
Hari ini Tuan Chryst ingin mengunjungi Milley di rumah sakit. Ia sengaja mengajak Jo kali ini untuk menemaninya. Entah kenapa Tuan Chryst merasa lebih tenang ketika berdampingan dengan asistennya itu.
"Tuan tidak usah khawatir, Nona Milley sudah baik-baik saja, ternyata otak di balik penembakan ini adalah Nona Rose."
"Rose mantan istri Dylan?"
Jo mengangguk membenarkan ucapan Tuan Besarnya.
"Apakah ia masih menyimpan dendam pada cucu dan menantuku?"
"Mungkin saja begitu, Tuan. Karena pada kenyataannya ia terus meneror keluarga Tuan Muda Dylan."
Tuan Chryst tampak menghela nafasnya.
"Sepertinya aku harus berbuat hal lain agar ia jera!"
"Menurut informan yang saya tugaskan, suami Nona Rose, Tuan Alex sedang bermasalah dengan istri pertamanya. Nyonya Eva tidak setuju suaminya menikah dan mempunyai anak dengan Nona Rose, sehingga ada sebuah celah yang bisa kita gunakan jika mau menyerangnya saat ini."
"Aku yakin kau bisa melakukan hal ini, Jo. Semoga saja semuanya akan baik-baik saja."
"Aamiin."
Tidak terasa perjalanan Tuan Chryst dan Jo sudah sampai di Rumah Sakit. Tampak suasana di sana masih lengang karena masih pagi.
"Silakan, Tuan," ucap Jo sambil membuka sebelah pintu mobil untuk Tuan Chryst.
__ADS_1
Pandangan Tuan Chryst terlihat berbeda, ia melihat sosok seperti Milley yang berjalan sambil mengapit lengan Michael.
"Tuan melihat mereka?"
Tuan Chryst mengangguk, " Siapa dia?"
"Biar kita tanyakan langsung kepadanya saja."
Tuan Chryst mempercepat langkahnya agar bisa mengikuti langkah Michael dan Viola yang hampir sampai di dalam mobil Michael.
"Tunggu!" teriak Jo pada Michael yang hendak membuka pintu bagian kemudi.
Sontak Michael dan Viola menoleh secara bersamaan ke arah Tuan Chryst dan asistennya.
Michael mengubah posisinya lalu berdiri di samping Viola. Setelah itu ia memperkenalkan Viola pada mereka. Sebelumnya ia juga berjabat tangan kepada Tuan Chryst dan Jo.
"Kenalkan Tuan Chryst, ini Viola calon tunangan saya dan Viola ini Tuan Chryst orang yang pernah aku ceritakan kepadamu!"
Viola mengangguk setuju lalu memperkenalkan dirinya. Tidak lupa Michael menanyakan ada hal apa yang terjadi sehingga membuat orang sibuk seperti Tuan Chryst sampai merelakan waktunya pergi ke Rumah Sakit.
"Oh, jadi begitu, sebaiknya kita mencari tempat mengobrol."
"Baiklah kalau begitu, mari!"
Keempat orang tadi terlihat berbeda, sehingga Michael berniat untuk menjelaskan semuanya pada Tuan Chryst. Michael paham jika Tuan Chryst merasa terkejut ketika ia mendapati seorang wanita yang mirip dengan Milley.
__ADS_1
Mungkin hidup di dalam bayang-bayang masa lalu tidak akan pernah membuat kita nyaman dan bahagia. Buktinya hal itu malah membuat Michael seolah terjebak dan terkurung di dalam sana.
Beruntung Viola hadir di dalam kehidupan Michael. Setidaknya ada secercah semangat untuk kembali berjuang hidup.
Beberapa saat kemudian, Michael menemukan sebuah tempat yang cocok untuk mengobrol sehingga mereka langsung memesan menu breakfast pagi itu.
"Bagaimana keadaan Anda Tuan Chryst, lama tidak berjumpa."
"Seperti yang kamu lihat, kini keadaanku baik-baik saja."
"Syukurlah kalau begitu. Oh, ya saya juga meminta maaf karena beberapa bulan ini saya seolah menghilang."
"Nah, itu pun kau baru sadar. Apakah kamu memang sengaja ingin menghindariku?"
"Ha ha ha, tentu saja tidak, Tuan Chryst. Hanya saja kesehatanku sedikit menurun sehingga memaksaku agar bersembunyi dalam beberapa waktu."
"Oh, kalau begitu, Nona Viola bolehkah saya meminjam calon tunangan Anda sebentar?"
"Silakan Tuan."
"Kalau begitu ayo ikut aku, Mich."
Michael mengangguk lalu menemani Tuan Chryst untuk pergi.
Lalu hal apakah yang sebenarnya ingin mereka bicarakan pagi itu?
__ADS_1