
Setelah meninggalkan Viola, Michael kembali ke apartemennya. Ada banyak hal yang ingin ia bicarakan dengan asistennya tentang perkembangan kesehatannya.
"Adam, kapan kamu akan ada waktu? Beberapa hari ini badanku terasa tidak nyaman."
"Dua hari lagi mungkin kamu bisa datang ke tempat praktekku. Pintu ruangan selalu terbuka untukmu, sobat."
"Baiklah kalau begitu, aku akan datang tepat jam dua siang."
"Siap, Bos. Aku tunggu kedatanganmu."
......................
Keesokan hari, akhirnya Michael meluangkan waktunya untuk datang ke tempat praktek dokter Adam yang merangkap sebagai dokter pribadi sekaligus sahabat Michael.
Sejak kecelakaan beberapa waktu yang lalu, ia memang lebih sering sakit, tetapi Adam selalu menemukan obat yang tepat untuknya. Satu obat yang belum bisa ditemukan olehnya adalah obat patah hati.
"Permisi, dokter Adam ada?" sapa Michael saat masuk ke dalam ruang praktek Adam.
Adam yang sedang membaca laporan jurnal kegiatannya satu bulan segera menoleh ke arah pintu.
"Hai, Pak Bos yang sangat sibuk. Akhirnya kau mengunjungi tempat kerjaku yang sangat minimalis ini, ha ha ha ...."
"Tentu saja, karena tanpamu mungkin aku sudah tidak bernafas hari ini," ucap Michael sambil mendudukkan dirinya di kursi.
"Aduh, aku sampai tersanjung akan pujian darimu."
"Sudah-sudah, waktuku tidak banyak, bisakah kau melakukan pemeriksaan menyeluruh kepadaku?"
"Baik, Bos. Silakan berbaring di sana!"
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Michael segera berbaring di brankar. Seorang suster sudah bersiap untuk membantu Adam untuk melakukan pemeriksaan yang menyeluruh kepada Michael.
Satu jam kemudian.
Akhirnya Michael sudah selesai melakukan pemeriksaan. Di tangan Adam sudah berisi beberapa laporan terkini tentang kondisi kesehatan Michael.
"Sebenarnya tidak ada masalah denganmu, hanya saja ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui."
Kening Michael berkerut.
"Katakan saja! Tidak usah berbelit-belit."
__ADS_1
"Seharusnya kamu memberikan kesempatan kepada Viola untuk dapat mendampingimu."
"Kenapa kalian semua memaksa agar aku menerima Viola, apakah kalian tahu jika hati itu sulit untuk dibohongi."
"Iya, aku tahu, tetapi bukankah Milley sudah bahagia dengan pilihannya?"
Entah kenapa namanya melupakan itu sangatlah sulit, terlebih lagi ketika salah satu pihak sudah bahagia dengan jodohnya namun kita masih terpenjara di dalam obsesi kita.
Milley memanglah seorang wanita idaman, akan tetapi ia adalah tulang rusuk bagi Dylan sehingga bagaimana pun akhirnya mereka pasti akan kembali bersatu. Sementara itu Michael harus melanjutkan hidupnya yang baru. Ia juga harus segera membuka hatinya untuk wanita lain.
......................
Hari ini adalah hari ketujuh kelahiran Baby J.
Kini tibalah di mana Milley dan Dylan melakukan aqiqah pada putra pertamanya yang diberi nama Baby Jordan Fathaan Rafisqy. Arti dari nama tersebut adalah anak laki-laki yang sempurna dan mempesona, segar bagai air yang mengalir.
......................
Hal ini sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Aqiqah biasanya dilakukan pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran seorang anak. Bagi anak laki-laki, untuk melaksanakan aqiqah wajib memotong dua ekor kambing sementara anak perempuan satu ekor kambing saja.
Waktu yang Dianjurkan sesuai dengan hadist Rasulullah SAW, para ulama menyepakati bahwa waktu pelaksanaan aqiqah yang paling baik adalah pada hari ke-7 semenjak hari kelahiran. Namun jika berhalangan karena sesuatu dan lain hal, aqiqah dapat dilaksanakan pada hari ke-14 atau hari ke-21.
Diriwayatkan Al-Hasan dari Sammuroh radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
......................
Selayaknya seorang putra yang menjadi penyempurna di antara cinta Dylan dan Milley. Itulah arti kehadiran Baby J. Kebahagiaan juga terpancar dari seluruh keluarga besar Tuan Chryst. Andreas dan Lena tampak bergantian menggendong Baby J.
Begitu bahagianya Tuan Chryst mendapatkan cicitnya di usia yang hampir di penghujung hidupnya. Tidak henti-hentinya mengucap syukur, bahkan sejak tadi ia juga turut bergantian menggendong Baby J dengan penuh kasih sayang.
"Selamat untuk kelahiran cicitnya, Tuan Chryst," ucap para tamu undangan yang hadir sore itu.
"Terima kasih banyak."
Selain ucapan, ternyata banyak tamu undangan yang membawakan beberapa hadiah untuk Baby J. Mulai dari hadiah yang biasa sampai luar biasa mahal sudah menghiasai tempat hadiah. Banyak hadiah yang mahal langsung diberikan pada Milley atau Dylan, tidak sedikit pula doa-doa mengalir untuknya.
Dylan merangkul pinggang Milley, "Terima kasih, Sayang sudah menghadirkan malaikat kecil sebagai pelengkap cinta kita."
"Sama-sama, semoga putra kita bisa menjadi penyejuk hati kedua orang tuanya dan semua orang di sekitarnya, Aamiin."
Tampak dari kejauhan terlihat Rose dan Alex yang hadir di sana. Meskipun ia sempat menjadi istri Dylan, tetapi Dylan tidak pernah mencintainya. Milley yang melihat kehadiran Rose langsung mencubit perut Dylan hingga membuatnya mengaduh.
__ADS_1
"Sakit, Sayang."
"Rasain, siapa suruh undang mantan ke sini!" ucap Milley dengan kesal.
Dylan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tetapi ia juga heran kenapa Rose bisa sampai di rumahnya. Sementara itu Milley sudah melangkah pergi menjauh menuju Baby J.
"Aku, tidak melakukannya, jadi siapa yang mengundangnya?" gumam Dylan.
Dylan menjentikkan jarinya agar Leo mendekat.
"Selidiki siapa yang mengundang dia, dan awasi dengan ketat pergerakannya!"
"Siap, Tuan."
"Bagaimanapun kamu tetap menjadi akan ancaman bagiku!"
Sesaat kemudian Leo meninggalkan Dylan dan segera memperketat penjagaan. Tidak mudah menjadi dirinya yang sekarang, yang artinya sama saja dengan ancaman dan orang yang tidak suka dengannya.
Namun, semuanya menjadi clear ketika ia melihat Rose bersama suaminya berbincang-bincang dengan ayahnya, Andreas.
"Mungkinkah, Ayah yang mengundangnya, sepertinya mereka sangat akrab."
Meski sudah menjadi Nyonya Alex, tetap saja Rose mencuri pandang ke arah Milley dan Dylan. Rasa iri di hatinya tidak akan pernah hilang karena rasa tamak di hatinya sudah mendarah daging.
"Seharusnya aku yang berada di sana, bukan kamu!" ucapnya dengan mengepalkan tangannya.
Ternyata Alex adalah rekan bisnis Andreas, hanya saja ia tidak tahu jika Rose adalah istrinya. Di sisi lain, Michael datang dengan menggandeng tangan Viola. Dia terlihat cantik dengan balutan gaun putih yang serasi dengan Michael.
"Cantiknya aku tetap kamu, Sayang. Jadi bagaimana pun wanita di luar sana berpenampilan menarik, ratuku tetap kamu," ucap Dylan sambil menatap Milley.
"Aku harus segera kembali sebelum Michael mencuri perhatian dari Milley."
Melihat rivalnya datang, Dylan segera kembali kepada istrinya dengan menggendong Baby J. Melihat Michael membawa wanita lain, ada desir aneh yang berada di hati Milley. Mungkin saja karena ia juga pernah berada di hati Milley sehingga masih tersisa sedikit rasa.
Begitu pula dengan Michael yang menatap penuh kekaguman pada Milley.
"Setelah melahirkan kamu semakin terlihat cantik, Milley," gumam Michael dalam hatinya.
Sungguh cinta yang rumit, tetapi itulah realita karena di dalam dunia nyata, cinta terkadang sangat sulit untuk dimengerti.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG