panggil, Kakak!" pekik Karina dengan mulut sedikit mengerucut. Kiara tergelak melihat ekspresi lucu kakak iparnya.


"Kiara, usia kamu dua tahun lebih tua daripada, saya!" lanjut Karina.


"Oke, baiklah Karina. Tapi maaf, Abang akan marah kalau aku cuma panggil kamu dengan sebutan nama," lanjutnya.


"Oh iya, tadi Abang berpesan kalau kamu datang, langsung hubungi, Abang," terang Kiara memberitahu pesan sang Kakak.


"Oh, oke." jawab Karina. Kemudian Karina membungkuk sedikit.


"Devin tunggu sama Aunty dulu ya, Mommy harus bertemu Daddy dulu!" jelasnya pada sang anak yang di jawab dengan senyuman manis yang menampilkan lesung pipi di kedua pipi chubby nya.


Karina menjauh dari Kiara dan sang anak untuk mencari suaminya. Matanya meneliti, mencari sosok suaminya di antara tamu undangan yang datang. Fokus matanya teralihkan saat melihat buket bunga besar, dengan nama pengirim yang tidak asing bagi Karina.


"Queen!" nama kontak dari seseorang yang mengirimkan pesan rindu untuk suaminya beberapa hari yang lalu. Queen Azzura Arrabella, begitulah nama yang tertulis pada buket bunga tersebut.


"Jadi, Queen yang tertulis di kontak hp kamu, adalah Queen si model dari luar negeri itu? Sebenarnya, mempunyai hubungan apa kalian?" lirih Karina sambil menatap karangan bunga tersebut.

__ADS_1


__ADS_2