
Ternyata alasan yang telah diutarakan oleh Dylan sama sekali tidak bisa diterima oleh Milley. Mungkin Milley menganggap jika rasa ego Dylan yang terlalu tinggi hingga ia bisa berbuat seperti itu.
"Maaf sayang, aku nggak bermaksud untuk tidak menghargaimu, hanya saja aku ...."
Ucapan Dylan terpotong karena Milley hendak beranjak pergi. Ia bahkan sudah berdiri dari tempat duduknya. Sementara itu Milley merasa jengah karena terasa tertipu.
"Sayang, please maafin aku ...."
Dylan tampak serius mengatakan keberatan hatinya saat ini. Namun penjelasan yang ia berikan belum membuat Milley luluh, sehingga Dylan harus bisa berusaha lebih lagi saat ini.
"Sudahlah, kamu memang tidak pernah berubah, aku capek."
Milley menghempaskan tangan Dylan dan lebih memilih untuk pergi dan menghindarinya. Dylan sedari tadi sedang memohon kepada Milley, hanya saja mood Milley belum membaik, sehingga ia pun tidak memperdulikan ucapan Dylan.
Ia lebih memilih untuk pergi ke balkon dan menghirup udara malam. Entah mengapa ia merasa jika menghirup oksigen dalam satu ruangan dengan suaminya membuat amarah di hatinya semakin besar. Oleh karena itu Milley lebih memilih untuk pergi ke balkon.
Sementara itu Dylan memijit pelipisnya karena pening. Tiba-tiba saja ia merasa pusing dan mual. Milley yang mendengar hal itu seolah bingung dengan keadaan tersebut.
"Aku kenapa, ya? Rasanya sungguh pening dan mual," gumam Dylan sambil terus memijat pelipisnya.
Dari arah balkon Milley terus memandangi suaminya. Entah kenapa, semarah apapun dia dengan Dylan, tetap saja ada rasa tidak rela jika Dylan sama sekali tidak mengejarnya.
Sementara itu rasa mual yang terus menyerang membuat Dylan harus berlari ke kamar mandi. Ia ingin muntah tetapi ternyata hanya sedikit cai-ran saja yang keluar. Selebihnya hanya terasa perutnya sedang diaduk-aduk.
Milley yang mendengar suara dari kamar mandi panik dan segera pergi mendekatinya.
"Kenapa lagi, sih?"
Milley akhirnya menyusul suaminya tersebut dan langsung menuju kamar mandi. Dylan terlihat muntah-muntah saat ini. Ia tidak menyangka jika Dylan benar-benar sakit saat ini.
Sejenak perasaan mellow Milley muncul, dengan segera ia memeluk suaminya dengan perasaan haru. Tentu saja Dylan menyambut pelukan hangat dari istrinya tersebut.
"Kamu kenapa?" tanya Milley khawatir.
__ADS_1
Dylan hanya menggeleng saat itu, bagaimana ia bisa mengatakan keadaannya sementara Dylan tidak tahu kenapa dirinya bisa seperti itu. Jawaban Dylan yang asal-asalan membuat Milley semakin khawatir.
"Kamu serius, nggak kenapa-napa?"
Dylan menggeleng, tetapi kepala yang terus berdenyut membuat Dylan kesakitan dan hampir saja oleng. Beruntung Milley cekatan menopang tubuh Dylan.
"Besok ke Rumah Sakit, ya?"
"Untuk apa?"
"Untuk cobain varian menu kantin lah, memangnya buat apa?"
"Sayang, kok gitu sih?"
"Suka-suka aku dong ...." ucap Milley sambil mencibir ke arah suaminya.
Padahal Milley sangat khawatir dengan Dylan. Akan tetapi Dylan yang sangat anti dengan Rumah Sakit harus dibohongi agar ia bisa diajak pergi ke sana.
Sementara itu, sesuatu yang buruk sedang dialami oleh Michael. Ternyata penyakit yang sudah diderita oleh Michael mengakibatkan beberapa ingatannya terhapus.
Karena hal itu pula, ia harus vakum dari dunia bisnis untuk beberapa saat untuk memulihkan ingatannya dan juga kinerjanya. Beruntung ia mempunyai asisten yang sanggup menggantikan tugasnya, jika terjadi keadaan darurat seperti ini.
Begitu pula dengan Viola, keberadaannya yang terus berada di sisi Michael dianggap sebagai Milley. Padahal Viola sendiri tidak paham jika nantinya kesalah pahaman itu akan menyakitinya.
Namun, jika ia mampu bertahan sudah pasti hal itu tidak akan terjadi dan akan membawanya pada sebuah fase baru dalam hidupnya. Hanya saja butuh sebuah perjuangan ekstra untuk bisa bertahan di dalamnya.
Bayangan Milley ternyata tidak terhapus meski ia mengalami amnesia asosidiatif. Apalagi saat
Michael membuka mata yang ia ingat hanyalah Virgo alias Milley. Hal itu membuktikan jika ia sangat mencintai Milley jauh lebih apapun. Maka dari itu, meskipun ia hilang ingatan yang tersisa adalah ingatan tentang mencintai Milley.
"Siapa lagi Milley, kenapa ia terus menyebutnya? Apakah dia kekasih Michael?"
Mungkin itu yang dipikirkan Viola saat itu. Hanya perkataan dari dokter lah yang mampu membuatnya bisa bertahan sampai saat itu.
__ADS_1
"Semoga saja aku bisa membantumu mencari gadis itu, dan kamu cepat pulih sehingga aku bisa cepat pergi," ucapnya dengan tersenyum.
Viola tidak habis pikir dengan gadis yang bernama Milley karena ia tidak tahu, siapa gadis yang dimaksud oleh Michael. Pertemuan mereka saja baru terjadi beberapa kali. Bagaimana mungkin ia tahu privasi Michael.
"Tetapi, jika kamu hanya mengingat gadis itu, artinya kamu memang sangat mencintai dia. Namun, aku harus mencarinya ke mana?"
Banyak sekali pertanyaan yang memenuhi kepala Viola. Sebagai identitas palsu ia hanya bisa mengatakan jika ia adalah kerabat dekat pasien jika pihak Rumah Sakit bertanya padanya. Ucapan Michael yang terus mengatakan jika dirinya adalah Milley sedikit banyak membuat Viola risih.
Meskipun mereka belum dekat, akan tetapi kejadian saat ini membuatnya seolah terjebak dalam takdir hidup seseorang.
"Maaf Michael, namaku Viola kita baru beberapa kali bertemu dan maaf aku sama sekali tidak mengenal Milley."
"Nggak, kamu itu Milley. Apa aku seburuk itu sehingga membuatmu membencimu hanya dengan kamu merubah warna rambutmu?"
"Ha-ah?"
"Ternyata berurusan dengan orang amnesia sangat menguras hati dan pikiran," batin Viola.
Sementara itu, Dylan yang baru saja mengetahui jika Michael mengalami kecelakaan tidak bisa langsung datang ke Rumah Sakit karena tiba-tiba kondisi Milley drop. Mungkin karena kelelahan dengan membersihkan rumah, fisiknya menjadi melemah.
Penanganan tercepat adalah dengan membawa Milley ke Rumah Sakit. Sehingga Dylan hanya bisa mengunjungi Michael di malam hari setelah istrinya terlelap.
Sayangnya, meskipun Dylan datang dalam keadaan terlambat, Michael sama sekali tidak dapat mengingat siapa itu Dylan. Akan tetapi Dylan juga tidak bisa membawa Milley saat itu ke hadapan Michael karena ia takut jika Michael tidak mengingat jika mereka sudah menikah.
Bisa saja Michael merebut kembali Milley. Hal itulah yang dipikirkan oleh Dylan untuk menyelamatkan pernikahan mereka. Sementara itu Tuan Chryst sudah berangsur pulih.
Sebenarnya beliau sudah bisa dibawa pulang. Hanya saja karena Milley sedang drop maka ia tidak bisa segera membawa kakeknya itu pulang. Terlebih saat dokter memberikan kejutan untuknya.
Dokter tersebut menyatakan bahwa Milley sudah hamil. Kini usia kandungannya empat minggu. Hal ini membuat ia harus extra menjaga istrinya itu. Apalagi di usia kehamilan tri semester awal, ibu hamil sangat rentan jika di ajak bepergian jauh.
Maka dari itu ia tidak boleh pergi ke luar kota apalagi menaik di sebuah pesawat ataupun bepergian jauh. Namun, Dylan bingung harus mengatakan hal ini pada Milley seperti apa. Dylan yakin emosi istrinya akan meledak setelah mendapatkan informasi ini.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG