NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 128. TITAH ISTRI


__ADS_3

"Bagaimana keadaan pasien? Apa ia terluka dalam?"


Viola tampak mondar mandir saat ini. Ia kebingungan karena tidak ada keluarga Michael yang ia kenal. Terlebih baru beberapa jam lalu mereka berkenalan dan ternyata Tuhan berkehendak lain.


"Apa ada yang tidak suka dengan laki-laki ini, apa saingan bisnisnya, atau siapa?"


"Kenapa seperti terencana?"


Viola seolah sedang memikirkan sesuatu, memprediksi sesuai apa yang ia lihat. Sesaat kemudian terlihat dokter mulai keluar dari ruang operasi.


"Keluarga pasien atas nama Tuan Michael?"


"Sa-saya, dok."


Viola segera mendekati dokter yang baru saja memanggilnya.


"Bagaimana keadaan pasien?"


"Beruntung luka yang dialami pasien tidak terlalu parah. Serpihan kaca itu hanya menyobek sudut matanya. Akan tetapi tidak sampai masuk ataupun mengenai bola matanya."


"Astaga separah itu?" gumam Viola.


"Lalu ....?"


"Sehingga operasi kecil berhasil dilakukan dengan lancar. Hanya saja ada kemungkinan lain yang mungkin bisa saja terjadi setelahnya."


"Apa itu?"


"Gegar otak ringan. Dari data analisis yang baru saja keluar menyatakan jika ada gumpalan da-rah di kepala pasien. Untuk memastikan hal itu harus dilakukan penelitian setelahnya."


"Apa ada kemungkinan lain setelahnya?"


"Tidak, tetapi satu hal yang harus diperhatikan adalah ... jika pasien pernah atau mempunyai riwayat yang bisa memperburuk keadaan otaknya. Maka kerusakan permanen bisa diderita oleh pasien."


"Apa hal itu karena benturan yang terlalu keras saat kecelakaan tadi?"


"Ya. Nona tidak perlu khawatir karena hal ini biasanya tidak akan berlangsung lama."


"Oh, kalau begitu kemungkinan untuk pasien bisa sembuh masih lebih dari lima puluh persen bukan?"


Dokter itu mengangguk setuju.

__ADS_1


"Kalau tidak ada hal lain lagi, maka saya permisi. Setelah ini pasien masih dalam pemantauan, jadi tidak bisa dipindahkan secara langsung ke ruang rawat."


Viola tersenyum, "Lakukan yang terbaik untuk pasien, dok. Selebihnya biar nanti saya diselesaikan di ruang administrasi."


Entah kenapa ada rasa kepedulian yang tinggi terhadap Michael meski mereka baru berapa kali bertemu akan tetapi rasa kepercayaan yang tinggi dan sikap Michael yang ramah membuat Viola begitu percaya padanya.


"Semoga saja lukamu bisa cepat pulih, kawan."


Setelah dokter berlalu, maka Viola bisa bersikap dengan tenang. Karena brankar milik Michael sudah dibawa ke ruang ICU, maka Viola akan pergi ke kantin sebentar untuk mengisi perutnya.


"Aduh kenapa perut tidak bisa dikondisikan sih, mau tidak mau aku harus mengisimu terlebih dahulu, nih. Biar aku bisa kembali mengerjakan beberapa berkas penting."


Saat di kantin, secara tidak sengaja Dylan juga berada di sana. Ia baru saja keluar dari ruang rawat kakeknya. Karena lapar ia juga pergi ke kantin untuk memesan sebuah menu.


"Selamat siang, Mbak. Bisa pesan satu porsi nasi goreng seafood," pinta Dylan.


"Selamat siang, Pak. Bisa, silakan ditunggu sebentar."


Viola kebetulan ingin mencicipi nasi goreng Indonesia. Oleh karena itu ia memesan satu porsi nasi goreng seafood yang terkenal di Rumah Sakit tersebut.


Viola makan dengan lahap, sampai ia tidak tahu ada orang yang duduk satu meja dengannya. Yup, itu Dylan suami Chamomille Milley, orang yang sedang dicari oleh Viola.


"Uhuk!"


"Maaf, Nona kalau kehadiran saya mengejutkan Anda. Ini sebagai permintaan maaf dari Saya," ucap Dylan tulus sambil menyodorkan sebuah air botol mineral kepada Viola.


"Terima kasih," ucap Viola sambil tersenyum ramah.


Deg.


"Tunggu dulu, kenapa senyumannya manis sekali? Mengingatkan aku pada istri manisku," gumamnya.


Setelah selesai makan, Viola mengingat sesuatu. Ia ingat ada janji temu dengan seseorang.


"Maaf, Tuan. Saya permisi, terima kasih untuk minumannya."


"Sama-sama."


Sesaat setelah Violla pergi, makanan pesanan Dylan tiba. Baru saja satu suapan nasi hampir masuk ke dalam mulutnya, ponselnya berdering kencang.


Satu tangannya sedang memegang telepon dan satu lagi menyuapi mulutnya dengan nasi goreng.

__ADS_1


"Hallo, Sayang. Kamu di mana?"


"Aku masih di Rumah Sakit, Sayang. Karena kelaparan aku mampir di kantin Rumah Sakit. Ada apa?"


"Ha-ah, jadi kamu tega ninggalin aku lama-lama cuma buat makan makanan dari kantin Rumah Sakit!" gertak Milley tiba-tiba dengan nada marah.


Gleg


Satu suapan yang berhasil melewati kerongkongan Dylan terasa sangat menyakitkan karena mendengar ucapan istri tercintanya tersebut. Buru-buru ia menenggak air mineral di depannya karena takut tersedak.


"Kamu pengen juga, kalau iya biar nanti aku bungkuskan," ucap Dylan dengan nada setengah merayu.


Tentu saja ia ketakutan karena suara indah Milley sudah berubah menyeramkan saat ini. Apalagi sikap Milley yang sering berubah menjadi manja saat ini sangat disukai Dylan.


Oleh karena itu ia lebih memilih untuk mengambil hati istrinya itu dengan cara apapun. Sampai Dylan menggunakan cara termanisnya untuk meluluhkan hati Milley.


"Sayang, kamu jangan marah, ya. Habis ini aku pulang, Kok. Suer!" ucap Dylan sambil mengarahkan dua jari simbol perdamaian ke udara.


Milley yang keburu merajuk tidak tahan ketika ia mendengar gombalan dari suaminya. Oleh karena itu ia pun memilih untuk mendiamkan suaminya tersebut dan segera memutus sambungan teleponnya barusan.


"Dasar suami tidak sayang istri! Beraninya kamu membuat aku kecewa!"


Milley serta merta membuang ponselnya ke atas tempat tidur. Sementara itu Dylan kebingungan karena tiba-tiba saja istrinya memutuskan sambungan teleponnya.


Meski perutnya lapar, ia harus merelakan makanan yang ia pesan tadi. Baru saja satu langkah, Dylan kembali menoleh ke arah penjualnya.


"Mbak, bungkus, ya."


"Siap."


Padahal penjual nasi goreng tersebut sejak tadi mengetahui semua yang terjadi pada Dylan. Terlihat sekali jika Dylan tipikal suami sayang istri. Akan tetapi hal itu biasanya sangat terasa manis dan indah di mata wanita.


Karena seorang lelaki yang seperti itu mampu membuat hatinya selalu merasa dekat. Apalagi yang seorang wanita dambakan setelah menikah kecuali perhatian dari suaminya sendiri.


Di saat wanita yang sudah menikah atau terikat cinta dengan seorang laki-laki, ia pasti akan meminta perhatian yang lebih darinya. Jadi sekecil apapun perhatian yang diberikan olehnya akan sangat berarti saat itu.


Akan tetapi banyak laki-laki yang menganggap remeh hal itu. Apalagi ia sudah berhasil mendapatkannya. Banyak yang jarang memperhatikan pasangannya dan kembali mencari kesenangan baru. Itu adalah sebuah kesalahan yang bisa menimbulkan kesalahan ataupun perang dingin di antara pasangan.


Jadi sebaiknya sebuah perhatian meskipun kecil jangan pernah merubahnya meskipun kamu sudah mendapatkan hatinya. Ingat mendapatkan cinta sejati itu butuh perjuangan dan setelah mendapatkannya harus ekstra dijaga agar kepercayaan kepadamu jangan sampai hilang.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2