Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Kedekatan antara Anak dan Ayah..


__ADS_3

Karina membuka matanya secara perlahan saat merasakan tangan miliknya tertindih tubuh seseorang. Sudut bibir Karina terangkat ke atas, saat manik coklat miliknya menangkap pemandangan indah yang tersaji di depan matanya. Sebuah tubuh mungil tengah meringkuk dalam tidur nyenyak nya dengan tubuh yang terbalut selimut putih. Di samping tubuh mungil tersebut, masih berbaring pula tubuh jangkung seorang pria yang mengenakan kemeja tidur biru dongker nya dengan bagian dada yang terbuka.


Walaupun si pria yang terkenal dingin tersebut tengah terlelap tapi gayanya tetap elegan. Tidur terlentang dengan tangan sebelah kanan dia lipat di atas kepalanya. Sementara bagian pinggang ke bawah terbalut selimut yang sama dengan si mungil yang terlelap di sampingnya.


Dalam kamus si pria tersebut sepertinya tidak ada istilah ngorok ataupun tidur dengan keadaan mulut terbuka. Tuhan mengtakdirkan dia untuk terlahir menjadi seseorang yang sempurna dari berbagai aspek.


Wajah Karina tiba-tiba merona saat tengah asik memperhatikan wajah tampan suaminya. Ingatannya dia tarik kembali pada kegiatan semalam dimana Karina memuaskan sang suami dengan menggunakan mulutnya.


Sesuatu hal baru dan yang pertama kali dia lakukan, namun memiliki sensasi yang berbeda setelahnya. Karina dapat mendengar suara erangan dan ******* kenikmatan yang keluar dari mulut sang suami, di sepanjang kegiatannya mengulum milik suaminya tersebut.


"Mikirin apa, Mom? Pagi-pagi, pipi Mommy sudah merona!"

__ADS_1


Karina tersentak saat suara serak dan berat milik suaminya menyadarkan Karina dari lamunannya. Mata coklat Karina mengerjap lucu.


"Bukan apa-apa, Daddy!" dustanya. Karina bangkit dari atas tempat tidur untuk pergi membersihkan tubuhnya menuju kamar mandi.


Malam tadi, Karina memakai baju tidur sopan yang tidak menyakiti mata orang yang melihatnya. Karina memakai piyama tidur lengan pendek dengan motif garis-garis.


Biasanya Karina tidur dengan hanya menggunakan lingerie seksi pilihan suaminya. Berhubung sang anak tidur di dalam kamar yang sama dengannya, malam tadi untuk pertama kalinya akhirnya Karina bisa memakai pakaian tidur yang jauh lebih layak.


Fin hanya mengangguk pelan dengan kedua mata yang masih menutup erat. Dia gulingkan setengah badannya mendekat ke arah tubuh Devin.


Saat dia mencium wangi tubuh sang anak, hal itu selalu berhasil membawa ketenangan bagi Fin. Fin terlelap kembali. Begitu juga dengan Devin yang semakin nyenyak saat merasakan kehangatan dari sebuah pelukan.

__ADS_1


Karina keluar dari dalam kamar mandi sudah dengan pakaian lengkapnya. Sebuah dress kuning dengan tali spaghetti di bagian pundaknya.


Karina tersenyum hangat saat melihat pemandangan indah di depan matanya. Karina amat sangat bersyukur karena Fin dapat menerima Devin selayaknya anak kandungnya sendiri.


Dia juga berterima kasih, karena sejauh ini Fin tidak pernah bertanya ataupun mengungkit masa lalu Karina yang kelam.


Karina mengambil telepon genggam miliknya dari dalam laci nakes, samping tempat tidumya. Dia arahkan menu di handphonenya pada icon kamera.


Cekrek... Cekrek...


Sebuah foto indah yang memperlihatkan kedekatan antara anak dan Ayah, sudah berhasil di abadikan dalam telepon genggam milik Karina.

__ADS_1


Karina tersenyum manis setelah melihat hasil jepretannya. Dia segera bergegas keluar dari dalam kamar untuk pergi menuju ruang tengah dengan membawa cermin lipat dan sebuah conceller.


Karina simpan cermin dan conceller di atas meja. Dia berlalu pergi menuju kitchen island, membuat lemon tea hangat untuk dia dan suaminya, serta membuat susu untuk sang anak yang di yakininya akan bangun sebentar lagi.


__ADS_2