Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Di usir!


__ADS_3

Setelah di rasa sudah membaik, Karina dan Fin kembali menuju lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya.


Fin membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan tangan yang dia lilitkan pada pinggang Karina dan kepala yang di simpan di atas paha istrinya itu.


Fin merasa lebih baik setelah mencium aroma istrinya. Fin bahkan memejamkan matanya menikmati setiap wangi tubuh istrinya yang masuk melalui indera penciuman nya.


"Daddy, kenapa?" tanya Karina khawatir. Ini kali pertama Karina melihat Fin kepayahan. Fin tipikal orang yang jarang sakit dan jarang mengeluh. Jadi, Karina cukup heran saat melihat sisi lain suaminya yang tidak berdaya, Fin hanya menggeleng, menjawab pertanyaan dari istrinya.


"Apa mungkin, Daddy masuk angin?" tanya Karina kembali dengan kedua tangan yang terus mengurut kepala Fin.


"Sebentar Mommy bawa ob..."


"Nggak! Mommy tetap diam! Daddy terlanjur nyaman." sergah Fin yang semakin melesakkan kepalanya masuk ke dalam perut, Karina.


Karina menurut. Pada akhirnya Karina hanya diam di tempat dengan tangan yang berpindah menjadi mengeluas lembut punggung Fin.


Tepukan serta elusan yang Karina lakukan seperti elusan seorang Ibu yang tengah menenangkan anaknya yang sedang sakit. Nyaman dan menenangkan. Pada akhirnya, Fin terlelap di atas pangkuan istrinya.


Setelah di rasa suaminya benar-benar terlelap, Karina menggeser kepala Fin dan memindahkan nya ke atas bantal.


Karina ikut membaringkan tubuhnya, di samping tubuh sang suami. Fin kembali memeluk Karina dan mengendus aroma tubuh Karina, dengan kepala Fin yang menyelusup masuk ke dalam sela-sela leher dari istrinya itu.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Karina meraih alam mimpinya. Kegiatan yang padat dari pagi sampai malam membuat Karina kelelahan dan pada akhirnya terlelap dengan nyaman disamping suaminya.


#########


Karina dan Fin turun dari lantai dua menuju meja makan. Tampak semua orang sudah menempati tempatnya masing-masing. Termasuk sang anak. Dia sudah duduk dengan rapi di tempat makan samping kursi Fin yang kosong.


"Selamat pagi" sapa Karina ramah. Fin sendiri hanya memasang wajah datarnya tanpa berniat untuk menyapa seperti yang di lakukan istrinya.


Selain Kiara dan Raiden suaminya, di meja makan itupun tampak Queen yang tengah mengotak-atik handphone miliknya. Dia sudah rapi dengan dress seksinya.


Karina dan Fin sendiri sudah berganti kostum dengan menggunakan pakaian formal. Pagi-pagi sekali, Pak Deni datang dan mengantarkan pakaian yang Karina minta ke rumah Kiara. Mereka akan langsung berangkat menuju kantor setelah selesai sarapan.


Karina dan Fin duduk menempati tempat mereka masing-masing.


"Morning, son!" sapa Fin pada sang anak sambil mengusap serta mengecup pipinya.


Devin tersenyum.


"Molning, Dad!" jawabnya.


Hanya Devin yang Fin sapa. Setelahnya, Fin memasang wajah datarnya kembali


"Pagi, Abang!" sapa Queen pada Fin.

__ADS_1


"Hmm," jawab Fin singkat. Queen memutar bola matanya kesal, mendengar jawaban singkat dari Fin. Karina bersorak dalam hati. menyaksikan sendiri bagaimana suami tampannya bereaksi terhadap sapaan Queen.


"Abang kenapa lemas gitu?" tanya sang adik.


"Kecapean! Seminggu ini hampir tiap hari kerja lembur." jawab Fin.


"Emang iya? Bukannya dari dulu kerja sampai larut malam, sudah jadi aktivitas harian Abang?" bingung Kiara.


Fin mengerutkan dahinya, tengah berpikir apa yang adiknya sampaikan. Ya, semua yang Kiara bilang memang benar adanya.


Sebelum menikah dengan Karina, Fin memang hampir setiap hari kerja lembur. Namun belum pernah sekalipun dia mengeluh sakit ataupun memiliki mood yang buruk akan berangkat ke kantor. Berbeda sekali dengan Fin saat ini.


"Abang sepertinya masuk angin." terang Karina."


"Atau mungkin... semalam di ganggu dedemit?" lanjutnya sambil menatap Queen dengan sudut bibirnya yang tersungging sinis.


Queen menghentikan kegiatannya yang tengah mengutak atik telepon genggamnya. Dia mengangkat kepalanya, memfokuskan pandangannya, kemudian menatap Karina dengan tatapan tajam.


"Kakak ih! Masa iya ada hantu di rumah aku?!" pekik Kiara ketakutan.


"Ha... ha... ha..." Karina tertawa lepas. Dia puas sudah menyindir Queen. Sementara Fin hanya menggeleng pelan menyaksikan kelakuan istrinya yang kadang tidak dapat di prediksi.


"Good Morning everybody...!" teriak Renal saat masuk ke dalam ruangan makan, kemudian duduk di salah satu kursi yang masih kosong.


Fin dan Devin memutar bola matanya secara serempak. Mereka berdua tidak menghiraukan kehadiran Renal. Mereka terus fokus menyendok makanan dan memasukan nya ke dalam mulut mereka.


Renal melemparkan serbet yang ada di atas meja.


"Mulut mu ya, lebih pedas dari pada mulut netizen Indonesia!" ucapnya gemas.


"Kak Renal, ih!" pekik Queen yang terkena lemparan dari Renal.


"Habiskan saja rumput yang sedang kamu makan, Queeeeen!" ucapnya mengomentari sarapan Queen yang hanya sarapan dengan salad sayur.


"Ckk," Queen berdecak kesal. Namun dia tidak menanggapi sindiran yang Renal lontarkan untuknya. Dia segera menyelesaikan sarapannya.


#########


Renal, Raiden, dan Fin saat ini tengah berada di lantai dua ruang perpustakaan. Raiden meminta Renal menghandle pekerjaannya selama satu minggu penuh.


Raiden sendiri hanya di Singapura sekitar satu Minggu untuk menemani anak dan istrinya. Setelahnya, dia akan pulang pergi Indonesia-Singapura untuk tiga Minggu sisanya.


Setelah menyelesaikan kepentingannya, Raiden pamit dan pergi meninggalkan ruang perpustakaan yang sekarang hanya menyisakan Renal dan Fin.


"Renal, kamu beneran udah nikah?" tanya Fin saat hanya berdua di ruangan tersebut.

__ADS_1


Renal mengangguk.


"Ya, gara-gara rencana bodoh, ku!" lirih Renal sambil menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruang perpustakaan.


"Terus, istri kamu sekarang dimana? Dia masih bodyguard bini ku kalau kamu lupa!" Fin mengingatkan Renal akan status


Eca.


"Ckk, kamu cari yang baru saja!" jawabnya.


"Aku nggak bisa biarin dia kerja dengan mempertaruh kan keselamatan nya!" lanjut Renal menjelaskan alasannya.


Fin mengangguk paham.


"Tumben kamu waras!" ucap Fin menyindir.


"Kurang ajar banget kamu!" jawab Renal sambil melempar bantal sofa.


"Dia ke Indonesia Minggu depan. Jadi aku masih punya waktu satu Minggu ke depan sebagai pria single!" sorak Renal merasa ada waktu satu Minggu untuk menikmati detik-detik terakhirnya sebagai pria lajang.


"Cckk!" decak Fin.


"Siap-siap saja menjadi santapan singa peliharaan Tuan Alexander! Ingat! Dia anak kesayangan, Tuan Alexander!" ucap Fin memperingatkan Renal sambil berjalan keluar ruangan dan meninggalkan Renal yang tengah mematung memikirkan segala yang Fin ucapkan.


#########


Fin dan Karina saat ini tengah berada di depan mobil yang akan mengantar mereka menuju perusahaan. Fin mempersilahkan istrinya untuk naik, setelahnya Fin naik di tempat kemudi.


Saat mobil itu akan berangkat, tiba-tiba dari arah luar seseorang mengetuk jendela. Karina membuka jendela mobil dan tampaklah Queen di luar mobil tersebut.


"Kenapa?" tanya Fin langsung.


"Abang, aku mmm...,"


"Kenapa?" tanya Fin kembali.


"Apa boleh, aku ikut sama, Abang?" tanya Queen to the point.


"Aku mau ke Grahatama Group juga, kok Bang!" ujar Queen selanjutnya.


"Oke, naik!" jawab Fin singkat.


Queen tersenyum bahagia dan bergegas naik ke dalam mobil Fin. Dia duduk di kursi belakang, karena di depan sudah terisi oleh Karina.


Namun, baru saja Queen akan memasang sabuk pengamannya, tiba-tiba Fin berkata sesuatu yang membuat Queen murka.

__ADS_1


"Queen, maaf! Tolong keluar dari dalam mobil, Abang. Abang benar-benar tidak kuat mencium parfum, kamu!" ujar Fin sambil menutup hidung dan mulutnya dengan tangan.


__ADS_2