
Kok berasa nggak rela buat tamat sih, tapi apalah daya, othor harus kejar novel lain. Lagi pula othor juga ikut lomba CEO AMNESIA juga Chat Story Fanfic Lo, siapa tau mau intip.
Yang masih on going ada 2 Lo, cuzz pilih Menantu Laki-Laki Pertama atau Wanita Bahu Laweyan. Ditunggu kedatangannya all reader.
Dah ah, mau lanjutin kisah Michael dan Viola dulu ya. Kasihan kalau mereka nggak happy ending.
......................
"Aku bilang pergi, ya pergi! Kamu nggak tahu bahasa manusia, ya!" teriak Viola kepada suaminya sendiri.
"Aku tahu aku salah, tapi berilah aku kesempatan agar aku bisa membenahi kesalahanku!"
Viola menolak semua sentuhan dari Michael.
"Kamu lelaki paling jahat yang aku kenal Mich! Jika kamu tidak mencintai aku, harusnya tidak perlu menikah denganku!"
"Viola dengarkan aku!" teriak Michael yang mulai kehilangan kesabarannya.
Kini bahu Viola sudah dipegang dengan kedua tangan Michael. Suaranya tertahan ketika Viola dipaksa untuk menatap kedua mata Michael. Seberapa benci hati Viola pada Michael ternyata rasa cintanya sama sekali tidak berkurang.
Tangis Viola akhirnya pecah, Michael yang semakin tidak tega dengan hal itu segera memeluk erat tubuh istrinya. Dielusnya punggungnya agar tangisnya segera mereda.
"Kenapa harus aku?" ucapnya sambil terisak.
"Viola, maafkan aku. Aku tidak bisa berharap banyak lagi tentang hal itu. Akan tetapi aku akan berusaha untuk selalu membahagiakanmu."
__ADS_1
"Apa kau sedang memberiku janji palsu?"
"Kenapa aku harus memberikan janji palsu kalau aku bisa mewujudkan hal yang sesungguhnya kepadamu?"
Viola memberanikan dirinya untuk menatap Michael. Tangan lembut itu mengusap kedua pipi Viola yang masih tersisa air mata di sana.
"Aku berjanji akan mencintaimu setulus hatiku mulai saat ini. Mari kita jalani kembali mahligai pernikahan kita."
Cup.
Michael mencium kedua tangan Viola dengan penuh kasih sayang. Setulus hati yang terpancar dari semua perhatian Michael malam itu sungguh membuat hati Viola luluh.
"Aku memang mencintaimu, akan tetapi jangan salahkan aku akan pergi jika kamu mulai melukaiku kembali."
"Aku berjanji untuk tidak pergi jauh darimu. Aku akan selalu berada di sisimu, menjalani kisah cinta kita berdua dan suatu saat keluarga kecil kita akan lebih lengkap dengan hadirnya buah hati kita."
"Jangan salahkan aku jika suatu saat kau kembali melukaiku, maka akan aku pastikan kau menjadi duda!" ucap Viola dengan kesal di dalam hatinya.
......................
"Apa kabar, sayang?"
"Eh, siapa yang manggil sayang?"
Sontak saja, Jo menjadi salah tingkah. Beberapa bulan sejak kedekatan mereka kini Jo sudah memakai kaki prostetik. Semua ini juga berkat bantuan Eva.
__ADS_1
Kini Eva sedang bersantai di kursi santainya. Ia terkejut ketika ada yang memanggilnya, Sayang.
"Kamu tadi manggil aku gimana?"
"Aduh, kayaknya aku tadi salah manggil deh. Emangnya tadi kamu dengarnya aku bilang apa?"
Eva terkikik geli dengan tingkah Jo. Padahal dengan jelas ia bisa melihat jika di belakang tubuhnya ia sedang membawa buket bunga. Sayangnya dia tidak memberikan waktu untuknya berbicara.
"Tadi kamu bilang, apa kabar Sayang?"
"Oh, ya?"
"Kalau mau bilang cinta, ya tinggal bilang aja kenapa pake malu-malu tapi mau?"
"Eh, ya sudah, aku mau bilang, "Will you marry me?"
"Em, gimana ya?"
Jo masih berharap-harap cemas saat menunggu jawaban dari Eva. Sampai akhirnya ia pun menjawab, "Yes, I want to marry you."
"Yes, yes, yes ...." teriak Jo dengan gembira.
"Akhirnya Jo benar-benar mendapatkan jodohnya di hampir setengah abad hidupnya.
......................
__ADS_1
...Happy Ending All...