
Selepas acara penghargaan yang ditujukan kepada Jord. Kini Milley dan Jord sudah tidak memiliki pandangan buruk kembali. Di acara itu pula Dylan mengatakan pada semua orang yang hadir di acara tersebut jika Jord dan Milley adalah anak dan istrinya yang sudah ia cari selama lima tahun yang lalu.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Rain yang telah menjadi penyelamat kedua orang yang sangat dicintai Dylan tersebut. Setelah mengatakan semua itu, kini secara resmi Milley dan Jord akan terbang ke Ibu Kota.
Liburan sekolah membuatnya lebih mudah mengajak Jord tinggal di Kediaman Tuan Chryst. Awalnya Milley menolak karena belum terlalu siap. Sampai akhirnya ia mengatakan jika dirinya menyetujui hal itu jika semuanya ikut serta.
"Apa yang membuatmu ragu dengan keputusan yang aku ambil, Sayang?" tanya Dylan pada Milley yang sedang menatap halaman rumahnya.
"Aku belum siap."
"Aku tahu keraguanmu, tapi aku bisa memastikan jika apa yang direncanakan oleh Kakek, semuanya sudah dipersiapkan dengan sangat matang dan terencana."
Milley menoleh kepada suaminya. Ditatapnya lelaki yang selama ini ia nantikan di dalam mimpi-mimpinya itu dalam-dalam. Begitu pula dengan Dylan yang menatap pemilik mata emerald itu dengan sebuah pengharapan besar. Keduanya larut dalam menyelami pemikiran masing-masing.
"Jika aku tahu semua ini terbaik, sudah pasti aku akan ikut, tetapi ...."
"Tetapi apa?"
__ADS_1
"Usahaku yang sudah lima tahun aku rintis bagaimana?"
"Kau bisa membuat tokonya pindah, bukan? Aku juga tidak akan melarang kamu bekerja jika itu adalah bagian dari kebahagiaanmu?"
Milley menggenggam erat kedua tangan suaminya.
"Berjanjilah kamu akan menjaga Jord jika aku tidak ada?"
Belum sempat Milley menjawab, Jord sudah muncul di ambang pintu.
"Nggak, pokoknya aku tidak akan ikut jika Mama tidak ikut!"
Jord langsung berhambur memeluk Papa-nya. Kedua lelaki beda generasi itu menatap penuh harap terhadap Milley.
"Jangan kau menatap Mama seperti itu, Sayang?" pinta Milley dengan lembut.
Namun, Jord tidak melakukan permintaan Milley. Sebagai seorang ibu, Milley paham akan keinginan Jord. Akan tetapi entah kenapa ia ragu untuk melangkah bersama suaminya lagi. Entah apa yang memberatkan langkahnya kali ini, tetapi bukanlah sebuah pekerjaan sebagai pemilik toko kue.
__ADS_1
Alasan klasik tadi ia gunakan agar terlihat lebih manis, tetapi ternyata ada sebuah rahasia lain yang Milley sembunyikan dari keduanya. Bahkan dari Rain sekalipun juga tidak mengetahui hal itu.
"Aku harap kamu bisa memikirkan kebahagian Jord, Milley!"
"Tapi ...."
"Jangan sampai aku mengatakan sesuatu hal yang bisa membuat hati Mama sakit," ucap Jord selanjutnya.
Milley menunduk, mencoba meyakinkan dirinya, dan mematahkan pemikiran buruk miliknya.
"Baiklah, aku setuju dengan keputusan kali ini. Akan tetapi aku minta, jangan ada yang bisa menyakiti kami lagi jika benar-benar sudah kembali ke Ibu Kota."
"Aku pastikan semua keraguanmu akan sirna dengan ijin Tuhan Yang Maha Esa."
"Aamiin."
Di balik ruangan kamar Milley, masih ada Rain yang berdiri di sana. Ia ingin mengatakan jika membiarkan dirinya yang menjaga toko saat Milley dan Dylan pergi. Namun dugaannya salah, karena Dylan juga mengatakan Rain harus ikut serta kali ini. Hal ini sesuai permintaan Kakek Chryst yang ingin bertemu langsung dengan Rain.
__ADS_1
BERSAMBUNG