
"Aku datang ke sini hanya untuk menanyakan apakah ayah memberikan ijin kepadaku, hanya itu saja, kenapa malah menyinggung masalah hati!"
"Hahaha, seharusnya kau berterima kasih kepadaku karena aku benar-benar sangat memperdulikan dirimu. Apa kau sama sekali tidak sadar?"
"Cukup, Ayah. Rasanya aku sangat berterima kasih karena ayah selalu membuatku teringat akan semua kesalahanku, tetapi aku mohon jangan sampai membuat Lena mengetahui semua ini."
"Satu hal lagi, jangan sampai anak-anak tahu akan masalah ini."
"Hei! Tidak perlu kau ingatkan, aku sudah jauh melangkah melebihi semua yang kau inginkan saat ini. Hanya saja kau harus mengerti jika semua yang kau inginkan tidak akan bisa kau dapatkan secara instan."
"Kenapa, kau tidak perlu menanyakan bagaimana rasanya jika kamu diabaikan selama beberapa tahun. Camkan itu!"
Mendengar hal ini Andreas tidak bisa berbuat banyak, yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah berbuat hal seperti rencananya kemarin.
Andreas masih sakit hati dengan tindakan Tuan Chryst yang selalu ikut campur akan urusannya. Meskipun hal tersebut membuat dirinya tersinggung, tetapi ia sebenarnya masih menghormati dirinya.
"Hanya digertak begitu saja sudah tersinggung, dasar anak muda, kurang waras!"
"Ayah!"
Tuan Andreas membuang muka, merasa tidak suka karena ayahnya menyinggung masa lalunya. Apalagi masa lalu tersebut yang membuat ia merasa terus dihantui rasa bersalah sepanjang waktu. Hanya karena rasa cinta yang salah membuat Andreas harus menanggung luka untuk dirinya sendiri.
Tuan Chryst mendekati putranya, berjalan berkeliling untuk melihat seberapa besar perubahan yang sudah terjadi di dalam diri putranya tersebut.
"Memangya kenapa, kamu takut?" tanya Tuan Chryst kepada putranya.
__ADS_1
Andreas hanya terdiam. Ia sama sekali tidak berani mengangkat wajahnya ke depan karena Tuan Chryst terus membahas masa lalunya.
"Elah, kau sama saja masih menjadi pengecut sampai saat ini."
Tuan Chryst berdecih melihat sikap putranya yang ketakutan itu. Mungkin Andreas mengira jika ayahnya mudah di bohongi sekali lagi, tetapi pemikirannya salah. Semenjak ia sakit, ia sudah belajar membaca keadaan. Belum lagi laporan dari Jo yang rutin menganilisis situasi.
"Semua ini pasti ada kaitannya dengan uang, bukan?"
Apalagi yang Andreas inginkan kecuali uang. Meskipun begitu ia cukup miris dengan kehidupan putra satu-satunya itu.
"Punya anak cuma satu, eh cucu juga satu, tapi nasibnya entahlah ... Meskipun pada akhirnya dunia mengatakan jika dia bukan cucuku, aku tidak akan terluka. Sampai kapan pun Dylan tetap cucuku satu-satunya."
Cukup diakui jika sebenarnya Andreas sangat pandai, tetapi ia bodoh soal cinta. Hanya karena permintaan konyol dari mendiang ibunya Morena. Ia malah membuang Lena dan memilih Rebecca sebagai istrinya. Sejak saat itu kehidupannya perlahan hancur saat Rebecca hadir.
"Andai waktu bisa aku ulang kembali, akankah kesempatan emas itu datang?" ucapnya pada dirinya sendiri.
Saat itu Tuan Chryst tidak bisa berbuat banyak.
Keadaan menjebaknya agar ia tetap terdiam dan terbaring lemah di atas tempat tidur. Penyakit yang justru membuatnya bisa berpikiran jernih dan mengetahui mana kawan dan mana lawan, itu membuatnya banyak belajar.
"Tidak mengapa jika dulu aku sempat menjadi orang lumpuh, tetapi setidaknya saat ini hanya engkaulah yang mampu membuat diriku bisa tertawa bahagia," ujar Tuan Chryst bangga pada dirinya yang terlihat di pantulan cermin di hadapannya.
"Ayah, stop berkata seperti itu. Aku sudah benar-benar menyesal dan berniat untuk memperbaiki keadaan, jadi aku mohon doa restu darimu agar aku bisa membuat semuanya bahagia."
Ucapan dari Andreas barusan, membuat Tuan Chryst seolah menemukan jalan terang untuk semua masalah yang sudah terjadi saat ini. Ia sangat tau jika idenya ini masih fresh from the oven.
__ADS_1
Beruntung jauh sebelum pernikahan itu terjadi, ia sudah menyelidiki semua hal yang berkaitan dengan Lena dan Andreas. Jauh di lubuk hatinya ia lebih menyukai kepribadian Lena yang lebih keibuan dibanding Rebecca. Oleh karena itu, ia sangat tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Sebulan sejak ditinggal Andreas pergi, hidup Lena dipertaruhkan. Sepulang bekerja ia dihadang beberapa berandalan, dan hampir saja diperkosa oleh mereka. Beruntung Robby datang sebagai penyelamat.
Berbekal aksi hero dan mulut manis Robby, luka di hati Lena perlahan sembuh. Hingga enam bulan kemudian mereka menikah. Beruntung Robby mendapatkan gadis perawan yang lugu seperti Lena. Sementara itu Andreas hanya mendapatkan wanita bekas orang lain.
Tentu saja di awal pernikahan mereka, ia sudah merasa di tipu, hingga berniat menceraikan Rebecca. Nyonya Morena yang mengetahui hal tersebut marah dan mengancam akan mengambil alih perusahannya jika Andreas bersikap seperti itu.
Saat itu Tuan Chryst tidak bisa berbuat banyak karena ia terkena struk. Sehari-harinya ia habiskan di atas tempat tidur. Hanya Jo yang setia menemaninya saat itu. Sementara itu tonggak kepemimpinan berada di tangan Andreas dan istrinya, Rebecca. Sedangkan Morena selalu mengawasinya dari tempat yang tidak pernah ia duga.
Setelah satu tahun pernikahan, akhirnya Dylan lahir dari rahim Rebecca. Padahal seingat Andreas ia tidak pernah menyentuh Rebecca lalu bagaimana ia bisa hadir saat itu.
Hal lain ditunjukkan oleh Tuan Chryst. Ia menerima kelahiran Dylan. Baginya kelahiran cucu pertama di keluarga tersebut sudah mengobati rasa kecewa saat melihat putranya tidak becus mengurus perusahaannya.
"Andaikan kau bukan cucuku yang sesungguhnya tetapi aku tetap menerima semua nya siap dan kau yang akan mewarisi semuanya."
Tuan Chryst menimang Dylan dengan penuh kasih sayang. Banyak hal yang sudah ia rencanakan untuk masa depan Dylan. Satu hal yang pasti, Tuan Chryst tidak perlu menunggu persetujuan dari semua orang untuk rencana yang sudah ia persiapkan sebelumnya.
Keganjilan demi keganjilan telah Andreas dapatkan di awal pernikahannya. Di mulai dari usia kandungan hingga jarak ke kelahirannya mempunyai selisih yang lumayan. Hanya berjarak enam bulan setelah pernikahan, Dylan lahir.
Akan tetapi, Tuan Chryst tidak pernah mempersalahkan hal tersebut, yang terpenting ada Dylan di sisinya itu sudah lebih dari cukup.
Andreas yang sudah merasa tidak beres tidak bisa berbuat banyak karena ia hanya boneka untuk ibunya. Sementara ia tidak bisa menyayangi Dylan karena bukan darah dagingnya.
"Sebaiknya kau sekarang diam saja dan nikmati semua fasilitas yang sudah aku berikan. Lalukan kepemimpinan dengan versi terbaikmu, dan jangan sampai aku merebut paksa dari tanganmu!"
__ADS_1