NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 121. KEHADIRANKU


__ADS_3

"Lepaskan Nona Milley!" teriak Nanni yang baru saja kembali dari pulang kampung.


Teriakan Milley memang tidak terlalu keras, tetapi Nanni mendengarnya. Beruntung Nanni datang tepat waktu, kalau tidak ia tidak bisa membayangnkan hal buruk akan terjadi pada majikannya itu.


Rebecca hampir saja melukai wajah Milley tetapi ia bisa menghindar, oleh karena itu Rebecca menggunakan cara lain. Namun tetapi satu tujuannya yaitu tetap menyiksa Milley.


Saat melihat Rebecca yang sangat dekat jaraknya dengan Milley, membuat Nanni menyimpulkan suatu hal. Apalagi tadi ia sempat mendengar suara teriakan Milley.


"Ups, astaga Nona Milley terancam!" pekik Nanni di dalam hati.


"Nenek sihir, seharusnya kamu tidak bisa menginjakkan kaki di sini lagi!"


"Biarkan aku membantumu, Nona."


Oleh karena itu, Nanni sangat menjaga langkahnya. Ia berjalan berjinjit karena takut langkah kakinya terdengar, tetapi rupanya gerakannya belum sempat terbaca. Hal itu ia lakukan agar Rebecca tidak tahu jika ia sedang berjalan ke arahnya.


Sebelumnya ....


"Hallo, bisa bicara dengan Nanni?" tanya Jo ketika menghubungi Nanni.


"Iya, saya sendiri, maaf apa ada yang bisa saya bantu?"


"Aku Jo, asisten Tuan Chryst memintamu untuk segera kembali. Saat ini Tuan besar sedang sakit parah di Rumah Sakit."


"A-apa! Kenapa bisa begitu?"


"Entahlah, tetapi demi kebaikan beliau, aku mewakilinya dan meminta dirimu untuk segera kembali ke kota!"

__ADS_1


"Baiklah, Tuan. Saya akan secepatnya kembali ke kota."


"Terima kasih untuk kerjasamanya."


Setelah berhasil menghubungi Nanni, Jo segera melanjutkan tugas selanjutnya. Sebenarnya Tuan Chryst tidak memberikan perintah apapun. Akan tetapi pikiran Jo memberikan sebuah isyarat agar ia memperketat penjagaan di rumah, yaitu dengan membawa Nanni kembali. Setidaknya bisa menjaga Nona Mudanya, Milley.


"Aku harus bergegas, kalau tidak pasti situasi di rumah pasti tidak terkendali," gumamnya.


Ketika Nanni mendapat kabar jika pemilik rumah tempat ia bekerja sakit, maka hari itu juga Nanni memutuskan untuk mempersingkat kepulangannya ke daerah asal dan segera kembali ke Ibu Kota.


"Bagus, semua barang sudah aku kemasi, sebaiknya aku segera berangkat."


Setelah berkemas dan berpamitan ia langsung pergi ke terminal bus. Beruntung bus antarkota yang biasa ia naiki masih ada di lokasi sehingga hari itu juga ia pergi ke Ibu Kota.


Semua itu ia lakukan tentu saja setelah ia memastikan bahwa apa yang diperjuangkan olehnya itu memang yang terbaik. Sejak kecil Nanni sudah terbiasa hidup mengabdi pada sebuah keluarga orang kaya sebagai pembantu, tetapi tidak semua orang memperlakukannya dengan baik.


Hingga sampai suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan olehnya. Suatu hari anak pemilik rumah diam-diam masuk ke kamar Nanni untuk mem-per-ko-sa dirinya. Beruntung ia bisa melarikan diri meskipun bajunya compang camping.


Akan tetapi ia saat ia bertemu dengan Tuan Chryst semua nampak berbeda. Ia selalu bersikap baik pada semua orang. Tidak pernah membedakan satu dengan lainnya.


Dari luar, beliau nampak sangat arogan dan berdedikasi tinggi. Namun, kebaikan hatinya membuat ia bisa bertahan dan terus mengabdi padanya. Hal itu ia alami ketika Milley datang ke rumah tersebut. Ia selalu ramah dan baik pada semua orang termasuk pada semua pelayan yang berada di sana. Sejak saat itu Nanni berjanji akan setia pada Milley.


"Apakabar dengan Nona Milley ya, lama tidak bertemu membuatku merindukan kebaikan dan celotehnya," gumam Nanni sambil memandang ke luar jendela.


Lagi pula ia juga sangat merindukan Nona Mudanya yaitu Milley. Dikabarkan pada saat yang sama ia dan suaminya sudah kembali dari honeymoon di Kepulauan Maldives.


"Semoga aku sampai tepat waktu, entah kenapa rasanya aku ingin menyetir angkot ini lebih cepat!" gumam Nanni saat masih berada di angkutan umum.

__ADS_1


Ada rasa bahagia bercampur rasa tidak tenang di sana. Sehingga selama perjalanan ia sama sekali tidak bisa bersikap tenang.


Rasa khawatir yang mendalam membuatnya semakin ingin cepat sampai. Jika sampai sesuatu yang buruk terjadi, ia pasti tidak akan mengampuni dirinya sendiri.


"Karena aku selalu mendapatkan kebaikan hati mereka, maka aku akan melakukan hal yang sama. Semoga saja masih ada orang lain yang di sana dan menjauhkan segala mara bahaya, Aamiin."


Firasatnya mengatakan jika Nona Mudanya itu, saat ini sedang tidak baik-baik saja, sehingga Nanni memutuskan hari itu untuk pergi ke Ibu Kota.


Lima jam kemudian akhirnya perjalanan panjangnya telah usai. Nanni turun tepat di jalan tepat depan rumah Tuan Chryst. Dari sana terlihat jika keadaan rumahnya sangat sepi. Saat turun, tanpa bertanya pada penjaga rumah, ia terus berlari ke dalam.


"Kenapa aku merasa ada yang tidak beres ya, ah sebaiknya aku berlari saja."


Ternyata dugaannya benar, karena saat ia sampai di dalam rumah, Rebecca sedang mencekik leher Milley.


"Nona Milley ...." teriak Nanni saat melihat ke


Berkat teriakan Nanni, Rebecca menghentikan tingkahnya. Melihat Rebecca lengah, Nanni langsung memukul kepala Rebecca dengan sebuah vas bunga yang berada di sisinya.


Hal itu mengakibatkan dirinya ber-da-rah. Rebecca yang mengetahui hal tersebut berteriak. Ia memaki Nanni yang seenaknya telah memukul dirinya.


"Siapa kau beraninya memukulku!" teriaknya dengan geram.


Milley yang mengetahui jika Rebecca lengah, dengan cepat mulai menghubungi pihak berwajib. Hal itu ia lakukan untuk melindungi dirinya dan Nanni. Pada saat itu hampir semua bodyguard dan semua pengawal sedang dikirim ke Rumah Sakit untuk menjaga Tuan Chryst yang sedang sakit.


Sementara itu Jo dan suaminya sedang berada di perusahaan. Tidak ada orang lagi yang menolong mereka. Maka dari itu Milley langsung menghubungi polisi.


Dylan dan Jo saat ini mereka sudah sampai di perusahaan Anggara corp. Ia tidak menyangka jika Michael juga sudah hadir di sana di antara barisan para pemegang saham.

__ADS_1


Semuanya bersiap untuk melakukan meeting para pemegang saham dan menentukan bagaimana nasib perusahaan ke depannya setelah ini. Meskipun pada akhirnya terjadi beberapa ketegangan, tetapi Michael akan memastikan jika ia akan mengembalikan posisi Anggara corp. tetap aman.


Dylan yang seolah mengetahui sosok Michael hadir di tengah rapat sedikit terkejut. Meski akhirnya ia berterima kasih padanya.


__ADS_2