Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Apa semalam tidak cukup?


__ADS_3

Flashback on.


"Abang, kepala aku sakit!" keluh Queen sambil kedua tangan nya bergelayut manja pada tubuh kekar Fin.


"..." Fin bergeming. Dia membawa Queen menuju parkiran tempat mobil nya terparkir.


"Abang, aku nginep di rumah Abang ya?" pintanya pada Fin.


"Bukannya Tante Nada sedang sakit? Kamu pulang ke rumah Tante Nada saja kasihan nanti dia khawatir." ucap Fin sambil memasukan nya ke dalam mobil milik Queen kemudian memasangkan nya sabuk pengaman.


Queen yang merasa di perlakukan istimewa tersenyum cerah ke arah Fin.


"Abang mau kemana?" tanya Queen saat melihat Fin berjalan meninggalkan mobil yang di naikinya.


"Sebentar," Fin berlalu meninggalkan mobil yang di naiki Queen.


Setelah beberapa saat, Fin datang kembali dengan membawa Pak Deni di sebelahnya.


"Queen," panggil nya.


Queen menatap Fin sambil memberikan nya sebuah senyuman manis. Dia bergeser memberi jarak untuk Fin duduk.


"Queen, Pak Deni yang akan mengantarkan kamu pulang." ucapnya membuat Queen mematung pada tempat nya.


"Abang tidak ikut?" tanyanya polos.

__ADS_1


"Mana bisa Abang ikut." terangnya.


"Karina masih di dalam hotel. Abang tidak bisa meninggalkan nya sendirian!" lanjut nya menjelaskan.


Fin tidak mungkin meninggalkan istrinya sendirian, setelah Eca mengalami insiden yang bahkan belum di ketahui siapa pelaku nya. Selain itu, Fin tidak rela jika istrinya menjadi santapan mata-mata liar para lelaki buaya yang menatap tubuh istri nya penuh minat.


Pak Deni masuk ke dalam kursi kemudi.


"Hati-hati ya, salam pada Bibi." ucap nya sebelum menutup pintu mobil.


Queen tidak menjawab. Dia memberenggut kesal dengan keputusan Catra.


'Kurang ajar! Apa hebatnya perempuan itu?' batin Queen.


Flashback off.


Saat ini Fin dan Karina tengah berada di dalam salah satu kamar hotel tempat acara ulang tahun perusahaan berlangsung.


Saat Fin akan membawa Karina pulang menuju rumahnya, tiba-tiba Karina mengeluarkan seluruh isi perutnya. Pada akhirnya Fin memutuskan untuk menginap di kamar khusus miliknya yang ada di Grahatama Cavinton Hotel.


Fin tengah melucuti pakaian milik istri nya yang terkena muntahan. Tubuh polos istrinya membuat miliknya menegang. Fin meraih kembali kewarasan nya kemudian berlalu menuju kamar mandi untuk mengisi air di dalam bathtub dengan air hangat. Fin gendong tubuh polos sang istri untuk di masukannya ke dalam bathtub. Keadaan Fin sendiri saat ini sama polos nya dengan sang istri. Fin bergabung bersama sang istri dan masuk ke dalam bathtub untuk mulai membersihkan tubuh nya dan tubuh istri nya.


Di tempat lain, masih di dalam kawasan Grahatama Cavinton Hotel, dua anak manusia yang tidak memiliki ikatan apapun tengah berbaring dengan saling berpelukan di dalam selimut yang sama.


Mereka adalah Eca dan Renal. Eca terlelap tidur setelah kelelahan dengan efek dari obat perangsang yang orang lain masukan ke dalam minuman yang di berikan kepada Karina. Eca mengorbankan keselamatan nya demi menjaga amanat dari Tuan nya.

__ADS_1


Renal menatap tidur damai wanita yang diam-diam di cintanya itu. Sejak kapan Renal mencintai Eca? Entahlah, Renal pun tidak mengetahui nya. Efek dari obat yang di minum Eca, cukup membuat Renal kewalahan dan hampir membuatnya menyerah. Renal terus melakukan segala cara demi tetap menjaga kesucian dari wanita yang di cintainya. Renal mengusap kepala Eca penuh sayang. Dia juga mengecup beberapa kali puncak kepala nya.


Renal memanfaatkan ketidaksadaran Eca untuk memeluk nya menyalurkan kasih sayang nya. Kalau saja Eca telah sadar sepenuh nya, Renal bahkan tidak dapat membayangkan apa yang akan Eca lakukan padanya.


"Cuma kamu cewek yang aku jaga sepenuh hati ku," ucap si Cassanova yang dalam seminggu bahkan bisa bercinta dengan lima wanita berbeda.


############


Karina di bangunkan oleh sinar matahari yang menyeruak masuk ke dalam kamarnya. Karina bangkit dari tidurnya dengan kedua tangan memegang kepala nya yang sakit.


"Oh, God! Apa yang aku lakukan disini?" Karina panik melihat ruangan yang tidak di kenalinya.


"Dimana ini?" tanyanya bingung.


"Kurang ajar!" umpat Karina saat di lihatnya dia tidak memakai apapun di balik selimut yang membalut tubuh nya.


"Cck... cck..." decak seseorang yang berhasil mengalihkan perhatian Karina.


"Ternyata mengumpat salah satu hobby, Mommy!" ucapnya sambil melipat tangan di atas dada dan berdiri di depan kaca besar yang menampilkan pemandangan indah Ibukota.


"Da... Daddy..." bentak Karina lega, setelah tau kalau yang bersamanya semalam adalah sang suami.


Karina berlari ke arah suaminya berdiri dan melesakan tubuh nya masuk ke dalam pelukan Fin.


"Apa semalam tidak cukup hingga Mommy menggoda dengan berlari kesini tanpa mengenakan pakaian?" tanya Fin membuat Karina menutup dada dan inti tubuh nya menggunakan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2