NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 177. TANTANGAN DARI JORD


__ADS_3

Sepertinya bila kita mempunyai anak kecil, tidak akan mudah jika sepasang suami istri akan melakukan sebuah keromantisan. Karena bisa saja, ia muncul secara tiba-tiba dan mengganggu moment keromantisan kedua orang tuanya.


 


Sama halnya dengan yang dialami oleh Dylan dan Milley saat ini. Di saat Dylan ingin mengekspresikan rasa cintanya kepada istrinya, tiba-tiba putranya datang menghampiri. Beruntung ada Rain yang berusaha mengelabui Jord.


 


Sayangnya, Jord lebih pandai daripada yang mereka pikirkan, karena kepintarannya mewarisi Dylan dan Milley. Sayangnya mereka tidak sadar, sehingga meskipun mereka mengelabui Jord. Ia bisa tahu jika laki-laki di hadapannya ini mencintai ibunya.


 


Hanya saja karena ini merupakan pertemuan pertama, rasa kepercayaan di hati Jord belum sempurna. Menggunakan alasan lapar, ia segera menghampiri Milley dan langsung mengatakan jika ia sangat lapar. Sehingga mau tidak mau dengan wajah ditekuk, Dylan duduk di tempatnya.


 


Sementara itu, Milley menahan senyum karena melihat suaminya sendiri yang merasa cemburu dengan sikap putranya yang over prospektif terhadap dirinya. Namun, Milley bangga mempunyai Jord yang selama ini sudah menemaninya selama lima tahun dan menguatkan dirinya bersama Rain.


 


Milley menatap lembut ke arah Jord.


 


“Sayang, kamu mau makan apa?” tanya Milley kepada Jord.


 


“Aku ingin makaroni sama segelas susu hangat, Ma.”


 


“Baiklah, Mama akan menyiapkannya untukmu.”


 


Selepas menyiapkan makanan untuk putranya, Milley melirik ke arah Dylan.


 


“Kalau kamu?” ucap Milley melihat Dylan.


 


Dylan tersenyum senang, “Aku ... apapun yang kamu hidangkan di piringku, maka akan aku makan.”


 

__ADS_1


Sementara itu ketika Milley ingin menawari Rain, Dylan mencegahnya.


 


“Biar aku saja yang mengambilkan untuk dia,” katanya singkat.


 


Tiba-tiba saja Jord protes.


 


“Kenapa harus Om yang mengambilkan makanan untuk Om Rain? Biasanya Mama yang akan mengambilkan untuknya.”


 


Seketika Dylan menoleh, bingung bagaimana ia harus menjelaskannya pada putranya sendiri. Rain yang merasa lucu dengan tingkah mereka tergelak.


 


“Rain, begini loh ceritanya ... Ehem ....”


 


“Jadi, Om Dylan ini adalah ayah kandung kamu. Selama lima tahun ini terpisah karena sesuatu hal yang belum bisa paman jelaskan. Namun, hubungan mereka bisa kembali dengan bantuan keajaiban dari Tuhan. Sehingga kita harus banyak bersyukur karena hal ini.”


 


 


“Maaf sebelumnya, Om jika perkataan dariku ini seolah menentang semuanya.”


 


“ Jadi begini Om, sebelum ini kita tidak pernah mengenal satu sama lain. Mungkin benar, Anda dan Mama saya mempunyai masa lalu yang belum terselesaikan.”


 


“Akan tetapi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, terutama saya tidak ingin melihat Mama saya bersedih. Maka Om harus melalui beberapa ujian yang akan saya berikan selama beberapa hari ini.”


 


“Hal ini untuk menunjukkan keseriusan, apakah Om benar-benar mencintai Mama atau sekedar memanfaatkan Mama, karena yang saya lihat kehidupan kami saat ini sudah jauh lebih baik tanpa adanya bantuan dari Om.”


 


Deg

__ADS_1


 


Begitu lugas ucapan dari seorang anak kecil yang berusia lima tahun. Seolah ia sedang berbicara dengan calon pemimpin Anggara Grup selanjutnya.


 


Meskipun begitu, Dylan sangat bangga terhadap putranya. Ia tahu jika maksud ucapan putranya itu adalah untuk kebaikan istrinya. Oleh karena itu Dylan menyetujui usulan putranya.


 


“Sayang, apa yang kamu katakan? Bukankah hal ini sangat membebani Papa Dylan?”


 


“Maaf, Ma. Ini demi kebaikan Mama juga. Meskipun Mama tidak pernah bercerita, tetapi Jord tahu Mama kesepian saat Papa Dylan tidak ada. Oleh karena itu hal ini harus dilakukan.”


 


“Baiklah, Papa setuju akan hal itu.”


 


“Mas ....” cegah Milley.


 


“Percaya padaku, Sayang.”


 


Namun, tatapan dari Dylan mampu membuat Milley yakin jika semuanya dapat dilalui oleh Dylan dengan baik.


 


“Terserah kalian saja.”


.


.


Tidak disangka putranya mewarisi jiwa kepemimpinan milik Dylan. Hanya saja sikap tangguhnya mewarisi Milley. Sebuah perpaduan yang sangat lengkap untuk seorang anak laki-laki yang berusia lima tahun.


 


Semoga saja Dylan mampu melewati semua ujian yang diberikan putranya. Aamiin.


 

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2