NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 201. HARAPAN KAKEK CHRYST


__ADS_3

Setelah perjuangan panjang, akhirnya nyawa Rose tidak bisa diselamatkan lagi karena sakitnya cukup kronis. Perjuangan yang ia lali selama dua tahun kini berakhir sudah.


Hingga pada akhirnya detik itu juga ia dinyatakan meninggal dunia. Banyak orang yang bersedih akan hal itu. Terutama Alex dan putra semata wayangnya Keandra Alex Sebastian.


"Maafkan aku, Sayang, karena ttdak bisa mengusahakan yang terbaik untukmu," ucap Alex tergugu sambil mengusap nisan Rose.


Sementara itu putranya, Keandra yang saat ini berusia enam tahun berdiri bersama pengasuhnya di belakang Alex. Anak kecil itu tumbuh baik di bawah pengawasan Alex. Beruntungnya Rose tidak memberikan dampak buruk kepadanya.


Setelah sekian lama berada di area pemakaman, akhirnya Alex menggandeng putranya unutuk pulang ke rumah. Meninggalkan sejuta kenangan bersama istri tercinta.


"Keandra, setelah ini mainnya sama papa aja, ya? Karena Mama sudah beristirahat dengan tenang di surga," ucap Alex pada putranya.


"Iya, Pa. Kean juga janji nggak bakal nakal lagi dan belajar yang giat biar bisa bantu Papa."


"Terima kasih, Sayang."


Alex memeluk putranya dengan penuh kasih sayang. Saat menoleh pada kaca mobil, secara tidak sengaja ia melihat mantan istrinya berada bersebelahan dengan mobilnya.

__ADS_1


Ingin rasanya ia menyapanya, tetapi rasa itu ia hilangkan. Apalagi saat ini ia sedang bersama putranya. Namun untuk sejenak, Alex masih terpesona dengan kecantian Eva.


Meskipun ia sudah bercerai dengannya, namun sepertinya rasa cinta untuk Eva masih ada di hati Alex.


"Maafkan aku Eva, karena telah menyakitimu,'" ucap Alex di dalam hatinya.


Sementara itu, Eva yang merasa diperhatikan oleh seseorang segera menoleh. Akan tetapi mobil Alex melaju lebih dulu, sehingga Eva tidak bisa melihat siapa yang baru saja memperhatikan dirinya.


Sopir yang melihat hal itu segera menoleh pada Eva, "Maaf Nyonya, apakah Nyonya ingin tahu siapa yang berada di sebelah mobil kita tadi?"


"Apa kau mengetahui hal itu?"


"Oh," jawabnya singkat.


"Kenapa Alex memperhatikan akuu, tumben? Apa istri barunya tidak becus merawatnya sehingga harus melirik wanita lain?" gumam Eva dengan sadis.


Kini alex yang mengurus putranya seorang diri. Sementara itu, Eva mulai mendekati asisten Jo dengan caranya.

__ADS_1


"Lebih baik menatap masa depan dengan Tuan Jo daripada aku harus memikirkan lelaki yang tidak tahu diri itu," ucapnya kemudian.


Sementara sang sopir yang menyadari hal itu, hanya bisa bergumam sedih.


"Apa Nyonya Eva tidak tahu jika istri muda Tuan Alex sudah meninggal, ya? Ah sdahlah, lagi pula itu urusan dia dengan hidupnya, untuk apa aku ikut campur."


Eva memang lebih sedang menjalin kerja sama dengan Tuan Chryst. Oleh karena itu, ia menjadi sering datang ke perusahaan yang dikelola oleh Dylan. Ada banyak hal yang ingin dia diskusikan dengan asisten Jo di sana.


Beruntung Tuan Chryst tahu akan maksud hati Eva, sehingga ia pun memberikan restunya. Dengan mengelabuhi Jo, Tuan Chryst menyuruh Jo untuk datang ke perusahaan.


Sesuai dengan persetujuan Tuan Chryst dan juga alasan dibalik Eva yang sering datang ke kantornya, dengan terpaksa Jo mengikuti ucapan dari atasannya.


Eva juga akan mengantarkan Jo untuk rencana pengobatan kakinya yang patah. Ia sudah menemukan ada seorang dokter yang mampu membuat kaki palsu prostetik untuknya.


"Semoga saja, dia akan menjadi jodohmu, Jo, Aamiin."


Doa Tuan Chryst untuk orang yang paling berjasa di hidupnya.

__ADS_1


Minta doanya ya reader biar Asisten Jo mendapatkan jodohnya. Aamiin.


BERSAMBUNG


__ADS_2