
Fin terlihat gagah mengenakan Payas Agung yang memiliki warna senada dengan yang di kenakan oleh Karina.
Kalau Karina memakai mahkota lain halnya dengan Fin. Dia memakai ikat kepala dan sebuah bunga cempaka yang terselip di bagian telinganya. Bawahan nya sendiri memakai kain songket mewah dengan keris yang di sisipkan ke dalam kamben.
Itulah yang menyebabkan senyum Robert seketika luntur. Karena atasannya memakai pakaian adat Bali juga.
Harapan Robert untuk bisa berdansa bersama Karina dalam sekejap menjadi sirna. Robert yakin, sang CEO akan meminta perempuan cantik itu untuk menjadi pasangan dansa nya.
Meskipun yang orang lihat Fin membenci Karina karena insiden kesiangan waktu itu, namun Robert dapat melihat cinta pada mata bos nya itu.
Bahkan keyakinan Robert bertambah besar, saat melihat dari warna pakaian yang keduanya pakai dan ekspresi Karina saat melihat seorang wanita berada di samping Fin.
'Sepertinya mereka memang mempunyai hubungan yang khusus,' lirih Robert dalam hati.
Fin menatap Robert dengan tatapan tajam. Fin tidak suka melihat pakaian yang Robert kenakan sama dengan yang sang istri kenakan saat ini. Fin juga menatap tajam pria-pria yang secara terang-terangan memuji kecantikan sang istri.
"Abang!" bisik Queen sambil mengaitkan tangannya pada lengan Fin.
"Kenapa?" jawabnya dingin masih dengan kepala yang menengok ke arah samping menatap Robert penuh intimidasi.
"Kenapa istri Abang tidak ingin identitas nya diketahui publik?" tanya Queen berbisik.
"Dia yang memintanya sendiri" jawabnya singkat.
Apa yang di lakukan Queen dan suaminya tidak lepas dari pengawasan mata tajam Karina. Karina mencoba mengatur nafasnya dan menanamkan pikiran-pikiran positif pada otak negatif nya saat ini.
"Yang berdiri di sebelah bos, model terkenal itu kan?" bisik Rina pada Mila namun masih terdengar oleh Karina.
"Iya, kamu ingat kan saat rapat minggu lalu?" tanya Mila.
"Brand ambassador baru dari Grahatama Cosmetic yang Pak Robert bicarakan itu adalah dia!" jelas Mila.
Rina mengangguk paham. Begitu juga Karina yang baru mendapatkan informasi baru tentang masuknya Queen ke dalam keluarga Grahatama Group.
"Parah! Pak Robert bisa kalah saing kalau saingan nya seperti itu!" bisik Rina sambil menunjuk punggung Fin yang berjalan menuju tempatnya. Mila dan Nisa mengangguk setuju.
"Karina, kok bisa sih baju kamu kembaran gitu sama si bos?" tanya Nisa penasaran. Karina hanya menggedikkan bahunya.
__ADS_1
"Mana aku tahu!" jawab nya singkat.
"Hati-hati, jodoh loh!" celetuk Mila.
"Hush.... Nggak boleh! Dia sudah mempunyai istri." sahut Rina mengingatkan. Karina hanya tersenyum canggung menanggapi sahabat nya.
Para tamu undangan menempati tempat yang sudah di sediakan, begitu pula dengan para karyawan.
Karina mendudukan tubuhnya pada kursi kosong. Tiba-tiba Renal datang menghampiri nya bersama seorang perempuan cantik memakai pakaian adat Batak Toba.
"Karina, apa kamu bisa menemani Ibu Eca, selama acara berlangsung?" tanya Renal formal karena saat ini Karina tengah bergabung bersama karyawan kantor lain nya.
Karina tersenyum manis menatap sang bodyguard pribadi yang malam ini berpenampilan berbeda.
"Tentu saja Pak Renal!" jawabnya penuh keyakinan.
"Ibu silahkan duduk di sini!" Karina mempersilahkan Eca untuk duduk di kursi sebelahnya.
"Te... terima kasih, Bu!" ucapnya gugup.
"Eca, santai saja! Kamu nikmati pesta nya." bisik Karina.
"Maaf, Bu. Terlalu banyak orang asing disini. Saya tidak boleh lengah!" jawabnya kembali.
Karina tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang di lakukan Eca atas perintah suaminya. Karina tidak mempunyai hak untuk melarang nya.
"Kamu cantik memakai pakaian adat itu! Saya hampir nggak ngenalin kamu. Saya kira yang berdiri di samping Kak Renal itu pasangan nya!" celetuk Karina masih dengan bisik-berbisik nya.
Wajah Eca tiba-tiba merona mendengar pujian dari sang majikan. Tapi sepertinya bukan karena pujian juga dia merona. Apa gara-gara Karina menyebut dia pasangan Renal yang membuat pipi seorang Eca merona? Entahlah hanya Eca dan Tuhan yang tau.
"Tumben Pak Bram belum datang! Biasanya setiap tahun beliau selalu duduk berdampingan bersama, Pak Fin." bisik-bisik dari bangku depan.
"Siapa lagi Pak Bram?" gumam Karina pelan.
"Beliau Kakek dari Pak Fin. CEO Grahatama Group sebelumnya." jelas Eca yang membuat Karina mematung dalam sesaat.
"Ka... kakek?" tanyanya.
__ADS_1
"Iya. Namun hari ini beliau berhalangan hadir. Beliau masih di Korea, tempat kelahiran mendiang istrinya." jelas Eca kembali.
"Huh..." Karina menghembuskan nafas leganya.
'Terima kasih, Tuhan! Saya benar-benar belum siap bertemu dengan beliau. Apalagi harus memperkenalkan Devin yang notabene nya tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Saya belum siap menerima segala cemoohan yang mungkin akan beliau lontarkan untuk anak saya.' lirih nya dalam hati.
"Pak Fin maju ke depan!" bisik beberapa karyawan kantor. Ada juga yang menatap ke arah Karina. Ternyata pakaian yang di pakainya menjadi perhatian banyak orang.
"Beruntung sekali kamu memakai pakaian yang sama dengan si Bos! Padahal sebelum-sebelumnya jarang ada karyawan yang memakai pakaian adat yang sama dengan yang di pakai beliau!" ucap seseorang yang duduk pada bangku di depan Karina.
Karina hanya tersenyum canggung. Dia kembali fokus menyaksikan penampilan gagah suaminya yang kini tengah memberikan beberapa kata sambutan.
'Andai saja pernikahan ini diketahui banyak orang, pasti saat ini Mommy yang berdiri di samping Daddy, bukan Queen' lirihnya dalam hati.
Ya saat ini Queen tengah berdiri di atas podium bersama Fin di sebelahnya. Queen menebar senyum cerah nya pada orang-orang yang menatap iri dirinya.
Karina menundukkan kepalanya, pura-pura memainkan telepon genggamnya. Lebih baik Karina pura-pura tidak melihat apa yang akan membuat mood nya hancur.
Fin mulai memperkenalkan Queen sebagai brand ambassador baru dari Grahatama Cosmetic yang di sambut tepuk tangan meriah dari para tamu dan karyawan yang hadir.
Semua orang sudah tentu mengenal Queen. Menjadikan nya seorang BA memang langkah tepat perusahaan dalam mempromosikan produk nya.
Harapan Queen menemani Fin sampai akhir sambutan nya hanya angan-angannya saja. Karena setelah selesai perkenalan, Fin meminta Queen kembali menempati kursinya.
Fin menyelesaikan sambutan nya dengan mata yang sesekali mencuri pandang pada istrinya yang sama sekali tidak memperhatikan nya. Karina terus fokus pada telepon genggam milik nya.
"Mommy!" ucap Fin dari atas podium.
Karina membelalakan matanya mendengar panggilan akrab suaminya menggema di seluruh ballroom tempat di adakannya pesta.
Karina menatap tajam sang suami.
"Apa yang Daddy lakukan?" ucap Karina tanpa suara dan hanya menggunakan gerak bibirnya. Dia panik.
Fin hanya tersenyum sinis dengan sudut bibir sebelah kanan nya tersungging sedikit mengejek.
"Oh, God!" pekik Karina membuat orang-orang yang duduk di sekitar Karina menatap nya dengan tatapan penuh tanya.
__ADS_1