NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 116. LOVE YOU SUAMIKU


__ADS_3

"Aduh ...." keluh Milley ketika baru saja bangun tidur.


Rasanya tulang-tulang di tubuhnya remuk redam saat ini. Tidak biasanya hal ini terjadi dan ketika ia melihat pakaiannya tercecer di lantai seketika membuat Milley merasa malu.


"Astaga, semalam aku tidak bermimpi," ucap Milley sambil menutup mulutnya.


Akan tetapi rasa perih di bawah sana membuat Milley kesakitan ketika berjalan ke kamar mandi. Niatnya ingin buang air kecil ia urungkan karena untuk berjalan saja rasanya tidak memungkinkan.


"Apakah semua wanita akan merasakan hal ini? Kenapa rasanya sangat menyakitkan?" tanyanya dalam hati.


Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, tetapi apa yang ia cari sama sekali tidak ada. Ia merasa tidak kuat berjalan sendirian untuk ke kamar mandi, tetapi ia belum juga menemukan suaminya.


"Kemana perginya, Dylan."


Saat ia ingin menggerutu, terbukalah pintu kamarnya. Keberuntungan sepertinya sedang memihaknya saat ini.


Dari sana terlihat jika Dylan tersenyum ke arahnya. Pakaiannya sudah terlihat rapi daripada dirinya yang masih acak-acakan. Di tangannya ada sebuah nampan yang sepertinya berisi sarapan pagi.


"Ternyata dia pergi mengambil sarapan untukku?" gumam Milley tersipu.

__ADS_1


"Selamat pagi, My Wife," sapanya lembut.


Blush ... seketika rona merah muncul di kedua pipi Milley. Ucapan Dylan yang terdengar ringan tetapi mampu membuatnya bahagia.


Dylan menaruh nampan tersebut lalu mendekat ke arah ranjang. Ditatapnya sang istri dengan tatapan lembut. Melihat Milley hendak turun dari tempat tidur membuat Dylan segera mendekatinya.


"Kenapa tidak memanggilku? apa perlu bantuan untuk ke kamar kecil?"


Dylan tau betul kebiasaan Milley selepas bangun tidur, oleh karena itu ia menawari Milley tentang hal tersebut.


"Iya, bisakah kau membantuku ke sana."


Dylan tersenyum manis, "Tentu saja."


Lalu ia membawa Milley untuk pergi ke dalamnya. Namun, tangan Milley mencegahnya sesaat. Ia membisikkan sesuatu lalu setelahnya Dylan mengangguk. Milley merasa tenang ketika Dylan menuruti ucapannya barusan. Setelah memastikan jika tidak ada orang di dalam kamar mandi selain dirinya, Milley bergegas buang air kecil. Baru setelahnya ia berendam air hangat yang sudah dicampur aroma teraphy di bathub.


"Ah, rasanya lebih menenangkan kali ini," ucapnya sambil memejamkan matanya.


Dylan yang baru saja keluar dari kamar mandi segera mengintip apakah Milley merasakan nyaman di sana. Sebetulnya ia tidak tega melihat istrinya kesakitan seperti itu. Akan tetapi, hal itu membuat Dylan bahagia, apa lagi setelah melihat sprei di kamarnya yang ada ber-cak merah di atas sana.

__ADS_1


Bukankah itu artinya Dylan benar-benar lelaki pertama yang sukses membobol gawang milik Milley? Entah hal apa yang membuat Dylan tidak henti-hentinya menciumi sprei tersebut. Bahkan dengan senang hati, ia melipat sprei tersebut dan menyimpannya sebagai bukti penyatuan kisah cinta mereka berdua.


Harapan Dylan terbesar saat ini hanyalah, semoga di dalam rahim Milley segera tumbuh baby Junior Dylan. Membayangkannya saja sudah membuat Dylan bahagia, apalagi jika hal tersebut benar-benar terjadi.


Belum sempat Dylan memasang sprei baru, pintu kamar mandi sudah diketuk oleh Milley.


"Sayang, bisakah kau mengambilkan kimono mandiku?"


"Iya, Sayang. Sebentar aku ambilkan oke."


Dylan bergegas segera mengambilkan kimono mandi untuk Milley tetapi secara tidak sengaja ia malah kepleset saat ingin menyerahkannya pada Milley. Hal itu secara otomatis membuat Dylan kembali menin-dih tubuh Milley di sana.


Keduanya saling menatap tajam karena baru saja mereka hampir berciuman kembali. Untung saja handuk mini milik Milley tidak terlempar lagi.


"Ma-maaf, Sayang."


Dylan yang terkejut menjadi tidak enak karena insiden barusan, sehingga ia membantu Milley berdiri dan menggendongnya kembali. Beruntung sebelum masuk tadi ia sudah menyuruh pelayan untuk mengganti sprei mereka, sehingga tidak membuat Milley malu akan kejadian semalam.


"Bagaimana, apa masih terasa sakit di situ?"

__ADS_1


Milley mengangguk tetapi sesaat setelah melihat kekhawatiran Dylan ia menjadi sadar jika suaminya ini sangat mencintainya. Tanpa persiapan, Milley segera mencuri ciuman selamat pagi dari Dylan.


"Love you suamiku ...."


__ADS_2