Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Menghentikan langkah!


__ADS_3

Karina kembali masuk ke dalam selimut setelah mengetahui kalau yang berada di dalam kamar nya semalam adalah sang suami. Kepala nya yang sakit membuat Karina malas untuk bergerak. Saat ini posisi Fin sendiri tengah menyandar pada dashboard tempat tidur. Dia hanya memakai celana pendek dengan bagian atas tubuhnya yang polos terekspos. Karina memeluk perut sixpack sang suami dengan kepala yang dia tenggelamkan ke dalam pinggang nya.


Kepala Karina sendiri masih sangat sakit karena efek alkohol semalam yang belum sepenuh nya hilang.


"Ssshh..." desis Karina sambil sesekali memijat kening nya.


Fin simpan buku yang tengah di bacanya di sebelah tubuh nya. Dia juga menurunkan kacamata baca nya kemudian menaruh nya di atas nakes sebelah tempat tidurnya.


"Mommy, sini!" perintah Fin sambil menepuk bagian tengah tubuh nya.


"Hem?" tanya Karina bingung dengan kepala yang menengadah menatap netra suami nya.


Fin buka lebar kedua kaki nya dan meminta Karina untuk duduk di tengah-tengah nya. Karina menurut dia pindah ke depan tubuh Fin kemudian duduk membelakangi nya.


Dia tarik bahu istri nya agar menyandar pada tubuh bagian depan, Fin. Karina rebahkan tubuh nya sesuai instruksi dari suami nya. Kemudian Karina jadikan dada suami nya itu sebagai bantalan nya. Kedua tangan Fin di arahkannya ke depan kening sang istri. Dia mulai mengurut nya secara perlahan dengan tempo dan gerakan yang sama. Dari kening bagian dalam ke luar terus seperti itu dengan gerakan teratur tanpa mengeluh sedikit pun. Bahkan dagu Fin dia simpan di atas puncak kepala sang istri sambil sesekali mengecup nya. Karina tersenyum sambil memejamkan mata nya menikmati setiap pijatan yang suami nya berikan.


"Mommy kenapa senyam senyum seperti itu?" tanya Fin saat melihat bibir istri nya tersenyum sepanjang Fin memijat nya.


"Heran saja, CEO yang dingin ini ternyata ahli dalam pijat memijat." gumam Karina masih dengan mata tertutup nya.


"Oh, apa Mommy sedang meminta pijatan di tempat lain?" tanya nya.


"Hemm?" Karina bingung dengan pertanyaan ambigu suami nya.


"Aakh..." pekik Karina kemudian, saat kedua tangan Fin dengan tiba-tiba memijat benda kenyal Karina dari balik bathrobe yang di pakai Karina.


"Daddy!" bentak Karina.


"Bukannya Mommy menginginkan pijatan di tempat lain?" tanya Fin iseng namun dengan wajahnya yang datar.


Karina bangkit dari rebahan nya. Dia membalikan tubuh nya agar berhadapan dengan sang suami. Karina duduk di atas pangkuan sang suami dengan kedua tangan yang dia lilitkan di atas leher Fin.


Karina menggoda suaminya. Dia memiringkan kepala sambil mengibaskan rambut nya ke pinggir. Jari lentik nya mengambil sisa rambut untuk dia selipkan di belakang telinga nya.


Bibir bagian bawah nya dia gigit dengan mata yang sedikit dia sipitkan. Apa yang di lakukan Karina seperti gerakan slow motion yang tidak lepas dari pengawasan mata tajam, Fin.


Karina menurunkan sedikit bathrobe nya. Benda kenyal Karina terekspos sebagian dengan bagian merah muda yang masih tersembunyi di balik bathrobe yang di pakainya. Begitu juga dengan bagian paha Karina, Karina menyingkap nya sampai pangkal paha.

__ADS_1


"Oh, sekarang Mommy sudah berani menggoda?!" tanya Fin.


"Menggoda suami sendiri sah hukum nya, Daddy!" jawab nya.


Kedua tangan Fin di simpan di belakang bokong Karina. Tangan nya aktif meremas bongkahan kenyal milik istri nya itu.


"Daddy..." lirih nya.


Karina mulai menggerakan pinggul nya di atas pangkuan Fin. Karina bahkan dapat merasakan milik Fin mengeras di balik celana pendek yang di pakainya.


"Mommy," desah Fin sambil memejamkan matanya menikmati pijatan dari gerakan yang istrinya lakukan.


Karina tersenyum. Dia menundukan kepala nya kemudian masuk ke dalam leher Fin. Dia kecup leher suami nya secara sensual. Fin meremang tangan nya mulai masuk ke dalam bathrobe sang istri sambil mengusap punggung polos nya.


"Mommy...!" Fin menahan ******* namun sambil menggeram kesal saat sang istri mengecup nya dengan kuat di bagian leher yang Fin yakini akan meninggalkan bekas disana.


Karina memundurkan tubuh nya sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Satu sama, Daddy!" jawab nya membalas kelakuan Fin saat di kantornya dulu yang meninggalkan dua bekas kecupan di leher Karina.


Fin menatap tajam istrinya. Dengan sekali gerakan Fin membalik keadaan. Saat ini Karina berbaring di atas kasur dengan tubuh Fin berada di atasnya.


Kedua tangan Karina, Fin kunci di atas kepala nya, Fin mulai menjamah setiap inci tubuh dari istrinya, Karina mendesah hebat saat jari-jari suaminya mulai membelai, menggoda setiap inci dari inti tubuh nya.


"Daddy, please!" Mohon nya pada Fin dengan wajah yang sudah di selimuti gairah.


Fin tersenyum miring. Dia masih belum mengabulkan permintaan istrinya. Sekarang Fin mulai sibuk bermain-main dengan bagian dua benda kenyal sang istri.


Fin mulai mengarahkan milik nya pada milik Karina yang sudah sangat basah.


Fin menggesek-gesekkan nya naik turun secara teratur. Fin bahkan menggoda Karina dengan hanya memasukan ujung milik nya namun dia tarik kembali dan itu dia lakukan secara berulang.


Karina frustasi! Apalagi dengan keadaan kedua tangan nya yang Fin ikat menggunakan tali bathrobe. Tubuhnya sudah bergerak tidak karuan setiap mendapat serangan kenikmatan dari gerakan-gerakan kecil yang suaminya lakukan.


Karina mengumpat.


Fin tersenyum mendengar umpatan sang istri. Itulah yang dia inginkan. Fin merasakan sensasi lain saat melihat wajah frustasi istrinya dan menunggu istrinya memohon untuk di puaskan.

__ADS_1


"Memohon lah, Baby!" pinta Fin.


Nafas Karina memburu. Dia sudah benar-benar frustasi.


"Daddy, please! I want you!"


"Oke Mommy, ayo kita bersenang-senang!" ucap Fin mengawali pergulatan panas mereka di pagi menjelang siang ini.


##########


Malam ini Fin dan Karina tengah berada di dalam sebuah Mall. Karina mengajak suami nya untuk berbelanja bahan makanan yang akan Karina pakai untuk menyambut kepulangan Bibi nya dari rumah sakit esok hari.


Setelah selesai berbelanja, Karina mengajak suaminya itu untuk menonton film di bioskop seperti kebanyakan anak-anak muda yang menonton bersama kekasih nya.


Fin meraih telepon genggam nya bermaksud menghubungi Renal dan meminta nya untuk menyewa satu bioskop untuk dia dan istrinya menonton.


Namun saat telepon itu tersambung dan Fin baru mengatakan beberapa kata, Karina mengarahkan tatapan tajam nya pada sang suami. Dengan berat hati Fin mematikan telepon genggam nya.


"Mommy, maunya nonton kaya orang-orang!" jelas Karina pada sang suami sambil menunjuk orang-orang yang mengantri membeli tiket.


"Daddy belum pernah melakukan itu semua, Mom! Biasanya Renal yang menyiapkan nya untuk Daddy!" kesal Fin.


Sepertinya dia mulai di kendalikan oleh sang istri.


"Kalau tidak mau, ya sudah kita pulang saja!" final Karina.


"Oke, Daddy kesana sekarang!" Fin berjalan mendekati tempat pemesanan tiket dan mengantri bersama orang-orang.


"Sekalian pop corn nya, Dad!" lanjut Karina.


Setelah lumayan lama mengantri, Fin kembali ke tempat istrinya menunggu. Dia membawa dua pop corn dengan ukuran besar di tangannya.


"Mommy, apakah ini sudah be..." menghentikan langkahnya. Dia mematung. Fin tidak melanjutkan kalimat nya saat di lihatnya sang istri tengah berdiri bersama tiga sahabat nya yang merupakan karyawan di perusahaan yang Fin pimpin.


"Fin"


Mereka semua menatap Fin yang masih mematung di tempatnya. Karina sendiri hanya meringis menyaksikan sebuah kebetulan yang membuat nya kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2