NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 90. JANGAN


__ADS_3

Rasa luka di hati Michael rupanya membuat kesehatannya jauh menurun secara drastis. Ia bahkan sampai telat atau pun lupa makan karena terlalu memikirkan pekerjaannya yang banyak. Michael mencoba mengalihkan pikirannya pada pekerjaannya di kantor.


"Tuan, ini laporan keuangan divisi A."


"Silakan taruh di meja!"


"Sama ini Tuan, makan siang untuk Anda."


"Terima kasih sudah mengingatkan saya tentang kesehatan, maka sebaiknya akan lebih manfaat jika kau berikan makanan ini pada tukang kebun."


"Lah kok tukang kebun, memangnya kenapa?"


"Aku sedang belajar ilmu sabar."


"Makanan itu lebih baik kau berikan kepadanya karena aku sedang puasa makan," ucap Michael.


Beberapa hari yang lalu ia memang sempat memeriksakan kondisi tubuhnya yang semakin sering terasa lelah. Hal itu pula yang membuat Michael sering kehilangan konsentrasinya untuk sesaat. Tenyata penyakit lamanya kambuh. Penyakitnya telah membuat ia kehilangan beberapa memory penting.


Adam sahabat Michael sekaligus dokter pribadinya telah merahasiakan hal ini dari keluarga besarnya agar mereka tidak khawatir.


"Michael, sebaiknya kamu beristirahat. Biarkan asistenmu yang membereskan semua proyek ini."


"Tapi Adam, kau tau sendiri, waktuku tidak banyak, sementara aku juga belum punya pendamping, lalu siapa yang akan meneruskan semua ini?"


Michael memijat pelipisnya yang berdenyut kencang. Ia tidak bisa konsentrasi saat ini. Dilepasnya pulpen yang ia pegang barusan lalu ia mulai menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesaran miliknya.


"Mau aku bantu mencari jodoh yang tepat?"


Bukannya memberikan solusi, Adam malah menambah beban pikirannya.


"Tinggalkan aku sendiri di sini, Adam."


"Baiklah, tetap rutin minum vitamin yang aku berikan, jangan sampai penyakit itu yang menang darimu."


"Iya, tetapi aku nggak janji."


Adam yang jengah akan sikap keras kepala dari Michael hanya bisa menggerutu sambil keluar dari ruangan Michael. Lelaki blasteran Indonesia-Perancis itu memang terkenal sangat keras kepala.


Meskipun begitu ia sebetulnya adalah orang baik. Hanya saja keberuntungan tentang cinta tidak selamanya bersamanya.

__ADS_1


"Kenapa sakit sekali? Aku merasa takdir selalu membuatku menangis, sebenarnya apa salahku, Tuhan?"


...***...


Ketika luka dan benci menjadi satu, maka yang akan menang dan semakin berpengaruh biasanya adalah benci. Karena kebencian itu memakan cinta.


Sama halnya dengan yang dirasakan oleh Rebecca. Dahulu Rebecca memang mencintai Andreas, bahkan sampai menghalalkan segala cara agar ia bisa menjadi istrinya, tetapi kini semuanya berubah. Rasa cinta untuk Andreas kini menghilang sudah.


Ketika perjuangannya sudah tidak dihargai, bahkan ketika cintanya tidak berbalas membuat ia merubah rasa cinta tersebut menjadi rasa benci yang begitu mendalam. Dilihatnya kehidupannya yang sekarang sudah jauh berbeda dengan beberapa saat yang lalu.


Entah kenapa, lelaki yang tidur di sampingnya saat ini terasa jauh lebih mencintainya daripada Andreas. Meskipun ia tidak kaya, tetapi ia sangat bisa mengerti keinginan hatinya. Bahkan di setiap waktu Rebecca membutuhkannya maka ia akan selalu hadir di sana.


FLASH BACK ON


"Aku sangat mencintaimu, Sayang," ucap Rebecca sambil bergelayut manja pada bahu Andraes muda.


Namun, Andreas yang merasa risih hanya bisa mengedikkan bahunya agar Rebecca pergi menjauhinya. Andraes menatap tajam kedua mata istrinya itu. Ia sama sekali tidak menemukan cinta yang sama seperti beberapa tahun yang lalu.


"Oh, ya, lalu mana buktinya? Bukankah cinta itu butuh pengorbanan, lalu pengorbanan seperti apa yang kamu inginkan?"


Rebecca tersenyum senang, tetapi ada saja hal yang membuat ia masih memikirkan hal lain.


"Segalanya telah aku berikan untukmu, lalu apakah kau mau memberikan hatimu untukku?"


Rasa cinta yang telah hilang itu ternyata membuat Andreas menyerah. Ia lebih memilih menutup hati dan pikirannya daripada harus terluka lebih dalam. Saat ini ia hanya berpura-pura agar tetap terlihat harmonis di depan pasangan, tetapi di lain tempat entahlah.


Andreas memang sudah menyerah akan cinta dari Rebbeca. Ambisi Rebecca hanya ada pada harta dan tahta. Hal itu terlihat dari pancaran kedua mata Andreas lalu bergegas pergi.


Sebenarnya Rebecca mempunyai wajah yang cantik, hanya saja sikapnya yang licik membuat Tuan Chryst tidak menyukainya. Bahkan setelah menjadi istri Andreas, Tuan Chryst lebih memilih untuk mengurung dirinya di kamar. Tidak ada hal yang lebih aman kecuali di dalam kamar.


Pada hari itu.


"Selamat malam, Tuan Chryst," sapa Rebecca ramah.


"Malam."


Setelah menjawab salam, keempatnya segera masuk ke ruang makan untuk jamuan makan malam. Rebecca sama sekali tidak bersuara, ia begitu menikmati semua fasilitas yang diberikan padanya setelah menikah dengan Andreas.


Sesekali Rebecca mengamati jika di rumah itu hanya Nyonya Morena yang suka dengannya. Selebihnya mereka sama sekali tidak suka dan hanya bersikap formal.

__ADS_1


Apalagi Jo, ia suka sekali menatap orang lain dengan tatapan menghunus. Seolah-olah mereka ingin melahap orang yan berada di depannya.


"Kenapa Jo selalu memandang aneh kepadaku?"


"Entahlah, mungkin karena kamu cantik," ucap Andreas tenang.


"Mungkin juga, ya."


Interaksi yang ditunjukkan oleh Rebecca dan Andreas sesekali terlihat tidak wajar. Maka dari itu Tuan Chryst sempat curiga pada Rebecca.


"Bagaimana Jo?"


"Maaf, tetapi sesuai dengan dugaan Anda, Nyonya Rebecca sebentar lagi akan menambah dosis yang ia gunakan untuk diberikan pada Tuan Andreas."


Wajah Tuan Chryst seolah marah dan tidak suka akan hal tersebut. Oleh karena itu, ia langsung menyuruh Jo untuk secepatnya menyelesaikan masalah tersebut.


"Aku yakin kau bisa membereskan hal ini."


"Terima kasih untuk kepercayaannya, Tuan."


Di dalam hati Jo, ia ingin mengatakan sesuatu hal pada Tuannya.


"Ya sudah, lebih baik aku juga merencanakan sesuatu hal yang indah agar kedua wanita ular itu segera mendapatkan balasannya!" gumam Jo.


"Oh, ya Jo."


"Saya Tuan," ucap Jo sambil membungkuk hormat.


"Tolong carikan pengobatan yang tepat untukku. Aku begitu lelah dengan semua keadaan yang seperti ini. Lagi pula aku harus menyelamatkan hidup perusahaan kita."


"Baik Tuan."


Setelah memastikan semuanya baik-baik saja, akhirnya Jo pergi dan melaksanakan satu persatu titah Tuan Chryst. Hal itu dimanfaatkan olehnya selagi Jo pergi.


"Bagaimana, Kek. Enak kan?"


Rebecca dengan telaten menyuapi satu persatu bubur ayam pada Tuan Chryst. Rebecca yang polos mengusahakan agar semuanya berjalan dengan baik.


Selama menjadi menantu di Keluarga Anggara, Rebecca sedikit berubah. Ia sering diajak Nyonya Morena untuk bertemu teman sosialitanya. Awalnya Rebecca ragu, tetapi ternyata hal itu sangat menyenangkan.

__ADS_1


Sampai suatu malam, secara tidak sengaja. Rebecca ikut minum-minuman dan ia pun mabuk. Seolah mendapatkan mangsa yang empuk, ia dibawa masuk oleh salah satu tamu Vip hotel tersebut ke dalam kamarnya. Tanpa bisa Rebecca menolak, akhirnya perbuatan terlarang itu terjadi.


FLASH BACK OFF


__ADS_2