NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 122. TERIMA KASIH


__ADS_3

"Terima kasih banyak Mich, aku tidak menyangka jika kamu benar-benar datang ke tempat ku dan berhasil menyelamatkan perusahaan kami."


Dylan tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Michael. Awalnya ia sangat ragu mengakui jika ia adalah Michael, tetapi ternyata apa yang dikatakan oleh Jo adalah kebenaran. Paman Jo benar-bbenr mengundang Michael demi menyelamatkan perusahannya.


"Terima kasih Paman," ucap Dylan lewat pandangan matanya.


Michael tidak bermaksud untuk menyembunyikan statusnya. Hanya saja ia selalu menjadikan hal lain sebagai tolak ukur. Hingga akhirnya saat ini ia sadar, bahwa belajar dari pengalaman orang lain itu tidak masalah dan bukanlah sesuatu yang kurang baik.


Justru dengan kita mau belajar dengan orang lain, maka ilmu kita secara otomatis semakin bertambah.


"Hal apa yang membawamu kembali, Mich? Padahal saat hari pernikahanku kapan hari kau sama sekali tidak datang ke tempatku."


Dylan memang orang yang suka berkata jujur, apa saja yang membuatnya ragu atau penasaran sudah pasti akan ia usut setuntas-tuntasnya.


"Kenapa diam? Apakah ada perkataan dariku yang salah?" tanya Dylan.


Michael menggeleng, sungguh ia tidak bisa mengatakan alasan kenapa ia kembali saat ini. Sudah pasti jika mengatakan hal yang sesungguhnya akan sangat membuat rumah tangga Dylan dan Milley sedikit terguncang.


Jengah karena Michael belum juga mengucapkan sesuatu, akhirnya Dylan mengajak kepada Michael untuk makan siang bersama.


"Sudahlah, jika kamu memang tidak menginginkan hal tersebut maka sebaiknya kita makan siang saja, Bro."


Dylan berjalan seolah ia sedang mengikuti takdirnya. Belum juga mereka keluar dari perusahaannya, Dylan mendapatkan sebuah telepon dari rumahnya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar ya, Bro. Ada telepon dari rumah," ucap Dylan basa-basi.


"Hallo ...."


"Tuan, ini Nanni, saya ingin mengatakan kalau Nona Milley hampir saja terluka."


"Apa! Bagaimana itu bisa terjadi, lalu di mana Nona Milley sekarang?"


"Ada di rumah, polisi juga sedang di sini."


"Jangan khawatir, aku akan segera pulang."


"Terima kasih, Tuan."


Sambungan telepon telah di tutup, lalu Dylan segera mempercepat langkahnya. Hingga ia berhasil menyusul Michael.


"Milley terluka, ada yang berusaha untuk mencelakai Milley."


"Maaf, makan siang kita batalkan, aku sungguh meminta maaf untuk hal itu."


Dylan mengenggam tangan Michael lalu bergegas pergi. Tidak mau melihat Milley kembali terluka, Michael menyusul mobil yang dikendarai oleh Dylan.


Tidak membutuhkan waktu lama, kedua mobil tersebut sudah sampai di sana. Terlihat dari kejauhan kalau Ibunya Dylan, Rebecca membelot ketika beberapa polisi berusaha membawanya pergi.

__ADS_1


Dylan bergegas turun dari mobil dan mendekatinya. "Mama, kenapa kalian membawa Mama saya?"


"Dylan, tolong Mama ...." teriaknya.


Dylan tidak berhasil menghentikan para polisi tersebut, lalu seorang petugas memberikan sebuah surat kepadanya.


"Maaf ini surat penahanan untuk Ibu Anda," ucap polisi tersebut.


Tangan Dylan bergetar ketika membaca surat tersebut. Lalu ia teringat istrinya, Dylan bergegas masuk ke dalam rumah.


"Milley ...." teriaknya.


"Dylan, kamu pulang, hu hu ...."


Dylan mendekap erat tubuh istrinya tersebut. Mencoba menenangkannya karena saat itu ia sudah terisak.


"Maafkan aku, sayang. Aku tidak menyangka jika Mama melakukan hal tersebut padamu."


Michael yang telah menyusulnya hanya berdiri dan diam mematung di depan pintu. Nanni yang melihatnya menyentuh punggung Michael.


"Tuan Michael ...."


Michael mengisyaratkan agar Nanni menutup mulutnya. Lalu mengatakan, "Jangan sampai Milley tau, aku permisi."

__ADS_1


Mulut Nanni masih menganga, lalu ia menunduk hormat.


"Apakah Tuan Michael masih mencintai Nona Milley?" ucapnya dalam hati.


__ADS_2