NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 137. KEJUTAN DARIKU


__ADS_3

Saat Andreas sedang berbahagia karena baru saja berbincang-bincang dengan ayahnya meski hanya lewat sambungan telepon. Sementara itu Lena sedang kebingungan di dalam kamarnya.


"Bagaimana ini?" ucapnya gusar.


Lena tampak cemas saat ini, karena barang yang amat penting baginya tiba-tiba saja hilang dan ia tidak tahu harus seperti apa saat ini. Padahal besok pagi ia akan kembali ke Indonesia.


"Apa aku harus mengatakan hal ini pada Andreas? Ah mana mungkin ia tau akan hal ini."


Lena yang tadinya hampir meraih gagang pintu, kembali mengurungkan niatnya kembali dan duduk di atas tempat tidur.


"Kenapa aku merasa sangat tidak nyaman kali ini?" gumam Lena sambil menstabilkan deru nafasnya kembali.


Belum sempat Lena menemukan solusi atas permasalahannya kali ini, Andreas sudah membuka pintu kamarnya. Sontak saja hal itu membuat Lena kaget.


"Hei, kamu melamun, Sayang?"


"Iya, maaf."


Lena kembali menunduk setelah Andreas mulai mendekati tempat tidurnya. Sebenarnya Andreas datang ke kamar Lena karena ia ingin mengatakan sesuatu hal.

__ADS_1


Akan tetapi saat melihat Lena kebingungan, maka ia menanyakan apa yang sedang dipikirkan oleh Lena dari pada mengatakan maksud dan tujuannya datang ke kamarnya saat ini.


"Seharusnya waktu ini adalah waktu yang tepat untuk beristirahat, karena penerbangan kita akan dilakukan esok pagi."


Dengan perkembangan teknologi saat ini, sangat memudahkan jika mereka ingin segera berkomunikasi dan video call, apalagi untuk menuju kembali ke Indonesia."


"Kenapa terdiam, hm?"


"Apa ada yang sedang kau pikirkan saat ini? Apakah ada yang bisa aku bantu?"


Andreas sangat mengutamakan kebahagiaan Lena daripada semua hal yang akan ia lakukan di masa depan. Oleh karena itu, perubahan mimik wajah Lena sangat mudah terbaca oleh Andreas.


"Katakan saja, siapa tahu aku tadi melihatnya saat aku berkemas-kemas. Dengan begitu mungkin aku bisa mengatakannya di mana benda itu kamu letakkan."


"Oh, ya? Kalau begitu aku mohon bantuannya," ucap Lena dengan tersenyum hangat.


"Sebenarnya tadi aku memasukkan satu buah kotak perhiasan kecil, yang akan aku hadiahkan kepada Milley karena saat ini ia sedang mengandung cucuku yang pertama."


Mata Lena tampak berbinar dan sesekali aura kebahagiaan dan pengharapan.

__ADS_1


"Aku ingin memberikan support ku yang luar biasa kepada putriku satu-satunya. Agar kelak ia mampu berdiri tegak di atas kakinya dan tidak akan ada yang melukai Milley kembali. Aamiin."


"Begitu pula denganku, aku selalu berharap pernikahan Milley dan Dylan akan menjadi pernikahan yang langgeng yang banyak diberkahi dan banyak yang mendoakan kebaikan untuk keduanya."


"Meskipun aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi setelah ini, tetapi aku berharap mereka baik-baik saja."


"Pasti semua akan baik-baik saja, Sayang."


Andreas menggenggam erat tangan Lena, mengecupnya perlahan lalu setelahnya mengatakan kepadanya agar segera beristirahat agar esok hari tidak kelelahan."


.


.


Viola sedang bad mood hari ini, bagaimana tidak begitu, karena Michael membuatnya kesulitan bergerak. Bahkan untuk bertemu client-nya saja ia harus sembunyi-sembunyi agar Michael tidak marah.


Sementara itu Michael sedang mempersiapkan sebuah kejutan untuk Viola yang ia anggap sebagai Milley. Michael amat menyukai sikap Milley saat ini. Menurutnya ia lebih lembut dan gampang diatur daripada Milley yang lalu.


"Bagaimana ini, kenapa ia susah sekali dihubungi?"

__ADS_1


Michael takut jika rencananya kali ini akan gagal, karena sejujurnya hari ini ia akan mengutarakan isi hatinya. Akankah hal itu benar-benar terjadi?


__ADS_2