
FLASH BACK
Saat ini Milley masih mengemasi pakaiannya, sementara itu Dylan sudah menjemputnya di ruang tamu. Meskipun ada rasa tidak rela menderanya tetapi Milley tetap menguatkan hatinya. Ia melihat kondisi kamar yang selama beberapa bulan ini selalu menemaninya.
"Selamat tinggal kenangan, aku selalu berharap bisa kembali lagi di sini suatu saat nanti. Meskipun rasanya sangat tidak mungkin, tetapi sangat disayangkan jika aku menyerah di tempat ini."
Milley memegang dashboard tempat tidur miliknya tersebut.
"Kamu telah menjadi saksi bisu untukku. Jika nanti aku tidak kembali, semoga saja Tuanmu yang baru bisa merawatmu," ucapnya sambil terharu.
Setelah merasa cukup berkemas, Milley melangkah keluar. Rasanya ia seperti mimpi saat Dylan berhasil menemukan dirinya. Padahal saat itu Michael menjaganya dengan sangat ketat.
Milley melangkah perlahan sambil menyeret koper mini miliknya. Langkah kakinya semakin berat sampai ia tidak bisa melangkah lebih cepat lagi.
Sementara itu, Michael masih mengurung dirinya di kamar. Pada kenyataannya, kamar Michael dan Milley hanya terpisah dengan satu ruang baca. Meskipun begitu rasa sakit yang menyerang hati keduanya masih membekas dan terasa semakin menyakitkan ketika Milley hampir sampai di depan kamar Michael.
"Kenapa ...." isak tangis Michael terdengar oleh Milley yang kebetulan masih berdiri di depan kamar Michael.
Michael terluka karena cintanya kembali direbut dengan paksa. Oleh karena itu, air matanya benar-benat luruh.
Sesekali Michael mengusap air matanya agar saat bertemu dengan Milley hal itu tidak terlihat. Masih mencoba menguatkan dirinya agar ia tampak tidak terlalu terluka saat itu.
Di ruang tamu, Dylan memainkan jemari tangannya untuk mengusir kegugupan di dalam hatinya. Menunggu adalah hal yang paling ia benci, tetapi demi mendapatkan cinta dari Milley ia berusaha untuk bersikap santai.
"Kenapa ia lama sekali?"
"Entahlah aku sangat capek jika harus menunggu," gumam Dylan.
Sedangkan Dylan yang sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka. Sehingga tidak nampak jika ia terlalu sedih.
...***...
__ADS_1
..."Jika cinta telah menoreh luka, maka jangan harap ia bisa sembuh dengan cepat."...
...***...
Setelah rapi, Milley menyeret kopernya keluar kamar. Saat melewati kamar Michael langkahnya semakin berat. Ia sempat menghentikan langkahnya untuk sejenak. Meskipun sakit, Milley tetap mengetuk pintu kamar Michael untuk berpamitan.
"Kak ...." panggil Milley dengan suara lembut.
Michael yang sudah menyiapkan dirinya tidak bisa menahan perasaannya lagi, ia segera membuka pintu kamarnya. Dilihatnya pencuri hatinya berdiri di depan sana. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, ia akhirnya semakin mengikis jarak di antara keduanya.
Saat Milley hendak berpamitan, jari telunjuk Michael menyentuh bibir Milley. Mengisyaratkan agar Milley tidak perlu pamit padanya ataupun mengatakan apapun. Sudah cukup ia paham ketika melihatnya sudah membawa koper di salah satu tangannya.
Sejenak tatapan mata mereka bertemu untuk sejenak, saling menyelami kedalaman hati masing-masing. Michael tidak kuasa menahan rasa cintanya. Ditangkupnya wajah Milley hingga jarak di antara keduanya hanya tinggal satu jengkal. Bahkan hidung mereka sudah saling bertemu.
Bibir yang sejak lama menggoda itu segera dikecupnya dengan lembut. Menyesap rasa yang ada di dalamnya. Menyalurkan rasa cinta meski setelah itu mereka harus berpisah. Milley bisa merasakan lembutnya sentuhan bibir dari Michael yang penuh cinta.
Mungkin ia juga merasakan hal yang sama sejak dulu, tetapi ternyata rasa cinta untuk Dylan jauh lebih besar dari yang ia rasakan untuk Michael. Tidak terasa buliran bening air matanya mengalir. Milley dan Michael benar-benar terluka saat ini. Sama-sama tidak bisa mengatakan untuk jangan pergi.
Setelah cukup lama, akhirnya ciuman mereka usai. Michael menutup perpisahan itu dengan mencium kening Milley.
"Maaf dan jaga dirimu baik-baik, sampai kapanpun aku tetap mencintaimu."
Milley terdiam untuk sejenak, lalu Michael mengusap bekas air mata Milley.
"Jangan menangis, nanti Dylan semakin ingin membunuhku kalau kamu bersikap seperti ini," ucap Michael sambil tersenyum.
Tentu saja hal itu membuat Milley menyunggingkan senyuman manisnya. Rasa hangat menjalar di hati Milley saat melihat Michael tersenyum.
"Ayo turun, dia sedang menunggu di bawah."
"Iya."
__ADS_1
"Sebentar, biar aku betulkan dress-mu yang acak-acakan akibat ulahku."
Mereka terkekeh bersama, masih merasa aneh dengan hal yang barusan terjadi.
Lalu mereka turun ke lantai satu secara bersama. Michael membantu Milley untuk membawakan kopernya, sedangkan Milley berjalan di depan.
Michael membawakan koper milik Milley dan mengantarkan Milley sampai di hadapan Dylan. Dylan tersenyum ketika melihat Milley sudah datang. Tampilan dress yang ia pakai hari ini semakin membuat Milley terlihat sangat cantik.
Sebuah dress panjang corak bunga dengan warna putih membuat Milley terlihat girly. Apalagi dengan rambut panjangnya yang digerai semakin memberikan kesan tersendiri di hatinya.
Entah sudah berapa lama ia amnesia sehingga melihat penampilan Milley kali ini, tetapi rasa cinta untuk Milley semakin bertambah berkali-kali lipat. Beruntung Michael tidak menjadikannya istri selama Dylan amnesia. Kalau saja hal itu sudah terjadi, bisa dipastikan Dylan akan susah membawanya kembali.
"Terima kasih, Sob. Sudah menjaga calon istriku selama aku pergi. Maaf jika ia merepotkanmu selama ini."
Dylan mengucapkan hal itu sambil merangkul pinggang ramping milik Milley. Milley melihat Dylan dengan tatapan sendu begitu pula saat melihat ke arah Michael.
Lalu setelahnya Milley menundukkan wajahnya, ia tidak kuasa menahan gejolak hatinya saat melihat tatapan Michael yang terlihat penuh cinta.
Kedua lelaki yang berada di hadapannya saat ini sama berartinya untuk Milley, tetapi rasa cinta di hatinya hanya untuk satu orang. Meskipun berkali-kali disakiti olehnya, tetapi nyatanya ia tetap menerima kehadirannya kembali.
"Aku berharap kamu benar-benar menjaga Milley kali ini. Ingat kesempatan kali ini adalah kesempatan terakhir yang aku berikan padamu. Jika sekali lagi kau menyakitinya, maka jangan harap kamu bisa menemukan Milley kembali."
Dylan tersenyum, lalu kedua lelaki itu saling berpelukan.
"Aku janji, tidak akan ada luka lagi setelah ini," ucap Dylan penuh rasa percaya diri.
"Aku berharap kau serius dan benar-benar mewujudkan ucapanmu. Karena laki-laki itu yang dipegang adalah ucapannya."
"Iya ... iya, kalau begitu kami pamit."
Setelah cukup berbasa basi, akhirnya Milley benar-benar pergi. Ada sesuatu hal yang membuat Milley tidak bisa move-on adalah semua perhatian dari Michael sangat berbeda dengan yang diberikan oleh Dylan sebelumnya. Mungkin hal itulah yang membuat Milley sangat nyaman ketika berada di sisi Michael.
__ADS_1