Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Mengerjai Renal!


__ADS_3

Senyum Karina memudar.


"Nikmati saja hidup mu yang sekarang! Tidak usah mengusik kehidupan orang lain!" Matanya berkilat.


"Kalau dilihat dari kelakuan kamu sepertinya kamu tidak bahagia dengan pilihan mu?" ucap Karina mengasihani dengan sudut mulut nya mencibir.


Karina melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar. Dari bibir Karina tersungging senyum mengejek saat melihat Lisa kesakitan sambil memegangi rahangnya.


Sebelum pergi dari hadapan Lisa, Karina menatap Lisa untuk terakhir kalinya.


"Terima kasih sudah bersedia menampung sampah yang aku buang!" lanjut Karina berjalan menjauh meninggalkan Lisa yang tengah kesakitan. Kedua tangan Karina dia tepuk ke udara seperti sedang membersihkan debu yang menempel pada tangannya.


Lisa menjerit mengeluarkan sumpah serapah nya. Dia tidak menyangka, kalau Karina akan berani melawannya. Karina yang baru saja ada di hadapannya, bukan seperti Karina yang dia kenal satu tahun yang lahu. Orang-orang menatap Lisa dengan tatapan aneh.

__ADS_1


Di tempat tersembunyi, tidak jauh dari tempat Karina dan Lisa, seseorang tengah mengamati mereka. Dia adalah Eca, pengawal pribadi Karina. Dia tersenyum saat Karina dengan berani melawan, Lisa.


"Emang sekali-kali, cewek songong kaya dia tuh, harus di beri pelajaran fisik!" gumam Eca sambil mengikuti kemana arah Karina pergi.


"Siapa yang harus di beri pelajaran?" Bisik seseorang dari belakang telinga, Eca.


Dengan refleks Eca memelintir kepala, kemudian meraih tangan dari pria yang ada di belakang nya, sambil membanting nya kedepan.


Pria tersebut memekik kencang karena aksi tiba-tiba si perempuan cantik namun memiliki tenaga ekstra itu mengagetkan nya.


Pria tersebut bangkit sambil kedua tangannya menepuk beberapa bagian dari kemeja dan celananya yang kotor.


"Ckk... ckk..." decaknya sambil menatap tajam Eca.

__ADS_1


"Bukan nya... kamu pengawal pribadi Karina? Kenapa kamu malah mengintip di sini?!" Tanyanya pada Eca.


"Tugas kamu itu, jagain dia!" tegasnya lagi. Pria yang Eca banting adalah Renal, sahabat sekaligus asisten pribadi dari Fin.


Eca maju beberapa langkah menghampiri Renal. Namun, dengan refleks Renal memundurkan tubuhnya dengan kedua tangan dia simpan di depan tubuhnya, menahan agar Eca tidak mendekat kembali.


Eca tidak menghiraukan peringatan Renal. Dia terus maju, dan berhenti tepat di hadapan Renal. Dengan gerakan secepat kilat, Eca raih tangan itu kemudian menguncinya di belakang tubuh Renal. Tangan Eca masih memegang lengan Renal, dan tubuh rampingnya menempel tepat di belakang punggungnya. Kepala Eca, dia condongkan melewati leher, Renal.


Kemudian Eca berbisik tepat di telinga Renal.


"Bukannya, ... kamu asisten pribadinya, Pak Fin?! Tugas kamu, melayani Pak Fin, bukan mengintip di sini!" desis Eca membalikan pertanyaan Renal, sambil meniup telinga Renal secara sensual. Renal meremang, dengan kedua mata yang tertutup. Eca menyeringai, merasa apa yang di lakukan nya berhasil.


Dia lepaskan kedua tangan Renal, kemudian dia pergi begitu saja, dan mulai mencari Karina untuk dia awasi kembali, dari kejauhan. Eca menormalkan ekspresi wajahnya. Dia pasang kembali walah dingin nan misterius nya.

__ADS_1


Renal mengerjap, saat sadar kalau tangannya telah terbebas dari kungkungan musuhnya. Ya, mulai saat ini Renal akan menganggap Eca sebagai musuhnya. Di saat orang-orang berebut naik ke atas ranjangnya, dengan kurang ajar, Eca malah mengerjainya. Renal bersumpah akan membalas setiap apa yang Eca lakukan padanya hari ini.


__ADS_2