Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Peluang besar..


__ADS_3

Acara ulang tahun perusahaan semakin mendekati hari H. Selama tiga hari terakhir, Fin selalu pulang larut malam. Banyak dokumen yang harus dia cek dan tanda tangani.


Saat berangkat ke kantor pun kadang masih sangat pagi, sehingga tidak ada waktu untuk nya bertemu ataupun bercengkrama dengan sang anak.


Saat Fin berangkat bekerja biasanya Devin belum bangun dan saat pulang bekerja anaknya sudah terlelap tidur. Jangankan sang anak, Karina saja kadang sudah terlelap saat sang suami sampai di rumah.


Walaupun suami istri tersebut bekerja di perusahaan dan kantor yang sama namun mereka hanya bertukar kabar melalui telepon genggam itu pun seperlunya saja.


Karina tidak pernah mengkhususkan diri untuk datang ke ruangan suaminya kecuali sang suami lah yang memanggil nya untuk datang.


Selain itu Fin juga banyak menghabiskan waktu nya di luar perusahaan untuk meeting ataupun mengecek proyek ke lapangan.


##########


Saat jam makan siang, Karina dan beberapa teman satu ruangan nya pergi untuk makan siang di restoran depan perusahaan tempatnya bekerja.

__ADS_1


Salah satu dari mereka ada yang berulang tahun. Sehingga untuk merayakan nya meminta mereka makan di luar area kantor.


Karina berjalan beriringan sambil berbincang. Tidak perlu pergi menggunakan kendaraan untuk sampai di lokasi tempat makan siang, mereka hanya perlu berjalan kaki beberapa meter saja.


Mereka menempati meja yang sudah di pesan sebelumnya. Makanan nya pun tinggal menunggu di hidangkan. Karina mendudukan tubuhnya di atas kursi bersebelahan dengan Nisa. Jika sudah berkumpul seperti sekarang ini, biasanya teman-teman Karina akan mulai bergosip dan memberikan berita terupdate seputar perusahaan. Karina sebagai penyimak akan mendapatkan informasi baru dari obrolan ngalor ngidul para rekan kerja nya.


Seperti sekarang, mereka mulai membicarakan pesta ulang tahun perusahaan yang akan terselenggara kurang dari tiga hari lagi. Mereka sudah mulai membahas perihal pakaian yang akan mereka kenakan. Bagi para karyawan perusahaan tersebut, ulang tahun perusahaan selalu di jadikan sebagai ajang pencarian jodoh. Jodoh yang mereka cari adalah para pengusaha-pengusaha muda yang hadir dan mereka harapkan dapat merubah takdir, kehidupan perekonomian mereka ke depannya.


"Saat ulang tahun perusahaan nanti, kamu mau memakai pakaian adat mana?" tanya Nisa pada Karina.


"Baju adat? Maksudnya?" tanya Karina sambil bergantian melihat teman-temannya seolah mencari jawaban.


Nisa menepuk keningnya.


"Aku lupa, kalau kamu masih anak bawang di perusahaan ini!" jelasnya.

__ADS_1


"Rina jelaskan!" perintah Nisa pada Rina yang duduk di sebelahnya.


"Khem... khem... khem," dehemnya dengan tangan terkepal menutup mulut nya.


"Et da ah, lama kali kau tinggal jelaskan saja padahal!" gemas Mila dengan logat Medan nya yang kental sambil menoyor kepala Rina.


"Ya, maaf!" gerutunya sambil mengerucutkan bibir nya.


Karina hanya tersenyum menanggapi perdebatan teman-temannya.


"Jadi, siapa yang mau menjelaskan?" tanya Karina lembut.


"Saat ulang tahun perusahaan semua karyawan kantor dan tamu undangan menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah," jeda nya. Karina masih menyimak setiap informasi yang Nisa berikan.


"Nah, kalau ada pria dan wanita memakai pakaian adat dari daerah yang sama, mereka bisa maju ke lantai dansa." lanjutnya menjelaskan.

__ADS_1


"Oleh karena itu, kalau pakaian yang kita pakai sama dengan para pengusaha-pengusaha muda yang hadir, itu merupakan peluang besar untuk kita mengobrol dan mendekatkan diri dengan mereka!" sahut Rina dengan wajah sumringah nya.


__ADS_2