NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 204. MAKAN MALAM BERSAMA


__ADS_3

Akhirnya masakan mereka sudah selesai. Milley membantu Lena untuk menyiapkan makan malam di ruang makan. Beberapa menu mereka masak dengan spesial karena malam itu semua masakan atas kreasi Milley dan ibunya, Lena.


"Akhirnya selesai juga masakan kita," ucap Milley dengan lega.


Tidak terasa selama tiga puluh menit memasak, banyak sekali hidangan yang telah disajikan di atas meja.


"Sebaiknya kamu panggil suami dan anak kamu, Nak."


"Iya, Ibu. Sebentar aku naik dulu."


Belum sempat Milley naik, ternyata suami dan anaknya sudah bersiap turun.


"Maaf ya, Sayang, karena tidak sabar dan perut kamu terlalu lapar kami segera turun."


Milley tersenyum, teringat ketika suaminya memang tidak sabar untuk makan. Terlebih lagi jika Dylan merasa kelaparan maka dengan cepat ia akan mencari sumber masakan itu.


"Kebiasaan ya, Mas," ucap Milley dengan perlahan.


Beberapa saat kemudian, dari seberang muncullah Tuan Chryst bersama dengan Andreas. Mereka semua akan makan malam bersama malam ini.


"Wah, dari bau masakannya saja sudah lezat. Jadi tidak sabar untuk segera makan, deh."


"Silakan, Kek. Semoga suka dengan menu yang kami persiapkan."


"Tentu saja, Sayang. Duduklah, mari kita makan bersama."


Tuan Chryst menoleh kepada Jord, cicitnya.

__ADS_1


"Jord, duduklah ke sini, dekat dengan kakek."


"Baik, Kek."


Jord anak yang patuh, tidak membutuhkan waktu yang lama ia segera duduk di dekat kakeknya.


"Baiklah kalau begitu mari kita mulai makan!"


Apalagi menu untuk kesempatan kali ini, semuanya adalah hasil masakan milik Lena dan Milley. Ibu dan anak itu, mereka berkolaborasi untuk menghasilkan menu masakan yang sangat disukai oleh seluruh anggota keluarga.


"Hem, benar saja. Masakan ini sangat menggungah selera, pantas saja Jord sangat menyukai menu yang kamu masak, Milley."


"Terima kasih, Kek. Menu ini sengaja kami persiapkan untuk kita semua. Oh ya, bukankah kakek suka dengan tumis kangkung?"


"Hahaha, ternyata kau sangat ingat kesukaan kakek, apa kau ingat jika dulu aku sangat membenci masakan itu?"


"Tentu saja," Kakek lalu menoleh kepada cicitnya, "Kalau kamu Jord, menu apa yang kamu suka?"


"Kalau aku semua menu yang dimasak oleh Mama pasti aku sangat menyukainya."


"Syukurlah kalau begitu."


Setelah memastikan semuanya mendapat makanan kini Milley mulai menyiapkan makanan untuk suaminya. Dengan wajah setengah ditekuk, Dylan seolah sedang marah dengan Milley karena mendapat perlakuan yang terakhir.


Namun, semuanya tampak nyaman ketika para koki dan para pelayan yang biasa berdiri di belakang kursi makan mereka tidak ada di tempat. Mereka semua sudah meninggalkan area ruang makan atas permintaan Dylan.


Namun, sebelum mereka pergi, tidak lupa mereka mengucapkan selamat menikmati dan segera pergi dari sana.

__ADS_1


"Apa kamu yang menyuruh mereka pergi?"


"Iya, Kek. Maaf jika aku tidak meminta ijin sebelumnya."


"Tidak apa-apa, yang terpenting jika cicitku merasa nyaman, maka lakukanlah."


"Terima kasih karena telah memberikan ijin kepadaku, Kek."


"Hm, sudahlah. Mari kita melanjutkan acara makan malamnya."


......................


Memang sebelumnya, peraturan di rumah itu mengatakan jika pemilik rumah belum makan, maka seluruh pelayan dan koki yang berada di sana tidak ada yang boleh makan ataupun meninggalkan tempat itu.


Sama seperti saat ini, atas permintaan Dylan mereka semua tidak boleh menunggu atau berdiri di belakang kursi anggota keluarga yang sedang makan.


Sebelumnya saat mereka makan, Jord yang tidak suka keramaian, merasa tidak nyaman ketika banyak orang yang menunggu ia makan. Oleh karena itu Dylan mengambil keputusan itu.


Awalnya saat mereka datang pertama kali di rumah itu setelah lima tahun berlalu. Ternyata setiap kebiasaan di rumah tersebut sudah berganti. Dulu tidak ada pelayan yang menemani saat Dylan dan Milley makan, tetapi setelah kejadian itu maka kebiasaan baru mulai muncul.


Bahkan setiap hari mereka pasti ada beberapa pengawal dan koki ada di samping saat mereka masih makan. Namun karena jordan tidak terbiasa dan merasa tidak nyaman, Dylan segera mengubah peraturan di rumah itu.


Beruntungnya Tuan Chryst tidak berani memarahi Dylan. Justru Tuan Chryst sangat setuju dengan keputusan Dylan, yang terpenting saat ini adalah cicit mereka yaitu Jord.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2