NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 196. PENYELAMATKU


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam akhirnya Dylan berhasil menemui putranya. Beberapa hadiah yang dipersiapkan oleh Dylan untuk putranya juga tidak terlupa.


"Mobilnya sudah siap, Tuan," ucap sopir yang sudah dipersiapkan oleh Kean.


Tidak lupa ia membuka pintu untuk Tuan Besarnya tersebut. Sementara itu hadiah-hadiah yang dipersiapkan tadi ia taruh di bagian belakang. Ia tidak berani untuk menaruh hadiah itu pada bagasi karena takut akan merusak kualitas hadiah yang berada di dalamnya.


"Sudah semua, Bos, beres."


"Bagus, ayo kita segera berangkat!"


"Baik, Bos."


Setelah semua siap, mereka segera melakukan perjalanan ke rumah Milley. Hal pertama yang dilakukan Dylan adalah menjemput Milley dan juga putranya. Baru setelah itu, sesuai rencana mereka bertiga akan berangkat ke sekolah Jordan.


Di kediaman Milley, ia masih berharap-harap cemas karena Dylan tidak kunjung datang sampai tiba dimana suara mobil mulai memasuki halaman rumah Milley.


"Papa ...." seru Jord di dalam hatinya.


Ia sungguh bahagia jika tamu yang datang adalah ayahnya. Setelahnya sebuah suara yang sangat dirindukan akhirnya bisa ia lihat di depan matanya.


Saat ini lelaki yang ia tunggu sudah berdiri tegap di hadapan Milley. Ia membuka lebar kedua tangannya berharap jika Milley segera berhambur untuk memeluknya.

__ADS_1


Ternyata yang datang pertama kali adalah Jord yang langsung berlari dan memeluk ayahnya.


"Papaaaa ...." seru Jord dengan mata berbinar.


Bagaimana ia tidak bahagia karena ayahnya benar-benar memenuhi janjinya. Jord mengucap syukur akan hal itu.


"Anak Papa sangat bahagia, ya? Sekarang Jord tidak usah bersedih, setelah ini Jord akan terus bersama Mama dan Papa."


"Sungguh?" tanya Jord tidak percaya.


Dylan mengangguk, lalu kembali memeluk putranya. Tidak lupa ia mengganggu putranya dengan sebuah pertanyaan konyol.


"Jadi ceritanya Papa sudah diakui, nih?"


"Hari ini aku menyatakan jika Papa sudah lulus, Yeay!"


"Yeay, kamu dengar sendiri, Sayang. Aku lulus!" teriak Dylan sambil mengerling ke arah Milley.


"Mas, Dylan ...."


Milley tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya. Ia langsung memeluk erat Dylan dan Jord saat itu juga. Memeluk kedua lelaki yang sangat ia cintai.

__ADS_1


Sesaat kemudian Dylan mengangkat tinggi tubuh Jord ke angkasa dan mengajaknya berputar-putar. Mereka bertiga sangat bahagia hari itu.


Tiga puluh menit kemudian mereka bertiga menuju sekolah Jord. Mobil yang digunakan oleh Dylan membuat beberapa para wali murid tercengang. Tidak ada orang yang mempunyai mobil limited edition di kota itu.


Hampir semua orang tercengang ketika melihat Dylan turun lebih dulu daripada Milley. Baru sesudahnya ia membuka pintu hingga akhirnya Milley turun dari mobil.


Bahkan yang membuat para guru tercengang ketika Jord digandeng oleh Milley dan Dylan. Banyak para hadirin yang berbisik-bisik terhadapnya.


"Apakah itu sang bintang hari ini?"


"Sepertinya begitu."


"Baiklah kalau begitu, mari kita segera menyambut kedua orang tua Jord," ujar guru yang lain.


"Selamat datang, Tuan dan Nyonya."


"Terima kasih," ucap Milley kikuk.


Akan tetapi saat tangan Dylan meraih pinggang Milley ia merasa lebih tenang.


"Jangan takut, ada aku bersamamu," ucap Dylan lirih.

__ADS_1


Betapa bahagianya Milley saat itu. Saat di mana kepercayaan dirinya hampir hilang, di saat yang sama Dylan hadir memberikan warna yang lain untuknya.


BERSAMBUNG


__ADS_2