
Namun tiba-tiba Fin menariknya dan menjatuhkan Karina ke atas pangkuannya tangannya dia lilitkan dengan kepala yang bersandar di punggung Karina, Karina memekik kaget dengan aksi tiba-tiba suaminya.
"Biarkan saja Mommy, biar besok saja!" ucap Fin pada istrinya
"Daddy, tangan Daddy kenapa maju-maju seperti ini?" Karina memukul pelan lengan suaminya yang saat ini tengah mengelus perut Karina.
Fin terkekeh mendengar gerutuan istrinya, dia membalikkan Karina sehingga posisi Karina saat ini berhadapan dengan Fin, Fin meraih tengkuk Karina kemudian diciumnya bibir candu yang selalu dia rindukan tersebut, Karina menyambut lidah Fin yang sudah masuk ke dalam rongga mulut dan membelit lidah miliknya.
Tubuhnya selalu berkhianati saat hatinya mengatakan masih meragukan kesungguhan Fin namun fisiknya dengan pasrah menerima setiap sentuhan dari Fin, bodoh sepertinya kata tersebut sangat pantas Karina sematkan pada dirinya sendiri.
Setelah dirasa tidak ada penolakan Fin melanjutkan aksi panasnya, bibirnya mulai turun mencium leher Karina dan meninggalkan beberapa tanda merah di sana.
__ADS_1
Karina mendesah menekan kepala Fin semakin dalam, lihatlah bagaimana Karina membusungkan dua gunung kembar miliknya seakan memberi akses untuk suaminya melakukan lebih.
Dengan senang hati Fin mengabulkan permintaan Karina, tangannya mulai membuka beberapa kancing kemeja teratas Karina, dua gundukan yang tidak terbungkus tersebut menyembul dari balik ke mejanya.
Mata Fin meremang diselimuti gairah, bibirnya mulai turun menyambut dua gundukan yang sedang tegang menantang, ingin segera di belai dan dimanjakan itu, Fin menenggelamkan wajahnya di tengah-tengah kelembutan Karina yang ukurannya luar biasa di luar perkiraan Fin.
Karina bergerak gelisah di atas pangkuan Fin, setiap gerakan yang Karina lakukan, menggesek milik Fin yang sudah menegang sejak awal.
"Mommy" erang Fin saat milik Karina terus menggesek miliknya.
Karina bergerak gelisah dengan kedua tangannya dia gunakan untuk menutup miliknya, tubuh polosnya hanya menyisakan G-string yang membalut bagian intinya itu, membuat mata Fin semakin meremang dipenuhi gairah.
__ADS_1
Tangan Fin turun mengangkat G-string tanpa melepaskannya Karina menggeliat saat tangan Fin dengan begitu lihai membelai dan menyentuh titik-titik sensitif miliknya dan membuat si yang punya mendesah hebat.
"Daddy" desah Karina sambil tangannya memegang tangan Fin dan mencoba menghentikan aksinya, Fin semakin memajukan tubuhnya kemudian meraih dan mencium ujung merah muda yang dari awal sudah menegang ingin lidah Fin manjakan itu.
Karina bergerak semakin gelisah, tubuhnya membusung tangannya menekan kepala Fin dengan kaki yang semakin di bukanya lebar.
Fin tersenyum penuh kemenangan saat dirasa istrinya sudah memberi akses lebih untuk memulai aksinya.
"Daddy please..." mohon Karina. Oh lihatlah bahkan dengan kurang ajarnya mulut itu memohon untuk milik Fin biar segera memasuki miliknya, Karina apa setelah ini kamu masih bisa berdiri di hadapan Fin seolah-olah tidak terjadi apa-apa?
Fin tersenyum dengan permohonan istrinya tentu saja Fin akan mengabulkannya.
__ADS_1
"Mommy mau mencobanya sekarang?" tanya Fin pada istrinya.
Fin memulai aksinya dengan mengusap paha mulus Karina dengan sangat pelan dan lembut, Karina terus mendesah sambil memainkan bibirnya, Fin semakin bersemangat mengeksplor setiap bagian sensitif istrinya, tangan nakal suaminya saat ini akan menyapa gua sempit milik istrinya, jari Fin mulai menyelusup masuk di tengah-tengah namun belum masuk ke dalam intinya hanya di tengah-tengah bagian luarnya saja, mencoba menyapa terlebih dahulu.