NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 153. BELUM


__ADS_3

Viola memandang hamparan sawah yang terlihat hijau dan menyejukkan di hadapannya. Sejak beberapa hari yang lalu ia sudah memilih pergi dari Ibu Kota menuju Bali untuk menenangkan pikirannya. Entah kenapa Bali sudah menjadi destinasi wisata yang pernah dijalani olehnya.


Sejenak berlari menjauh dari hubungan yang tidak jelas yang sedang ia jalani dengan Michael. Awalnya ia memang merasa kasihan akan tetapi lama kelamaan hal yang tidak ingin ia jalani kini terjadi sudah.


Misi telah berubah ketika ia harus terjebak dalam sebuah ikatan hati dengan seseorang. Awalnya ia mencari saudaranya yang telah lama hilang dan kini ia malah terjebak dengan urusan cinta.


Dering telepon yang sejak tadi berdering sama sekali tidak membuat Viola mengangkatnya. Ia tahu siapa orang yang kurang kerjaan di jam seperti ini. Siapa lagi kalau bukan Michael. Sebanyak apapun ucapan permintaan maaf dari nya tidak membuat hatinya melunak.


Michael kini merasakan perasaannya yang sesungguhnya ketika bersama Viola. Mungkin awalnya ia memang mencintai Milley sampai akhirnya Viola lelah dan menjauhi dirinya. Permintaan maaf kepadanya sama sekali di abaikan olehnya.


Hingga sampai ia mengetahui semuanya dan perasaan untuk Viola sama sekali tidak berubah. Bahagia ketika bersama dan terluka saat berpisah. Bertengkar ketika bertemu, tetapi rindu ketika keduanya saling berjauhan.


"Apa dia masih marah kepadaku?" gumam Michael dari atas tempat duduknya.


Karena merasa di abaikan, Michael mengutus anak buahnya untuk melacak keberadaan Viola.


"Sam, ke ruanganku sekarang!"


"Baik, Bos."

__ADS_1


Samuel adalah orang kepercayaan Michael sejak lama. Ia bertugas di saat-saat terpenting seperti ini. Otaknya yang briliant kadang digunakan untuk meretas sistem pertahanan dan keamanan. Terkadang banyak pula misi yang diemban olehnya secara rahasia. Hampir semua pekerjaan yang dikerjakan olehnya selalu berhasil.


Sam berjalan dengan buru-buru ke ruangan CEO Michael. Pembawaannya yang tegas dan jarang tersenyum membuat orang segan terhadapnya.


Michael mendengar ketukan pintu dari Sam lalu menyuruhnya masuk.


"Masuk, Sam!"


"Baik, Bos."


Setelah cukup lama berbasa-basi dengan Sam, maka Michael langsung memberinya perintah kepadanya.


Michael memberikan sebuah map untuknya lalu setelahnya Sam mengambilnya. Sesaat ia memeriksa map yang diberikan atasannya tersebut setelah paham maka ia segera melakukan tugasnya.


Di Bali.


"Nona, ada telepon dari ibu Anda. Kata beliau sudah berkali-kali telepon darinya tidak Anda angkat."


Viola terkejut akan ucapan asistennya. Ia bergegas mengambil ponsel lalu untuk memeriksanya. Benar saja, ternyata puluhan panggilan masuk yang ia abaikan tadi rupanya berasal dari ibunya.

__ADS_1


"Hallo, Mom. sorry."


"Dasar anak tidak berguna, bisa-bisanya membuat Mama menunggu. Bukankah kamu tahu jika Mama paling benci diperlakukan seperti ini!"


Viola masih terdiam dan menunggu sampai Mamanya mengeluhkan akan sikap Viola yang tidak berubah. Terlalu waspada dengan urusan cinta. Insting seorang ibu mengatakan jika putrinya sedang berurusan dengan cinta.


"Sudahkah Mama mengomelnya?"


"Sudah, cepat katakan siapa lelaki yang kamu maksud?"


"Tidak ada, Ma."


"Bohong, cepat datang ke sini dan lakukan sesuai perintah Mama."


"Ma, Viola tidak ingin pulang sekarang, tolong Mama mengerti!"


"Baiklah kalau itu maumu, tetapi ingat, jangan sampai membuat kondisi kesehatanmu turun atau membuat Mama khawatir."


"Iya, Ma. Maafkan aku untuk hal itu, aku janji semuanya akan baik-baik saja setelah ini."

__ADS_1


__ADS_2