NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 93. MAAF AKU PERGI


__ADS_3

Masa lalu memang selalu membelenggu jiwa, tetapi jika kita bisa menyikapinya dengan bijak maka tidak akan ada hal yang bisa membuat kita terpuruk.


"Dy-dylan, kenapa kau membawaku kembali ke rumah ini, kau bisa melihat jika ayahmu saja tidak menyukai kehadiranku," ucap Milley sambil menunduk.


"Stop bicara seperti itu Milley, aku membawamu kembali itu artinya aku sangat memperdulikan kehadiranmu."


"Tetapi, ayahmu tadi ...."


Dylan sama sekali tidak memperdulikan ucapan Milley barusan. Rasanya sangat memusingkan jika hal ini terus menerus membelenggu jiwa Dylan. Sejujurnya ia ingin memperbaiki hubungan mereka, sayangnya hal itu tidak pernah terjadi di dalam kehidupannya.


"Andai kamu bisa tau, maka aku akan membuat hal itu semakin mudah, Dylan," ucap Milley di dalam hati.


Selama perjalanan Milley sama sekali tidak pernah mengalihkan pandangannya dari Dylan. Namun, Milley tidak mau berdebat tentang hal ini. Dylan saja tidak mau di ajak berkompromi, kenapa ia harus pusing.


Tidak lama kemudian, mereka sampai di sebuah tempat yang sama sekali tidak pernah Milley bayangkan. Sebuah danau di tengah kota telah tersaji saat ini.


"Kenapa kita ke sini?"


"Aku sangat suntuk ketika harus terus menerus berada di rumah," ucap Dylan berbohong.


"Terserah, tetapi aku tidak mau menjadi pelampiasan tentang semua hal kemarahanmu!"


Milley yang sedang ngambek membuat Dylan bahagia, dengan santainya ia memeluk tubuh Milley tanpa malu-malu. Tentu saja Milley menyikut perut Dylan.


"Dasar pria sok keren tapi sayang arogan!"


"Meskipun arogan tetapi kamu suka, kan?"


"Ngimpi!"


"Wkwkwk, tapi aku sangat menyukaimu, gimana dong?"


"Sue, entahlah gue nggak mau ngomong lagi sama kamu!"


.


.


Sementara itu seorang pria sedang termenung di dalam kamarnya. Setelah kejadian Dylan mendatangi Milley beberapa hari yang lalu, berhasil membuat Michael merasa sakit hati.


Terlebih saat ini, Milley sudah dibawa pergi olehnya. Semua hal yang pernah ia lakukan dulu kini terasa tidak ada gunanya sama sekali. Meskipun ia sama sekali tidak pernah berniat untuk mengambil imbalan tentang itu, nyatanya hal itu tetap terjadi.


Hatinya begitu sakit ketika menyadari cinta Dylan untuk Milley tidak pernah berubah. Begitu pula dengan sebaliknya.

__ADS_1


Berbagi hati bukanlah hal dan perkara yang mudah. Jika Tuhan menjadikannya sebuah tempat pelarian, Michael berharap ini hanyalah sebuah mimpi, jangan sampai ada hal menyakitkan lagi setelah ini. Ia begitu lelah saat ini.


"Meski aku tidak pernah mengharapkan balasan tentang semua hal yang terjadi, tetapi aku tidak mau jika cinta datang dan melukaiku kembali.


Michael mengepalkan tangannya, seolah darah mendidih seketika. Ia melihat pantulan dirinya du cermin.


"Kamu kenapa? Kenapa aku menjadi seperti ini? Michael kamu tidak selemah ini, kawan."


Michael bingung dengan apa yang ia hadapi saat ini. Hatinya terlalu sakit, meski Milley tidak mengatakan secara langsung, tetapi Michael bisa merasakan jika Milley juga mempunyai rasa yang sama. Namun, sepertinya Milley terjebak akan cinta semu yang ia ciptakan sendiri.


"Senyum cerahmu seperti matahari di malam tanpa bulan,


Matamu bersinar seperti bintang jatuh,


Sentuhan tanganmu mampu membuatku berdebar,


Cinta tanpa syarat adalah tujuanku,


Kaulah yang selalu ingin aku lihat ketika aku membuka mata,


Kamu adalah alasan dasar untuk aku bertahan hidup,


Menyematkan namamu di dalam hatiku,


Aku berharap kamu juga merasakan hal yang sama untukku.


I Love You Milley.


...***...


Nyonya Marrie bisa merasakan apa yang dirasakan putranya. Ia juga pernah berada di posisi yang sama dengan putranya. Saat cinta itu datang, ia belum siap. Bahkan Marrie muda harus lari dari cinta tersebut dalam waktu yang lama, akan tetapi waktu dan takdir kembali mempertemukannya dengan jodohnya yang sekarang telah menjadi suaminya.


Cinta memang rumit, tetapi ia tidak bisa mengajarkan tentang apa yang tidak pernah ia rasakan. Namun, Marrie tidak pernah mendoakan keburukan pada putranya. Sejauh apa ia berpikir pada akhirnya tetap kembali pada jalan takdir yang telah tertulis.


"Tuhan, jangan kau ambil kebahagian yang pernah terbesit di hatinya. Jangan kau hapus senyuman dari wajah putraku. Cukup aku saja yang pernah merasakan tentang apa itu yang dinamakan terluka."


Nyonya Marrie memegangi dadanya. Di dalam sana seolah detak jantung Nyonya Marrie terhenti ketika ia melihat Michael menangis. Tidak pernah terbayangkan jika putranya yang terlihat begitu hebat kini sangat rapuh.


Belum pernah ia melihat rasa cinta sebesar ini pada putranya. Nyonya Marrie menjadi bukti jika cinta sejati tidak akan pernah salah jalan. Hanya saja apa yang bukan ditakdirkan untuk dirinya tidak mungkin bisa ia dapatkan.


Nyonya Marrie selalu mengajarkan kebaikan, dan kasih sayang pada sesama. Banyak hal yang sulit diprediksi di masa depan, tetapi ia tidak mengajarkan Michel untuk pantang menyerah.


Nyonya Marrie selalu bersikap manis, sabar dan selalu ikhlas. Oleh karena itu banyak orang yang mengagumi sosok beliau.

__ADS_1


Nyonya Marrie selalu menemani dalam setiap langkah hidup Michael. Ia mencoba bersabar di atas segala ujian yang mendera hidupnya, selalu mengajak untuk bergandengan tangan agar mereka bisa keluar dari permasalahan tersebut. Hingga ia bisa menemukan titik jalan yang terang dalam kehidupannya.


Beliau juga telah mampu membuktikan jika pernikahan mereka akan abadi untuk selamanya, dan rasa cintanya tidak akan pernah lekang di makan zaman. Cinta Nyonya Marrie membuktikan jika kesetiaannya membuat cinta di antara keduanya abadi.


...***...


Milley terduduk di depan cermin. Melihat ke dalam matanya, mencoba mencari apa yang sedang ia rasakan saat ini. Cermin tidak pernah berbohong, karena ia bisa mengatakan apapun yang ia rasakan meski tidak terucap namun terpahat dalam hati.


"Milley, ini bukanlah dirimu, kenapa kamu harus memilih di antara keduanya? Bukankah kamu tidak sanggup menyakiti keduanya?"


Milley terlihat lesu. Ingin rasanya ia menangis. Ucapan Dylan benar-benar membuatnya ingin menangis. Menyakiti Michael sama saja menyakiti banyak orang, sama halnya jika ia memilih Dylan. Akan ada hati yang tersakiti di sana.


"Tuhan, aku lelah ...."


Buliran air mata itu mengalir tanpa permisi. Dadanya yang bergemuruh seakan menyiratkan isi hatinya yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.


"Aku hanyalah manusia biasa,


Tetapi cinta untukmu sangat luar biasa,


Cinta ini selamanya,


Aku tidak pernah merasakan rasa cinta sebesar ini,


Hanya kau satu-satunya di hati,


Separuh nafasku ada di dalam dadamu,


Hanya tanganmu yang selalu aku pegang,


Menuntunku ke dalam jalan terang,


Dalam mahligai cinta kita,


Selamanya hanyalah kamu pemilik hatiku,


Tidak ada yang kedua, ketiga atau yang lainnya,


Percayalah hanya kaulah raja di dalam hati,


Panutanku, semangatku dalam menjalani hidup."


Akankah masih ada kebaikan cinta untuk Michael?

__ADS_1


__ADS_2