NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 71. PENYESALAN


__ADS_3

Setelah mengusir Milley, Dylan memegangi kepalanya yang terus berdenyut. Melihat hal tersebut membuat Rose tersenyum. Lalu ia mendekati Dylan untuk berpura-pura peduli.


"Sayang, kamu kenapa?"


"Entahlah, rasanya sangat menyakitkan."


"Aku ambilkan obat dulu, ya."


Dylan mengangguk, setelah beberapa saat, rupanya Tuan Chryst sudah datang. Dengan wajah memerah ia mendekati Dylan dan langsung menamparnya.


PLAK!


"Kakek? Apa yang sedang kakek lakukan?" tanya Dylan.


"Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan! Aku sudah bosan melihat kau setiap hari tidak ada perkembangan! Bukankah kau meminum obat setiap hari? Tetapi kenapa semuanya tetap sama."


"Perlu kau ketahui Dylan, bahwa Milley mengalami kecelakan bersamamu, dan dia dinyatakan koma. Baru hari ini aku bisa melihatnya kembali dan kau malah mengusirnya!"


Tuan Chryst tidak habis pikir saat ini, ia duduk di samping Dylan.


"Kau tahu wanita tadi adalah calon istrimu, tunanganmu yang sah, dan hanya dia yang mampu mengubahmu menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab, tidak seperti saat ini."


"Menjadi lelaki yang penyakitan dan menyedihkan. Bahkan untuk bertahan hidup saja harus mengkonsumsi banyak jenis obat."


Dylan terdiam di tempatnya. Mulutnya mengatup rapat. Ia duduk dan mencoba mengingat sesuatu yang mungkin akan membuatnya teringat pada gadis tadi. Meskipun pada akhirnya hasilnya tetap nihil.


Meskipun mulutnya mengusir, tetapi ternyata hatinya terasa sakit. Seketika Dylan menjadi Dilema. Lalu sesaat kemudian Ros datang dengan membawakan sebutir obat dan air putih untuk Dylan.

__ADS_1


Tuan Chryst memandang tajam ke arah Rose.


"Kau ... apa yang kau lakukan pada cucuku, hah!"


Rose memundurkan langkahnya untuk sesaat.


"Kau tahu, setiap hari cucuku meminum obat dan tanpa ada perkembangan sampai saat ini.


"Lalu untuk apa ia minum obat setiap hari, kalau tanpa minum obat pun, Dylan juga akan tetap hidup.


Tuan Chryst sudah jengah akan keadaanya sekarang. Mungkin kemarin mereka menyerah karena Milley dibawa pergi oleh Michael ke luar negeri. Saat itu pula dia dinyatakan koma, tetapi hari ini di depan mata kepalanya sendiri, ia melihat bahwa Milley sudah siuman, dan ia tidak lupa terhadap Dylan.


Meskipun semua hutangnya sudah dibayar lunas dan diganti oleh Michael, tetapi di dalam hati kecil Tuan Chryst, ia tetap menginginkan bahwa Milley akan tetap menjadi menantu di rumah itu. Yang menjadi pokok permasalahannya kali ini adalah Rose. Ia harus segera menyingkirkan Rose sebelum semuanya terlambat.


Tidak ada hal yang tidak mungkin kali ini. Semuanya sudah jelas, Milley kembali untuk Dylan. Merasa jengah dengan hadirnya Rose di sana yang merusak pemandangan mata, Tuan Chryst melangkah pergi. Sesaat kemudian, Jo menyusulnya ke belakang.


"Maafkan aku Dylan, aku hanya melakukan tugasku di sini. Aku juga meminumkan obat sesuai arahan dari dokter. Sungguh aku sangat mencintaimu, maka dari itu aku pun menginginkan agar kau cepat sembuh."


Dylan merengkuh tubuh Rose ke dalam pelukannya. Ia tau jika Rose sangat sensitif, oleh karena itu ia mencoba menghiburnya.


.


.


"Mau jalan-jalan atau liat balap motor?" tanya Michael setelah melihat Milley agak tenang.


"Aku ikut kakak saja, yang terpenting bisa lupa sama dia."

__ADS_1


"Oke, baiklah! Pak kita pergi ke area balap yang biasanya!" titah Michael.


Sesuai permintaan dari Michael, sang sopir akhirnya ia membawa Milley pergi ke area balap, tetapi tiba-tiba Milley terkikik geli.


"Kenapa?" tanya Michael bingung.


"Aku kan pakai rok, mana cocok lihat balap."


"Oh, iya. Kalau begitu ikut balap mobil aja gimana?"


"Lah emang Kak Michael bisa?" tanya Milley karena ragu.


Michael hanya bisa mengacak rambut Milley dengan gemas. Melihat hal itu, akhirnya Michael pun ikut tertawa tingkah laku Milley.


"Ya sudah, sebelum ke sana, kita akan belanja pakaian yang cocok buat balap, clear kan?"


"Oke, orang kaya mah bebas!" kelakar Milley.


"Ha ha ha ... dan kamu calon istriku!"


Blush.


Rona merah memenuhi kedua pipinya untuk sesaat. Lalu Michael menggandeng Milley untuk pergi ke sebuah butik.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2