Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Akan sangat indah!


__ADS_3

Eliz sudah benar-benar menjatuhkan harga diri Karina ke dalam Palung Mariana tempat terdalam dari pada lautan, saking lelahnya bahkan Karina tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dirinya langsung terlelap.


Fin keluar dari dalam kamar mandi setelah dirasa dia sudah lebih siap seandainya Karina menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan tato mereka atau pertanyaan-pertanyaan dadakan lainnya yang istrinya tanyakan.


Fin hanya memakai handuk yang dia lilitkan di pinggangnya saat keluar dari dalam kamar mandi sudut bibir Fin terangkat saat di lihatnya tubuh sang istri tengah meringkuk di atas tempat tidur.


Fin raih pakaian yang telah istrinya siapkan kemudian langsung memakainya di sana kalau saja Karina bangun saat Fin tengah membuka handuknya sudah bisa dipastikan kalau dia akan berteriak dengan sangat kencang.


Setelahnya, Fin mengambil obat oles yang sudah dia beli di apotik tadi saat perjalanan pulang menuju apartemen, Fin oleskan obat tersebut di atas pipi Karina yang lebam secara lembut, benar-benar lembut karena Fin takut membangunkan tidur nyenyak istrinya.


Setelah selesai mengobati pipi istrinya, Fin pun meninggalkan kamarnya menuju ruangan lain, dia harus menyiapkan sesuatu sebelum istrinya itu bangun.

__ADS_1


Setelah kurang lebih satu jam Karina terlelap akhirnya dia terbangun karena perutnya merasakan lapar, dia edarkan bola matanya meneliti dengan seksama ruangan di sekitarnya, suaminya tidak ada di dalam kamar.


Karina memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum dia memesan makanan dan mengisi perutnya yang lapar.


########


Karina tengah berjalan keluar dari dalam kamar, matanya menangkap siluet indah di depannya. Saat ini suaminya tengah berdiri dengan punggung lebarnya menghadap Karina dan celemek abu terikat di pinggangnya.


Bukan hanya mahir melobi pesaingnya ternyata Fin juga mahir dalam urusan masak memasak seperti malam ini di mana Fin tengah menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.


Karina mematung menikmati keindahan di depan matanya, bulu mata indahnya saling bergesekan pelan seiring dengan mata Karina yang memelankan kedipannya, tidak ingin melewatkan sedikit pun momen saat suaminya tengah memasak.

__ADS_1


Ingin rasanya Karina memotret momen langka tersebut dimana sang CEO yang di gilai banyak wanita itu tengah memasak dan terlihat beberapa kali lipat lebih tampan saat dia sedang memakai celemek.


Tunggu dulu, apa saat ini Karina tengah menyombongkan suaminya? jangan bilang kalau Karina sudah masuk ke dalam pesona sang CEO, Karina menggelengkan kepalanya dengan cepat mencoba meraih kembali kesadarannya.


Karina berjalan pelan menghampiri Fin yang masih belum menyadari kehadirannya.


"Masak apa?" Karina berdiri di samping Fin dengan kedua tangan dia lipat di atas dada dan tubuhnya dia condongkan mengintip penggorengan yang ada di depan Fin.


Fin menoleh saat suara lembut sang istri menyapa telinganya, mata Fin memindai istrinya dari atas sampai bawah, lihatlah bagaimana penampilan istrinya saat ini, jangan harap Fin akan membiarkannya begitu saja, apa istrinya itu sedang merayu? pikir Fin.


Karina terlihat sangat seksi dibalut kemeja hitam longgar milik Fin yang panjangnya hanya sebatas paha, rambutnya di ikat bound memamerkan bagian leher putih dan mulusnya yang terekspos, akan sangat indah sepertinya jika Fin memberikan satu tanda merah di leher istrinya.

__ADS_1


__ADS_2