
Milley yang merasa cemas karena melihat suaminya terluka hanya bisa memendam rasa penasaran di dalam hatinya. Milley tidak mau membebani Dylan dengan pertanyaan yang seolah membuatnya terpojok.
Sehingga Milley hanya fokus untuk mengobati luka lebam di wajah Dylan. Sementara itu Dylan juga memikirkan hal yang sama. Bagaimana caranya ia merangkai kata-kata agar Milley tidak terlalu khawatir kepadanya. Keduanya terdiam untuk beberapa saat, hingga akhirnya Milley berhasil menyelesaikan ritualnya mengobati Dylan.
“Selesai,” ucapnya bahagia.
“Terima kasih, Sayang.”
Dylan menggenggam erat tangan Milley lalu menciumnya.
“Kamu tidak usah khawatir, Sayang. Aku baik-baik saja saat ini, percayalah.”
Milley mengangguk lalu menatap dalam ke manik mata Dylan.
“Alhamdulilah baby kita sehat di dalam sini!” ucap Milley sambil mengarahkan tangan Dylan ke atas perutnya.
Dylan tersenyum bahagia saat itu. Rasanya sungguh nyaman ketika melihat istrinya bisa kembali tersenyum bahagia. Rasa ketakutan yang sebelumnya menggelayuti pikiran Dylan kini mulai terhapus.
Padahal pada kenyataannya Milley masih merasa tidak nyaman dengan kondisi Dylan. Akan tetapi ia tidak mau membuat suaminya khawatir, oleh karena itu ia pun membiarkan Dylan tidak mengetahui perasaan Milley yang sebenarnya.
"Oh, ya kamu mau makan malam apa? aku sudah membuat satu menu baru untukmu."
"Baiklah kalau begitu, ayo kita makan."
Milley memang sengaja menutup hidungnya, seolah ia tidak suka dengan aroma tubuh Dylan. Padahal sebenarnya masih wangi, hanya saja Milley membuat seolah terganggu dengan aroma tubuh Dylan.
__ADS_1
Melihat Milley yang menutup hidungnya, lantas Dylan langsung mencoba mencium ketiaknya secara bergantian.
"Aku nggak bau kok!" kata Dylan.
Meskipun begitu, Milley tetap mengisyaratkan agar Dylan segera mandi terlebih dahulu. Bahkan Milley tidak segan mendorong suaminya masuk ke kamar mandi. Sementara itu, tangan Dylan memang sengaja menarik tangan Milley saat masuk ke dalam kamar mandi. Ia bahkan menariknya agar Milley terjatuh di pangkuannya.
"Dylan kamu ngapain?" pekik Milley terkejut. Sementara itu Dylan terkikik karena hal tersebut.
"Aku sudah mandi, Sayang."
"Biar mandi lagi," canda Dylan pada istrinya tersebut.
Mau tidak mau Dylan segera masuk ke kamar mandi setelah Milley hampir melempar sendal kepadanya.
"Ampun, Sayang. Iya aku mandi dulu, tunggu aku, ya."
Setelah memastikan Dylan masuk kamar mandi, ia bergegas menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
"Kenapa aku masih merasa tidak tenang?" gumam Milley.
Tidak mau menunggu lama, selama Dylan berada di kamar mandi, Milley mencoba menghubungi Jo dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya. Ia tidak mau menduga-duga sesuatu yang bisa membuatnya berpikiran keras.
Oleh karena itu, ia pun langsung menghubungi Jo. Jo yang sedang memeriksa laporan keuangan perusahaan melihat ponselnya berdering.
"Jam berapa ini?"
__ADS_1
Jo melihat arlojinya, "Masih jam lima sore, siapa yang menelpon?"
Jo lantas memeriksa ponsel miliknya. Jo melihat layar ponselnya teelihat nama Milley di sana. "Tumben Nyonya mengikutiku?"
Memang benar, Milley menghubunginya. Jo tahu tentang apa yang dikhawatirkan oleh Milley. Ia pun memberitahu secara perlahan Apa yang membuat suaminya terluka setelah memastikan semuanya sudah ditangani Jo maka memilih pun mengucapkan terima kasih.
Takut akan tahuan oleh Dylan, maka Milley segera memutuskan sambungan telepon bersama Ji. Tidak lama kemudian, begitu pakaiannya kamu ganti dulu biar aku menyiapkan makanannya di bawah, baiklah.
Sementara itu Milley yang asyik memasak tidak tau jika ada da-rah yang menetes di sela kedua kaki Milley.
"Nona maaf, kaki Anda ber-da-rah?"
"Ha-ah?"
Ternyata memang benar, secara tidak sadar kaki Milley mengeluarkan da-rah sehingga tidak butuh waktu lama Milley hendak pingsan. Beruntung Dylan berhasil menangkap tubuh Milley.
"Nyonya kenapa?"
Nanni menunduk sambil menunjuk ke arah kaki Milley.
"Astaga! Cepat panggil dokter Richard kemari!"
"Ba-baik, Tuan."
Suasana yang semula tenang kini sudah berubah kacau balau. Dylan merengkuh tubuh Milley dan membawanya ke dalam kamar sambil menunggu dokter datang.
__ADS_1
"Bertahanlah Milley, aku mohon."