Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Maafkan Mommy, Dad!


__ADS_3

Fin berjalan menuruni anak tangga untuk pergi menuju dapur dan mengambil air minum untuk istrinya.


Fin membuka kulkas dan mengambil air minum dingin untuk dia tenggak sebelum kembali ke lantai dua. Dia perlu mendinginkan pikirannya terlebih dahulu.


Posisi Fin saat ini tengah berdiri di depan lemari pendingin sambil menenggak air mineral yang baru saja di bukanya.


Saat tengah fokus menghabiskan air minumnya, tiba-tiba Fin di kagetkan oleh suara seseorang yang memanggilnya dari arah belakang Fin berdiri.


"Abang..." panggilnya manja.


Siapa lagi orang yang memanggilnya dengan panggilan dan nada seperti itu kalau buka Queen.


Ya, Queen saat ini tengah menginap di kediaman Kiara. Dengan alasan takut kalau harus pulang ke rumah orang tuanya karena sudah malam, Queen meminta izin untuk menginap semalam di rumah Kiara. Sebagai teman, mana tega Kiara membiarkan teman nya pulang dalam ketakutan.


Kamar tamu kebetulan berada di lantai yang sama dengan kamar yang Karina dan Fin tempati saat ini, yaitu lantai dua. Kamarnya pun dekat dengan kamar Fin, hanya terhalang perpustakaan saja.


Fin membalikan tubuhnya sambil menatap orang yang memanggilnya. Dia melanjutkan kegiatan meminum air putih dingin yang sempat terinterupsi karena panggilan dari Queen itu.


Wajah Fin datar dan cenderung biasa-biasa saja.


'Kurang ajar! Kenapa Abang pura-pura tidak tertarik?' batin Queen mengumpat.


'Apa menurut Abang... ini masih kurang seksi?' batin nya kembali.


Queen berjalan menghampiri Fin. Dia berjalan dengan gaya dan menonjolkan bagian-bagian indah pada tubuhnya.

__ADS_1


Pakaian yang Queen pakai saat ini benar-benar membuat orang yang melihatnya sakit mata. Pakaiannya juga sangat tidak layak dia pamerkan di depan suami orang lain.


Queen memakai piyama merah berbahan satin, dengan belahan yang nyaris sampai pangkal paha di salah satu sisinya. Bagian dadanya sangat rendah dengan tali spaghetti di bagian bahunya.


Lelaki mana yang tidak tertarik saat di suguhkan pemandangan seperti itu? Apalagi yang menggunakan baju haram tersebut adalah model internasional yang sudah bisa di pastikan bentuk dan ukuran dari tubuhnya tidak ada tandingan nya.


Saat Fin tidak memberikan respon dan cenderung biasa-biasa saja membuat Queen bertanya-tanya dalam hatinya. Apa yang salah dengan dirinya? Apa dia kurang menggairahkan bagi Fin? Pikir Queen dalam hatinya.


'Oke Abang, sepertinya yang Abang inginkan sebuah sentuhan langsung!!' batin Queen sambil tersenyum licik, dengan mata menatap seseorang yang tengah memperhatikan lantai bawah dari ujung tangga lantai dua.


Queen berjalan berniat mendekati Fin. Saat tiga langkah lagi sampai di hadapan Fin, Fin mengangkat tangan nya dan meminta Queen untuk tidak mendekat.


"Stop, Queen!" pinta Fin dengan tangan memegang kepalanya.


'Sepertinya berhasil!' batin Queen bersorak.


Queen maju satu langkah mencoba mendekat kembali.


"STOP!" bentak Fin. Sekarang wajahnya sudah memerah.


"A... Abang kenapa bentak, aku?" tanya Queen dengan mata yang berkaca-kaca.


"Abang sudah tidak kuat lagi!" ucap Fin membuat sudut bibir Queen merekah.


Sementara di ujung tangga, seseorang tengah terluka.

__ADS_1


Fin menjauh dari hadapan Queen dan berlari menuju wastafel yang ada di dapur.


"Hueekkkkkk," Fin mengeluarkan isi perutnya di atas wastafel.


Queen mendekat, berniat untuk menolong. Namun Fin kembali menghentikan nya dengan tangan yang dia angkat ke udara dan wajah yang masih menghadap wastafel.


"Abang mohon, kamu menjauh dulu dari, Abang! Abang tidak kuat mencium bau parfum kamu, Queen!" pinta Fin pada Queen


"What???" pekik Queen tidak percaya.


Karina turun dari lantai dua dengan tergesa dan langsung menghampiri suaminya.


"Tadi, saat Karina akan kembali ke dalam kamarnya dengan rasa kecewa, tiba-tiba dia mendengar Fin muntah. Dengan melupakan rasa kecewanya, Karina turun dan membantu suaminya.


Karina mengurut leher suaminya pelan.


"Daddy Kenapa?" tanya Karina.


Karina memberikan tatapan meremehkan pada Queen. Karina juga mengangkat tangannya kemudian menggerakkan tangannya ke depan, untuk meminta Queen menjauh dari hadapan suaminya.


Queen menghentak kesal dengan wajah yang memberengut, kemudian pergi menuju lantai atas dimana kamarnya berada.


"Maafkan Mommy, Dad!" tulus Karina pada suaminya.


"Hem?" tanya Fin bingung sambil membersihkan mulutnya.

__ADS_1


Karina hanya menggeleng pelan sambil mengelus punggung suaminya.


'Maaf, Mommy sempat mencurigai, Daddy!' batin Karina.


__ADS_2