NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 58. KEBOHONGAN BARU


__ADS_3

Kebenaran yang dia dapatkan membuat Milley sedikit merasa lega. Akhirnya mereka segera pergi keluar ketika mendapatkan kepastian dari dokter. Tidak lupa mereka berterima kasih.


"Nona ...." seru Ryo melihat Milley keluar.


Seketika Milley menoleh ke arahnya. "Eh, maaf siapa, ya?"


Ryo membungkuk hormat.


"Saya laki-laki yang sudah Anda tolong kapan hari ketika di depan ruang administrasi Rumah Sakit," ujarnya sopan.


Milley mencoba mengingat hal tersebut, lalu sesaat kemudian tersenyum.


"Oh, iya aku ingat. Bagaimana keadaan ibumu sekarang?"


"Alhamdulillah sudah membaik, Nona."


"Syukurlah."


"Kalau Nona dan Tuan berkenan, bolehkah ikut untuk menemui beliau. Ibu saya pasti sangat bahagia bila bisa bertemu dengan Nona."


Milley menoleh pada Michael, dan seperti biasa, Michael memberikan ijin kepadanya. Tentu saja Milley sangat berterima kasih saat ini.


"Ayo!" ajaknya bersemangat.


Rasa keraguan yang dimiliki oleh Milley sudah hilang saat ini, kini keduanya tinggal mengikuti kemana Ryo melangkah.


"Permisi ... Bu aku membawa Nona yang baik hati tersebut."


Ibunya Ryo menoleh ke arah mereka. Senyumnya merekah melihat seorang gadis manis disertai lelaki tampan. Milley dan Michael serempak mendekati brankar tersebut.


"Terima kasih banyak, Nak. Berkat pertolongan darimu, Ibu bisa selamat saat ini."

__ADS_1


"Sama-sama, Bu. Semoga saja semuanya menjadi berkah untuk Ibu dan keluarga. Tetap bersemangat dan semoga cepat sembuh."


Akhirnya mereka semua saling bercakap-cakap satu sama lain. Tidak ada kecanggungan antara si miskin dan si kaya saat itu.


🍂Kediaman Tuan Chryst.


Kini Andreas sedang berbicara hal yang penting dengan ayahnya. Semua keterangan ia katakan dengan sejujurnya saat itu, sama sekali tidak ada yang ia sembunyikan.


Sempat ada keraguan disana, tetapi Jo yang memperhatikan sejak awal sangat paham dengan yang dilakukan oleh Andreas saat ini. Bukan mencari uang, tetapi kebahagian yang sejatinya bisa ia raih sejak kecil sedang diperjuangkan olehnya.


Jo tidak menyangka jika Andreas bisa memikirkan hal tersebut, begitu pula dengan Tuan Chryst.


"Apa yang kau katakan semuanya bisa dipertanggungjawabkan?"


"Tentu Ayah, aku percaya semua pernyataan dari anak buahku."


"Baiklah, untuk sementara waktu biarkan semuanya berjalan sesuai keinginannya. Lalu setelah itu, baru kita mengeksekusi hal tersebut."


Tidak ada angin atau pun hujan, Jo menyela pembicaraan mereka.


"Maaf, Tuan. Nyonya Rebecca datang kemari."


Tuan Chryst melihat cctv di depan. Terlihat jika ia datang tidak sendirian, melainkan datang bersama Rose.


"Tuan, lihatlah! Mereka datang seperti dugaan Anda."


"Kita alihkan pembicaraan."


Andreas mengangguk paham. Lalu situasi segera mereka rubah seketika.


"Rose, kamu sudah bersiap untuk semuanya?" tanya Mama Rebecca memastikan.

__ADS_1


"Sudah."


"Good job, aku percayakan semuanya padamu."


Sepasang iblis itu berjalan mendekati ruang kerja Tuan Chryst. Tanpa mengetuk pintu, mereka nyelonong masuk begitu saja.


Kedua mata Rose sudah sembab, begitu pula dengan Rebecca yang sedang berakting.


"Ayah, maafkan untuk kelancanganku ke sini. Aku ingin membawakan berita buruk."


"Berita buruk apa? Cepat katakan!"


"Dylan, ayah ... ia semalam telah melecehkan Rose di klub."


Jo menunduk lalu membisikkan sesuatu tentang kejadian semalam pada Tuan Chryst. "Semalam Tuan Dylan mabuk dan ngamar di sebuah ruangan."


Mata Tuan Chryst membola seketika, dadanya gemetar dan bergemuruh. Giginya gemerutuk.


"Apa yang kau lakukan, Dylan!"


Rebecca membisikkan sesuatu pada Rose, "Lihatlah ketika semuanya bekerja. Bahkan situasi pun mendukung kita."


Rose mengangguk, dalam hatinya bersorak. "Dylan, sebentar lagi kau akan menjadi milikku!"


.


.


..."Merebut dengan cara yang kotor, sudah bisa dipastikan jika pada akhirnya kebahagian semu yang akan mereka dapatkan."...


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2