NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 62. KABUR


__ADS_3

Suasana pagi tampak ramai, meskipun begitu kediaman Tuan Chryst sudah diubah sedemikian rupa agar beberapa kerabat dekat yang datang menjadi nyaman.


"Bagaimana dengan semua persiapannya?"


"Semuanya sudah beres, Tuan."


"Baguslah, kalau begitu bersiaplah untuk sebuah kejutan," ucap Tuan Chryst sambil berlalu.


Jo membeku di tempatnya, ia begitu bingung dengan ucapan Tuan Chryst barusan. Ia juga tidak mau menerka-nerka sesuatu yang bukan menjadi tugasnya.


"Semoga apapun itu adalah sebuah kebaikan, Aamiin."


🍂Satu jam kemudian.


Semua orang telah berada di halaman belakang. Begitu pula dengan calon mempelai laki-laki dan perempuan yang sebentar lagi akan mengucap janji sehidup semati.


Mata Dylan tidak bisa lepas ketika melihat Milley bersembunyi dibalik tubuh Michael, terlebih tautan tangan mereka tidak pernah terlepas. Seolah memperlihatkan bahwa mereka adalah sepasang kekasih.


"Apa mereka sengaja menjebakku?" gumam Dylan tidak terima.


Dylan semakin mengepalkan tangannya dibawah meja. Rasanya ia sungguh kesal dan geram melihat hal itu. Sesekali Milley mengintip dari belakang tubuh Michael.


Sementara itu Rose masih menunggu kedatangan wali nikah mereka. Hari ini ia menyewa seorang laki-laki untuk menjadi wali nikahnya.


"Kemana orang itu? Kenapa jam segini belum datang?"


Rose begitu gelisah saat ini, ia sengaja tidak memberitahukan hal ini pada keluarga besarnya karena pernikahan ini mendadak. Lagi pula ayah dan ibunya sama sekali tidak pernah memperhatikannya sejak kecil. Mereka lebih mementingkan uang daripada kebahagian putri satu-satunya.

__ADS_1


"Bagaimana Nona, apa saksi dari pihak keluarga sudah datang?" tanya penghulu.


Rose menggeleng perlahan, "Belum ...."


Rebecca sama kesalnya dengan Dylan, ia bahkan memaki Rose dalam hatinya.


"Begitu saja kau tidak bisa menangani, Rose!"


Andreas tersenyum menyeringai. Ia sudah tidak tahan dengan perlakuan istri dan calon menantunya itu. Namun, beberapa saat kemudian tanpa semua orang duga, Dylan berdiri dan meninggalkan pelaminan. Ia berjalan menjauhi tempat akad nikah dan menuju ke kursi tamu.


Saat ini, Dylan malah mendekati tempat di mana Milley duduk bersama Michael. Dengan cepat, ia menarik tangan Milley agar mendekat dengan tubuhnya.


Tentu saja Milley terkejut, menatap Dylan lekat-lekat. "Ada apa? Kenapa kau ke sini, bukankah kamu calon pengantin pria?"


Dylan menggeleng dan semakin menatap lekat wajah Milley.


Rose yang melihat calon suaminya memeluk wanita lain, segera mengangkat gaunnya dan mendekati mereka. Meskipun saat berjalan ia kesulitan, tetapi tidak menyorotkan semangatnya untuk mengejar Dylan.


Merasa jika Rose mulai mendekat, Dylan berlari sambil menarik tangan Milley dan membawanya menjauhi tempat berlangsungnya akad nikah.


Tentu saja Milley harus mengangkat roknya agar bisa berlari cepat mengimbangi kecepatan Dylan. Ternyata tujuannya adalah halaman depan yang di sana ada motor sport miliknya.


Dengan cepat Dylan menaiki motor sportnya dan menyuruh Milley untuk naik.


"Cepat naik!"


Milley yang linglung masih terdiam di tempat lalu Dylan menariknya hingga ia duduk didepan tubuh Dylan.

__ADS_1


"Awwh, kamu gila!" pekik Milley terkejut akan tingkah laku Dylan.


Tanpa menunggu waktu lama dan persetujuan dari Milley, ia segera menarik tuas gasnya dan memainkan koplingnya. Motor itu melaju dengan kencang saat meninggalkan kediamaan Tuan Chryst.


Di sisi lain, Rose dan para pengawalnya masih mengejar Dylan. Sayang, Dylan sudah sangat jauh. Hal itu sukses membuat Rose mengepalkan tangannya.


"Semua orang, bantu kejar calon suamiku!" teriaknya.


Rose mulai kehilangan arah, pikirannya tidak tenang saat ini, apalagi Dylan membawa Milley ikut serta.


"Dylan, kenapa kau melakukan ini padaku?"


Rebecca datang menyusul Rose dan memeluknya. Suasana pagi itu tampak kacau dengan insiden kaburnya calon pengantin laki-laki, tetapi tidak dengan Michael yang tersenyum lebar.


"Kaya nonton drakor aja deh, masa iya sih kekasihku dibawa kabur pengantin laki-laki?" kekeh Michael dari tempat duduknya.


Tuan Chryst, Andreas terdiam di tempatnya, tetapi Rebecca ikut-ikutan panik meskipun saat ini ia sedang memeluk Rose untuk menenangkannya.


"Bagaimana ia bisa kabur? Dasar anak tidak tahu diri!"


Para pengawal tidak ada yang mengejar Dylan dan lebih banyak membiarkannya pergi. Apakah setelah ini, Michael akan menerima semuanya asal Milley bahagia.


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2