
Mendapatkan penolakan dari Dylan benar-benar membuat Laura marah besar. Segala macam barang yang ada dihadapannya dibanting tanpa rasa ampun. Ia sungguh merasa jika Dylan benar-benar menginjak harga dirinya saat ini.
"Bagaimana bisa ia menghina kecantikan wajahku ini!" ucapnya geram.
Ia melihat pantulan dirinya di cermin.
"Cermin katakanlah siapa wanita yang paling cantik di bumi ini?" ucapnya halu pada cermin rias yang telah menemaninya selama beberapa tahun terakhir ini.
Namun, bukannya pernyataan cantik, yang ia dapatkan hanyalah wajah cantik Milley yang sedang bersanding dengan Dylan di sana.
"Dasar cermin kurang ajar!" ucapnya kesal.
Serta merta ia segera mengambil botol parfum mewahnya lalu ia hempaskan menuju cermin tersebut hingga membuatnya tercerai berai. Belum lagi suara nyaring yang dihasilkan oleh cermin itu membuat para pelayan di lantai satu segera berhambur naik ke atas.
"Huaaaaa .... kalian berdua sangat jahat kepadaku!" ucapnya kesal.
Para pelayan yang datang ke kamar Laura tercengang dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Ada apa ini!" teriak Mama Laura yang melihat kamar putrinya sangat berantakan.
Laura menoleh ke arah ibunya, lalu tanpa aba-aba ia segera berhambur untuk memeluk ibunya itu
"Mama ... mereka sangat jahat kepadaku!" ucapnya dengan amarah.
"Ada apa ini, Sayang."
Mama Laura mengelus pucuk kepala putrinya dengan lembut. Ia
"Ma-Mama ... mereka sangat jahat, aku benci mereka!"
__ADS_1
Laura tampak uring-uringan setelah bertemu Dylan, terlebih lagi lelaki itu menolak kecantikan yang dimiliki olehnya.
"Memangnya siapa yang membuat kamu uring-uringan seperti ini, Sayang?"
"Hiks ... Hiks ... Hiks ...."
Bukannya menjawab pertanyaan dari Mamanya, Laura malah semakibn mengeraskan suara tangisnya. Tentu saja hal itu membuat Mamanya Laura tidak bisa berbuat banyak. Kini ia hanya bisa membiarkan dirinya menangis sepuas hatinya.
Perlahan ia menggiring putrinya untuk pergi ke balkon. Sementara itu Mamanya memberikan instruksi kepada para pelayan untuk membersihkan kamar Laura yang berantakan itu.
"Sudah-sudah, jangan nangis mulu, ntar cantiknya hilang, nanti cogannya pada kabur gimana?"
Sontak Laura menghapus air matanya. Lalu sesudahnya ia mulai menghirup udara dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan.
"Apa begitu ya, Ma?"
"Kamu bicara apa sih?"
"Hua ... Mama nggak peka!"
Bukannya menjawab ucapan putrinya ia justru semakin membuat putrinya semakin terisak. Tidak mau berasumsi lebih, Nyonya Seila meraih ponselnya lalu menghubungi asistennya.
"Cari tahu tentang apa yang terjadi pada Laura hari ini, jika kamu tidak bisa mencari informasi yang valid, maka jangan pernah muncul lagi di hadapanku! Mengerti!"
"Mengerti, Nyonya."
Setelah memastikan hal tersebut, Nyonya Seila hanya menjadi pendengar setia untuk putrinya.
......................
__ADS_1
Di sebuah warung kopi, seorang laki-laki mendengus kesal karena ia tiba-tiba mendapatkan perintah saat dirinya sedang asyik menikmati permainan seorang wanita penghibur.
"Kenapa wajahmu begitu uring-uringan?" tanya wanita di sebelahnya itu.
"Hadeh, Nyonya besar menyuruhku untuk mencari tahu tentang apa yang terjadi pada putrinya hari ini ...."
"Memangnya dia kenapa, Honey ...."
Laki-laki itu tampak mele-nguh karena permainan wanita itu mampu membuatnya melayang.
"Nggak tahu, seharian uring-uringan katanya ... ugh ...."
"Paling dia patah hati, tuh ...."
"Mungkin saja begitu, uh, permainanmu semakin memabukkan, Honey ...."
"Tentu saja begitu, memangnya apa lagi yang bisa membuatku bahagia kecuali seperti ini," gumam sang wanita penghibur itu.
Bukannya segera melakukan perintah dari atasannya, lelaki itu malah melakukan hal lain untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya.
......................
Sebuah realita kehidupan di sebuah kota besar, pasti ada tempat-tempat yang digunakan untuk berjualan jasa. Seharusnya kita bisa memberantas mereka dan mengembalikan kepribadian mereka dengan membawanya pergi ke dinas sosial.
Namun, kurangnya perhatian dari dinas terkait membuat seolah kegiatan yang mereka lakukan sah dan biasa saja. Miris ... itulah penggambaran yang tepat untuk semua kejadian yang mewabah di negeri tercinta kita.
Semoga setelah ini, masih ada hari terang dan masa depan yang cerah untuk kita semua. Aamiin.
BERSAMBUNG
__ADS_1