NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 114. OTEWE


__ADS_3

Satu hari kemudian.


Sebagai permintaan maafnya, Dylan menyiapkan satu paket makan malam romantis dengan Milley. Dia sudah menyewa sebuah kapal pesiar yang di atasnya ada beberapa makanan yang tersaji spesial untuk sepasang pengantin baru itu.


Milley memakai sebuah dress panjang berwarna merah muda, membuat Milley semakin terlihat cantik dengan kulit putihnya tersebut. Mata Dylan sampai tidak berkedip ketika memandang istrinya itu.


"Sayang, kenapa kau cantik sekali?"


"Trus kalau nggak cantik kamu nggak suka sama aku, trus membuangku begitu?"


"Tentu saja tidak, hanya saja malam ini kau terlihat sangat menawan."


Dylan sangat menjaga ucapannya. Ia tidak mau membuat Milley salah sangka atau pun marah kepadanya. Padahal pada kenyataannya ia hanya mengerjai Dylan.


Ia pun sudah menyiapkan satu buah kejutan untuk Dylan malam ini. Namun, Milley masih merahasiakan hal tersebut. Makan malam akhirnya terjadi dengan lancar tanpa suatu kendala apapun. Bahkan hingga mereka memasuki kamar.


Rasa lelah mendera Dylan hari ini. Laporan dari kantor sedikit membuatnya pening. Beruntung ada Jo yang berhasil menyelesaikan hal tersebut. Dylan segera melangkah ke kamar mandi tetapi Milley lebih dulu masuk dengan alasan kebelet buang air kecil.


Padahal kenyataannya saat ini Milley sedang berganti baju dengan sebuah lingerie yang berwarna merah menyala. Sangat kontras dengan kulit tubuh Milley yang seputih susu.


Meski malu-malu, akhirnya Milley keluar dari sana dengan memakai handuk mandi agar tidak terlihat terlalu memalukan. Milley melangkah seolah tidak ada apapun.

__ADS_1


"Lama sekali sayang, kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Dylan khawatir.


"Enggak, kok. Aku tidur dulu, ya," ucap Milley sedikit gugup.


"Hm, tapi kenapa kamu tidur pakai kimono mandi, memangnya mau mandi lagi, trus kemana dress yang cantik tadi?"


"Ha-ah, jadi dressnya yang cantik?"


"Eh, enggak, Sayang. Kamu yang sangat cantik, bukan dressnya."


"Sini biar aku ambilkan piyama tidur untuk kamu, kamu stay di situ aja, ok."


Dylan buru-buru berlari ke walk in closed untuk mengambil piyama. Sampai-sampai ia tidak menghiraukan panggilan Milley barusan.


Meskipun begitu, Milley menunggunya dengan sabar di atas tempat tidur. Beberapa saat kemudian Dylan membawa sepasang piyama dengan warna senada.


Saat langkah Dylan semakin dekat, detak jantung Milley semakin berdegup kencang. Sampai tepukan tangan Dylan membuat kimono mandi milik Milley melo-rot ke samping.


Terlihat saat ini tubuh Milley terbungkus dengan lingerie berwarna merah. Hal itu sukses membuat Dylan menelan salivanya berkali-kali.


Milley menoleh ke arah Dylan, kini terlepas sudah semua kimono yang tadi membalut tubuh Milley. Milley tampak menawan saat memakai lingerie tersebut, hingga tanpa Dylan sadari, Dylan juniornya sudah berdiri tegak dibalik celana milik Dylan.

__ADS_1


"Sa-sayang, kau membuat 'Dia' bangun loh, memangnya kamu mau bertanggung jawab?" tanya Dylan terbata.


Milley yang sedang panas dalam mengangguk, tentu saja Dylan menjadi sangat ber-naf-su malam itu.


"Bersiaplah untuk hukumanmu, sayang," ucap Dylan berbinar.


Dylan yang sudah ikut-ikutan panas dalam segera mendekati Milley. Dengan ganas ia melu-mat bibir merah muda milik Milley. Mencoba mencecap semua rasa yang ada di dalamnya dengan sangat rakus. Merasakan betapa nikmatnya saling menye-sap dan merasakan bibir kenyal milik Milley.


Dylan segera meraih remote yang bisa mengunci pintu secara otomatis. Lalu setelahnya ia mulai menarik tali lingerie yang dipakai istrinya itu hingga satu henta-kan saja, lingerie tersebut sudah jatuh ke lantai.


Tatapannya terpaku pada pemandangan indah yang tersaji di depannya saat ini. Dylan segera melu-mat habis bibir Milley yang selalu menggodanya itu. Setelah puas, ia segera menyusuri setiap jengkal tubuh istrinya itu.


Sementara itu, Milley melakukan hal yang sama. Ia mulai membuka kancing kemeja Dylan satu persatu. Hingga kini ia bertelan-jang dada.


Dylan yang sedang dibakar ga-irah penuh naf-su terus menciumi leher jenjang milik Milley lalu meninggalkan jejak kepemilikan di sana. Setelah puas ia membawa tubuh Milley dan membaringkannya ke atas tempat tidur.


"Oh ...." lenguh Milley ketika jari jemari nakal milik Dylan mencoba mencari puncak bukit miliknya yang masih tersembunyi di balik kain berenda berwarna hitam itu.


Dylan membaringkan Milley penuh kelembutan.


"Bersiaplah untuk menerima hukuman dariku karena sudah beberapa hari ini aku harus puasa karenamu," bisik Dylan tepat di telinga Milley.

__ADS_1


Membuat Milley harus menahan geli karena ucapan Dylan membuat gelenyer aneh menderanya. Tangan Dylan berhasil melepas tiga pengait yang ada di punggung Milley. Hingga tampaklah tubuh bagian atas milik Milley tanpa sehelai benang pun.


Lalu apakah yang akan terjadi? Panas nggak sih, di tempat othor panas banget nih 🤫😆


__ADS_2