NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 61. TERPAKSA


__ADS_3

Bukti otentik sudah ia dapatkan kali ini. Sebuah hasil lab asli dari dokter OBGYN telah dipegang oleh Rose. Berbekal surat tersebut ia mendatangi Tuan Chryst demi memperjuangkan haknya.


"Kakek Tua tersebut tidak akan mampu berbuat semena-mena lagi kepadaku saat ini. Apalagi dengan menggunakan bayi ini semuanya akan terasa lebih mudah," batin Rose.


Tanpa menunggu lama, Tuan Chryst langsung menyetujui usulan Rose. Betapa bahagianya Rose kala itu. Tidak henti-hentinya ia bersyukur karena Tuhan mengabulkan doa-doa nya.


"Terima kasih banyak, Kek. Kalau begitu saya permisi."


Setelah kepergian Rose, Jo mendekati Tuan Chryst.


"Bagaimana menurutmu tentang aktingku barusan?"


"Sangat luar biasa Tuan, aku tidak menyangka jika Tuan akan menggunakan berbagai akting untuk menghadapi Nona Rose."


"Tentu saja, kalau aku tidak menggunakan semua aktingku tepat waktu, aku curiga ia akan mengetahui rencana kita."


"Betul, Tuan."


"Satu lagi, beruntung Rebecca telah kita kirim ke Bali untuk liburan."

__ADS_1


"Betul, Tuan."


Mendengar ucapan Jo yang diulang-ulang membuat Tuan Chryst murka.


"Tidak bisakah kau menjawabku dengan sebuah kata-kata indah?"


"Maaf, Tuan."


Jo menunduk lalu bergegas mundur ke belakang. Ia tidak mau memendapatkan amukan dari Tuan Chryst.


.


.


Usia kehamilannya sudah menginjak empat minggu. Saat mengetahui kehamilannya, Rose sempat ingin menggugurkan kandungan itu, tetapi niatnya ia urungkan.


Secara tidak sengaja, ia mendengar kalau Dylan sebenarnya tidak mencintainya, dan masih mencintai Milley. Tentu saja hal seperti itu mematik rasa marah di hatinya.


Awalnya, karena esok hari, ia harus menunda rencana aborsinya dan mempertahankan bayi itu. Sebuah janin yang tumbuh yang dikandungnya dengan teman relasi kerja ayahnya menjadi kekuatan terbesar saat ini.

__ADS_1


Dengan menggunakan bayi tersebut ia ingin menjadilan Dylan seperti dugaannya Tuan Chryst menyetujui usulan Rose, lalu acara pertunangan dengan Rose mereka batalkan.


Keduannya akan langsung menikah besok. Namun satu permintaan dari Tuan Chryst membuat Rose kecewa.


"Jadi kalian memang akan menikah, tetapi di dalamnya tidak akan diadakan resepsi. Satu hal lagi, pernikahan itu diadakan secara diam-diam."


Mata Rose membola seketika, tetapi meskipun seperti ini, ia tidak keberatan. Jika ia harus menolak, maka Tuan Chryst bahkan bisa menolak kehadiran Rose lebih dari sebelumnya.


Tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan cara itu jika Ros benar-benar ingin masuk ke dalam keluarga besar Anggara. Maka dari itu ia memilih hal tersebut.


Dylan yang mengetahui keputusan dari kakeknya secara sepihak, awalnya tidak setuju tetapi setelah ia mengetahui alasannya, maka ia setuju.


Kakek ingin mengungkapkan kebenaran atas tuduhan yang diberikan kepada Milley, maka dengan terpaksa Dilan menyetujui hal tersebut.


Setelah semuanya, dua hari kemudian pernikahan Rose dan Dylan akan dilangsungkan. Rebecca sangat senang akan berita tersebut. Ia pun berkeinginan untuk bisa pulang cepat.


Saat ini Rebecca sedang liburan di Bali. Ketika ia mengetahui putranya akan segera menikah, maka ia mempercepat liburannya kali ini. Tidak lupa ia menyanjung Rose karena berhasil masuk ke dalam keluarga besar Anggara.


"Kau memang layak menjadi calon menantuku, Rose. Aku sangat bangga padamu."

__ADS_1


Padahal jika ia mengertahui jika jalan yang ditempuh Rose sama dengannya, maka ia akan jauh lebih malu dari saat ini.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2