
'Queen? Maksud Tante apa? Jangan sampai...' batin Karina bertanya pada dirinya sendiri.
"Ini tentang Queen, boleh?" Nada bertanya kembali dengan lirih.
Karina mengerjapkan matanya, mencoba mengembalikan fokusnya yang sempat melayang mencari jawaban dari pertanyaan sang Tante.
Karina mengangguk sambil tersenyum. Sebuah senyuman yang terkesan di paksakan. Ya, Karina terpaksa tersenyum di hadapan sang Tante, mengingat kondisi dari Tante nya itu yang tidak stabil saat ini.
"Queen hanya memiliki Tante," Nada memulai permintaannya dengan menceritakan kisah sang anak yang hanya hidup sebatang kara.
Bahkan saat akan menceritakan itu semua, Nada menarik nafasnya terlebih dahulu dengan mata yang menerawang jauh ke langit-langit kamar, ruang inapnya.
Mata Nada berkaca-kaca dengan tangan yang mengerat memegang kedua tangan Karina mencoba mencari kekuatan.
"Sejak masih kecil, Queen sudah kehilangan sosok seorang Ayah. Dia tidak memiliki saudara ataupun kerabat dekat selain keluarga Grahatama," Nada menarik nafasnya kembali, mencoba mengatur nafasnya yang sesak. Dia merasa lelah walau hanya berbicara sepatah dua patah kata.
'Queen hanya memiliki keluarga Grahatama. Ya, itu poin nya!' batin Karina menerjemahkan maksud dari Tante Nada.
Karina mengusap punggung tangan Nada dengan kepala yang dia anggukan untuk menguatkan sang Tante.
__ADS_1
"Pelan-pelan Tante. Tante mempunyai waktu yang panjang untuk menceritakan segalanya pada aku." ucap Karina menenangkan.
Namun sebenarnya hati Karina tidak setenang yang terlihat dari luar. Dadanya berdebar tidak karuan. Otaknya lelah walau tidak sedang berpikir. Karina memaksa otaknya itu untuk tetap berpikiran positif.
"Kalau Tante pergi, Queen benar-benar sendiri." Nada menatap mata Karina.
Degh...
Karina mulai menebak arah pembicaraan dari Tante nya. Kembali Karina menemukan poin tambahan dengan kata kunci 'sendiri' dari segala yang ingin Tante Nada sampaikan, tebak Karina.
"Tante tidak akan pergi!" jawab Karina penuh keyakinan.
'Aku akan memaksa Tante untuk tetap disini!' batin Karina melanjutkan.
"Waktu Tante sudah semakin dekat. Besok atau lusa, bisa jadi Tante sudah pergi," ucapnya ambigu. Nada menceritakan sambil terengah-engah mencoba mengatur nafasnya yang mulai sesak.
"Stop, Tantel aku nggak suka Tante berpikiran seperti itu! Tante akan tetap di sini! Dan Queen akan tetap bersama Tante" tegas Karina namun dengan suara yang masih terdengar lembut.
Karina sudah dapat menebak arah pembicaraan dari Nada.
__ADS_1
"Sekarang, Tante istirahat!" perintah Karina sambil memposisikan kembali sungkup oksigen tersebut dengan benar.
Namun, Nada menahannya. Dia masih belum menyelesaikan urusannya. Nada masih harus menyampaikan sesuatu pada Karina.
"Tan..." pekik Karina saat tangan Nada menahan tangan Karina yang akan memasangkan kembali sungkup oksigen.
Nada menggeleng.
"Tante belum selesai," ucapnya.
"Baiklah, aku akan mendengarkan apa yang akan Tante sampaikan padaku." Karina menurunkan tangannya dari atas wajah sang Tante.
"Tapi setelahnya, Tante istirahat, ya!" Karina memberikan syarat.
Nada mengangguk menyetujui syarat yang diajukan oleh Karina. Dia kembali menatap mata Karina dengan penuh harap.
"Tante hanya akan meminta satu hal sebagai permintaan terakhir, Tante," Dada Nada terangkat untuk menarik nafas panjangnya.
"Tante titip Queen pada kalian. Anggap Queen sebagai keluarga kalian. Dia tidak mempunyai siapa-siapa lagi, selain Tante" ucap Nada menitipkan Queen pada keluarga Grahatama.
__ADS_1
Saat tengah menyampaikan pesan tersebut, matanya berkaca-kaca dengan suara yang bergetar menahan tangisnya.
"Tante jangan khawatir. Tante bisa mempercayakannya padaku." jawab Karina meyakinkan Nada.