
Di sinilah Karina sekarang di dalam sebuah pesawat mewah dengan segala fasilitas eksklusif nya, jet pribadi keluarga Grahatama ini adalah contoh sempurna tentang seperti apa kemewahan di udara. Kamar tidur utama yang merupakan kamar pribadi Fin, berada di hidung pesawat di bawah kokpit. Kamar utama pun di lengkapi home teather dan sebuah sofa double seat berwarna putih menyesuaikan tema kamar tersebut. Tak hanya itu, kamar utama juga dilengkapi walk in closet serta kamar mandi yang di lengkapi shower dengan ukuran besar.
Jet ini memiliki segalanya. Mulai dari lounge, ruang pertemuan untuk rapat, hingga ruang makan mewah lengkap dengan koki bersertifikat.
Karina sendiri bahkan sulit untuk menganggap bahwa yang dia naiki saat ini adalah sebuah pesawat, jika melihat dari interior mewah yang ada di dalam pesawat tersebut.
Jet pribadi bertuliskan Grahatama Group itu telah lepas landas lima belas menit yang lalu, dari Schiphol Airport, Amsterdam sekarang pesawat yang mereka tumpangi akan melanjutkan perjalanan nya menuju tempat tujuan sang Tuan, yaitu Paris, Prancis.
Fin saat ini tengah berada di ruangan tempatnya bersantai. Ruangan tersebut di lengkapi dengan televisi plat, sebuah rak buku besar, serta sebuah lemari anggur yang di penuhi dengan segala macam jenis anggur mewah yang di datangkan dari berbagai belahan dunia.
Karina kembali setelah selesai mengelilingi seluruh bagian pesawat mewah itu. Di lihatnya sang suami tengah duduk dengan elegan, sambil membaca sebuah buku biografi di tangannya dan kacamata baca yang di sangga sempurna oleh hidung mancung nya.
Fin yang menyadari kehadiran Karina lantas menyimpan buku yang tengah dia baca di atas meja dengan kacamata yang dia simpan di atasnya.
Fin bawa tubuh ramping istrinya untuk duduk di atas pangkuannya. Kedua tangannya dia lilitkan di atas perut sang istri, sementara kepalanya dia sandarkan pada punggung mungil nya. Selalu, posisi seperti ini yang menjadi favoritnya setelah menikah dengan Karina.
"Daddy, jam berapa berangkat ke sini?" tanya nya pada Fin.
"Setelah mengantar Devin ke rumah Kiara!" jawab Fin sambil memejamkan matanya.
"Tadi pun berangkat ke Bandara langsung dari rumah, Kiara. Sangat tidak memungkinkan untuk pergi ke Bandara menggunakan mobil pada jam kerja seperi tadi pagi." jelas Fin pada istrinya.
Karina mengerenyitkan dahinya.
__ADS_1
"Lantas, tadi naik apa Daddy ke Bandara?" tanya Karina bingung sambil melihat Fin.
"Heli. Di rumah Kiara kebetulan ada helikopter darurat yang selalu terparkir di dekat lapangan golf," jawabnya enteng.
Karina kadang melupakan statusnya saat ini, kalau dia telah menikahi seorang sultan kaya raya yang hartanya tidak akan pernah habis walau empat belas turunan sekalipun.
Karina menganggukkan kepalan nya pelan, pertanda mengerti apa yang suaminya sampaikan. Fin menurunkan Karina dari pangkuan nya, kemudian dia dudukan tubuh sang istri di sebelahnya.
Fin membaringkan kepalanya pada paha sang istri, kemudian dia pejamkan kedua matanya dengan wajah menengadah ke atas dan tangan nya dia lipat di atas dada.
Wow, sungguh pemandangan yang menakjubkan saat Karina dapat memandangi wajah tampan suaminya dari jarak yang sangat dekat.
Bulu mata tebal dan lentik, alis yang hitam dan rapi, bibir yang sedikit tebal dengan wajah seputih susu, benar-benar sempurna Tuhan menganugerahkan segala kelebihan nya pada sang suami.
Fin mendaratkan sebuah ciuman di sana. Mengecup dengan lembut dan sesekali menciumnya dengan kuat sampai meninggalkan jejak merah di atas perut Karina.
"Daddy..." lirih Karina sambil menarik rambut suaminya lembut.
Fin tidak mengindahkan peringatan Karina, dia terus melanjutkan aksinya. Tangan Fin kini masuk ke dalam kemeja istrinya dan mengangkat kain tipis berenda penghalang gundukan milik istrinya tersebut.
Tangannya asik bermain dengan dua gundukan itu sambil sekali memainkan sesuatu yang sudah mengeras di atasnya.
Gelenyar aneh menghinggapi seluruh tubuh Karina. Jantung nya berdebar tidak karuan setiap mendapat sentuhan tangan dan bibir dari Fin.
__ADS_1
"Daddy..." desah Karina yang hasrat nya sudah memuncak karena ulah suaminya.
Fin tersenyum melihat respon istrinya. Dia mendudukan tubuhnya di samping sang istri, kemudian meraih tengkuk Karina untuk menyatukan bibir mereka memanjakan bibirnya hingga hilang akal.
Fin memiringkan sedikit kepalanya agar leluasa menikmati manisnya bibir Karina. Karina membuka mulutnya menyambut dan memberi akses untuk lidah Fin membelit serta mengabsen bagian dalam mulutnya.
Karina mendorong tubuh suaminya dan melepas pangutan bibir mereka saat di rasa dia sudah kehilangan pasokan oksigen nya saat ini.
Di saat sang istri tengah mencari pasokan oksigen, tangan sang suami dengan lihai membuka kancing baju Karina dan membuang baju nya ke sembarang tempat.
Fin mendaratkan bibirnya pada rahang Karina, kemudian turun menelusuri leher dan memberi beberapa tanda di sana. Fin cukup lama bermain-main di area atas istrinya.
Setelah puas memanjakan bagian atas istrinya, fokus Fin sekarang pindah untuk membuka celana jeans yang tengah Karina pakai. Fin tarik jeans itu keluar dari kaki istrinya. Setelahnya dia membuka satu-satunya kain tipis berenda penghalang di bagian inti dari tubuh Karina.
"Daddy, jangan disini!" lirih Karina pelan saat melihat suaminya tengah membuka pakaiannya.
Fin menghentikan kegiatan nya dan hanya membuka bagian atas pakaian milik nya. Dia merentangkan kedua tangan nya pada Karina agar Karina naik ke dalam pangkuan Fin.
Karina yang paham akan kode yang suaminya berikan lantas naik ke atas pangkuan Fin. Kedua kakinya, membelit pinggang kokoh sang suami, dengan kedua tangan yang melingkar erat di lehernya persis seperti anak Koala.
Fin berjalan menuju kamar pribadi nya. Bibirnya dia daratkan di atas dada Karina. Fin menggoda disana, dengan menggerakan lidah nya membuat pola lingkaran dan sesekali mencium nya. Karina mengerang sambil menekan kepala Fin membuat nya tenggelam di dalam dada milik Karina.
Sementara kedua tangan Fin sibuk memegang bagian belakang milik Karina yang bulat dan padat. Setelah sampai di kamar luas dan mewah yang di dominasi warna gold dan putih itu, Fin baringkan tubuh polos istrinya secara perlahan, di atas kasur size California King. Fin membuka seluruh penghalang di bagian tubuhnya.
__ADS_1
Fin dan Karina mencoba sensasi baru dengan cara bercinta di atas ketinggian. Dia mulai menyerang istrinya kembali dan menuntaskan kegiatan celup-mencelup nya bersama sang istri sampai mereka lelah dan mencapai puncak bersama.