NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 164. MULAI MENCINTAIMU


__ADS_3

Mutiara itu harus selalu diperlihara agar selalu bersinar. Oleh karena itu ada sebuah cangkang yang selalu melindunginya agar tidak pecah ataupun retak.


Begitu pula dengan cinta dua manusia, harus saling menjaga dan saling melindungi satu sama lain. Percuma saja jika hanya salah satu pihak yang berjuang secara mati-matian. Toh, akhirnya juga sama saja akan berujung perpisahan.


Milley bagaikan sebuah mutiara di dalam hati Dylan. Seperti filosofi mutiara yang mengatakan jika tidak semua yang lemah tak mampu menjadi yang terhebat. Milley yang awalnya selalu sendirian bahkan tidak dihargai dan selalu direndahkan karena kemiskinan, kini ia menjelma menjadi sosok wanita tangguh dan dihormati.


Mutiara memang merupakan barang keras, yang membentuknya adalah sesuatu yang lunak. Bagaikan sebuah hati yang selalu berubah di dalam setiap waktu. Namun, apapun yang lunak bisa jadi mengeras seiring berjalannya waktu.


Seorang wanita adalah sesuatu yang berharga yang wajib dilindungi oleh laki-laki. Jika seorang wanita sudah menikah maka suaminya berkewajiban untuk selalu melindungi istrinya.


Bukan sebaliknya, hanya saja tidak semua laki-laki paham akan kewajibannya dan sering kali istri yang selalu mengorbankan semua agar bisa menjaga keutuhan rumah tangganya.


Itulah yang dilakukan oleh Dylan terhadap Milley. Menjaganya selayaknya mutiara yang selalu bersinar di dalam hatinya dan tidak membiarkan siapapun melukai mutiara hatinya.


Melihat istrinya yang sedang melamun, membuatnya ingin mengejutkan Milley. Kapan lagi bisa sedekat ini dengan istrinya. Dylan berjalan mengendap-endap penuh kehati-hatian saat mulai dekat dengan posisi istrinya.


Tiba-tiba Dylan datang dan mengagetkan Milley. Milley yang awalnya melamun begitu terkejut ketika lamunannya hilang seketika.


"Baaa ...."


"Astaga, Mas. Bikin jantungan aja, sengaja ya? Biar jadi Papa muda?"


Tentu saja Dylan tergelak akan ucapan istrinya.


Sementara itu Milley masih terkejut bukan main.


Sesekali ia masih mengusap dadanya dengan perlahan. Ingin marah tetapi ia tahan. Bagaimana pun Dylan satu-satunya orang yang bisa ia andalkan kali ini.


"Kamu apa-apaan sih, bisa-bisanya mengagetkan aku."


"Lagi pengen aja, lagian sore-sore begini malah melamun, membuatku gemas saja."


"Mau gemas, atau enggak silakan, yang penting jatah bulanan tetap jalan, wkwkwk."


Namun, itulah Dylan, yang rela melakukan hal-hal kecil agar pernikahannya tetap terjaga. Selalu ada kejutan kecil yang ia lakukan agar hubungannya dengan Milley selalu bahagia dan penuh warna.

__ADS_1


"Apa-an, sih?" Milley mencubit gemas perut Dylan hingga membuatnya merintih.


"Aduh, kok jahat sih, Yank. Kan aku cuma mau ngingetin kalau ini waktunya minum jamu, Sayang."


"Jamu apa, sih?" Kening Milley berkerut.


"Jamu rapet wangi, wkwkwk, canda ... untuk kamu yang saat ini ya lancar ASI."


"Oh, iya lupa, wkwkwk, makasih ya, Sayangku."


Dylan mengecup kening Milley sebagai obat penghilang rasa pahit setelah Milley meminum jamunya. Entah mengapa ada rasa menghangat di dalam diri Milley saat menyadari sikap istimewa dari suaminya itu.


"Makasih," ucapnya sesaat kemudian.


Lantas, saat Dylan ingin bersikap mesra kepada Milley ternyata Baby J menangis. Sepertinya ia sedang kehausan.atau memang sengaja ingin memisahkan ayahnya yang sedang pengen bermesraan dengan ibunya.


Beruntung Dylan pengertian, justru ia tidak merasa terganggu akan hal itu dan segera mendekati box bayi tempat Baby J tertidur. Dylan memang lebih sigap saat ini, sehingga ia dengan segera pergi mengambil Baby J dan hendak membawanya ke pangkuan istrinya.


"Kamu lapar ya, Sayang. Sini Papa anterin ke Mama kamu," ucapnya penuh dengan suara yang lembut.


Dylan dengan rasa penuh kasih sayang mengangkat tubuh Baby J, namun saat tangannya menyentuh pant-at Baby J ada rasa lembab di sana. Ia pun segera mengembalikan tubuh Baby J ke dalam box bayi.


Dylan menoleh, "Sebentar, sepertinya Baby J pup, biar aku ganti dulu popoknya."


"Eh, nggak usah. Biar aku panggil suster aja."


"Nggak usah, aku juga bisa, kok."


Tidak perlu menunggu lama, Dylan menggulung lengan kemejanya lalu dengan sigap segera mengganti popoknya. Dengan telaten Dylan membersihkan pant-at Baby J dengan tisu basah lalu menggantinya dengan popok baru. Sementara itu popok yang kotor segera ia masukkan kantong kresek.


Setelah memastikan Baby J nyaman ia segera menimang lalu memberikannya pada Milley. Milley sempat tercengang dengan kesigapan Dylan saat ini. Sangat berbeda sekali ketika mereka masih berpacaran dulu.


"Lucky you, son. Your Papa is much different now than he was a moment ago. But as long as the changes are great, why not?" ucap Milley di dalam hatinya.


Milley merasa sangat bahagia akan hal itu sehingga ia tidak henti-hentinya bersyukur atas semua perubahan yang terjadi pada Dylan, suaminya.

__ADS_1


......................


Sementara itu, Viola masih merasakan mulas yang luar biasa pada perutnya. Ia yang memaksakan diri untuk menyerupai Milley membuatnya sekali lagi masuk ke Rumah Sakit karena sikap egoisnya.


"Harusnya aku tidak usah menyamai Milley, lagi pula ia tidak akan melihat apa yang istimewa darimu, Viola sadarlah!" ucapnya pada cermin di hadapannya.


Setelah dirasa cukup membaik, Viola segera keluar dari kamar mandi. Namun, ia terkejut ketika mendapati Michael sudah berdiri tegak didepannya.


Tentu saja Viola terkejut bukan main, "Bagaimana bisa lelaki itu muncul di sini?" gumamnya.


Saat ini Michael hanya bisa memandang Viola dengan tatapan yang tidak bisa diartikan olehnya. Michael merasa jika Viola melakukan h itu hanya untuk menarik perhatiannya.


"Dasar gadis aneh, seharusnya kau tidak perlu menjadi orang lain saat mulai mencintaiku, dasar gadis bo-doh."


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Viola dengan wajah yang sedikit membuang muka.


"Kau tau, karena sikap egoismu aku harus membatalkan rapat untuk menemanimu di sini!"


"Ma-maksudnya?"


"Masih tidak paham juga?"


Viola menggeleng perlahan.


"Kenapa kamu sangat egois terhadapku, kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk menarik perhatian dariku, karena tanpa hal itu pun aku sudah jatuh cinta terhadapmu. Hanya saja sikapmu yang saat ini aku tidak bisa menolerirnya kembali."


Viola menatap tidak percaya pada Michael. Ia tidak menyangka jika Michael mengetahui jika dirinya sedang menjadi seperti Milley agar bisa dicintai oleh Michael.


"Sekarang kau tidak perlu menemuiku lagi, sampai kau mengerti akan kesalahanmu."


Setelah mengatakan keberatan tentangnya, Michael segera berbalik dan meninggalkan Viola sendirian di dalam kamar inap. Hatinya merasa kecewa karena apa yang ia rasakan pada Viola telah dinodai oleh tindakan Viola sendiri.


"Aku harap kau mengerti jika cinta itu tidak bisa dipaksakan Viola. Meski aku masih mencintai Milley, tetapi aku sudah mulai mencintaimu. Aku berharap kau bisa mengalihkan duniaku dari Milley," gumam Michael dalam hati.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2