
"Maafkan aku Kak Mich, bukan maksudku untuk tidak menganggap kehadiranmu, tetapi beban di hatiku membuatku tersadar kamu terlalu baik padaku dan aku terlalu banyak membuatmu kecewa."
"Semoga ada wanita yang lebih baik dariku dan pantas bersanding denganmu nanti."
Saat Michael sudah menjelaskan semuanya pada Milley, di saat itulah perang batin mulai dirasakan. Kebaikan hati Michael membuat Milley memberanikan diri untuk meminta ijin untuk terakhir kalinya menemui Dylan.
"Kak, bolehkah aku meminta satu hal padamu."
Michael menoleh dan mulai memandang Milley.
"Katakan, apa yang kau inginkan."
"A-aku ingin pergi ke Indonesia."
"Untuk apa?"
"I-itu, aku ingin melihat keadaan Dylan untuk terakhir kalinya. Bukankah kau yang bilang jika aku dan dia baru saja mengalami kecelakaan?"
Michael membuang nafasnya untuk sesaat. Ada ketidakrelaan yang ditunjukkan padanya. Entah kenapa firasat Michael mengatakan jika ada sesuatu yang tidak baik jika mengijinkan Milley pergi.
__ADS_1
"Baik, tetapi kamu harus berjanji padaku untuk tidak menangis atau kecewa setelahnya, oke?"
Milley mengangguk senang, "Siap."
Tatapan kedua mata dari Milley membuatnya membeku, tetapi senyumannya membuat hatinya bahagia. Beruntung Michael mengabulkannya dan tidak marah.
Namun, satu hal yang membuat Milley bahagia, Michael tidak pernah membuatnya kecewa, justru ia lelaki yang selalu mendukung langkah Milley. Oleh karena itu ia tidak mau menyakiti hati Michael dengan memberinya harapan palsu.
"Oke, kalau begitu, aku pamit dulu. Kamu bersiaplah, mungkin esok hari tiketnya akan kita dapat."
"Baik, kak. Terima kasih banyak."
Selepas Michael pergi, Milley terduduk lemah di atas ranjangnya. Ia masih mengingat dan menyiapkan hati jika esok ia benar-benar harus kembali ke Indonesia.
Milley memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit. Bukannya sebuah kelegaan yang ia dapatkan, tetapi malah sebuah hal yang lain kini menderanya.
"Semoga keputusan ini sudah benar, aku tidak mau menyakiti siapa pun saat ini. Entah itu kamu atau dia. Aku menyanyangi kalian seperti saudaraku sendiri."
Milley melihat Michael dari kamarnya, ia tidak bisa menyembunyikan beban di hatinya tersebut. Meskipun keinginan hanya sampai ia bisa melihat Dylan untuk terakhir kalinya, dan setelahnya ia akan pergi.
__ADS_1
Mungkin setelah ia bisa bertemu dengan Dylan dan melihatnya bahagia, baru ia akan membuka hatinya kembali untuk orang lain, dan mungkin saja itu Michael. Setidaknya ketika ia memulai hubungan baru, ia sudah siap.
🍂Beberapa jam kemudian.
Setelah melihat semuanya kini ia bersiap untuk mengantar Milley kembali ke Indonesia. Meskipun saat ini ia sudah terlepas dari kontrak dan jerat hutang ayahnya, ada satu keinginan menuntaskan rasa penasarannya tentang Dylan.
"Apapun yang terjadi nanti, aku harap kamu akan kuat menghadapinya," ucap Michael sambil mengusap kepala Milley.
Kenyataan bahwa kemarin mereka mengalami kecelakan dan hanya dirinya yang koma sementara Dylan mengalami amnesia membuat Milley ingin membuktikan kebenaran itu.
"Untuk terakhir kalinya aku hanya ingin memastikan bahwa kau sudah bahagia, lalu setelah itu aku akan memulai hidupku yang baru."
Milley yang sudah selesai berkemas bersiap untuk segera pergi. Michael sudah menunggu kedatangannya saat ini. Lena tidak ikut pulang karena kesehatannya kurang mendukung.
"Sayang, Ibu cuma bisa berpesan jika nanti kamu sudah melihat kebenarannya, Ibu harap kau akan sepenuh hati mencintai Michael. Ia laki-laki yang baik dan penuh tanggung jawab."
Milley menunduk, ia tau akan hal itu, tetapi semoga semuanya akan baik-baik saja.
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...